My Love Is Fate

My Love Is Fate
Episode 32



Mendengar jawaban Izha, Kinessya langsung memeluk Izha sangat erat. Air matapun mulai membasahi pipi.



Kiness : T'rimakasih... T'rimakasih, karena kamu sudah mencintaiku... Aku janji tidak akan pergi darimu... hiks... hiks... (memeluk erat tubuh izha sambil menangis)



Izha    : (membalas pelukkannya) Aku mencintaimu dan menyayangimu seumur hidupku, sayang... (sesekali mencium ujung kepala kinessya)



Mereka masih betah berpelukan. Cukup lama Kinessya menangis dalam pelukan Izha, sebelum ia benar-benar tertidur di pelukan Izha.


Izha menggendong kinessya dan menyewa villa dekat pantai, karena tidak mungkin izha membawanya kembali ke apartemen Izha, itu cukup jauh dari pantai.


Izha membaringkan tubuh Kinessya di ranjang dengan perlahan, menutupi tubuhnya dengan selimut, memandang wajahnya dan mencium keningnya sebelum beranjak pergi dari samping kinessya.


.


.


.


*Keesokan harinya...



Kirana : Bagaimana liburanmu kemarin ? (sambil mengaduk-aduk jus)


Kiness : Ya... cukup lelah... (Sambil makan snack)



Tiba-tiba ada orang yang datang, dengan wajah panik.



"Kin... itu... izha..." Ucapnya dengan napas terengah-engah.


Kiness : (Berdiri dan menatap gadi itu) Kenapa dia ?


"Dia... berantem... sekarang sedang di lorong..." Ucapnya.


Kiness : Terimakasih... (Ucapnya sebelum pergi)



Kinessya berlari mencari Izha, dia ke lorong sekolah dan mencarinya. Terlihat seseorang sedang meringkuk menahan amarah namun di tahan oleh seseorang.



Kiness : Izha... (sambil berlari ke arahnya)



Izha berdiri dan menatap kinessya yang sedang lari ke arahnya. Setelah kinessya di depannya, Izha langsung memeluknya dan tentu saja tidak ada penolakan dari kinessya.



Izha  : Jangan tinggalkan aku... jangan pergi... kumohon tetaplah bersamaku... (Ucapnya sambil menangis di pelukan Kinessya)


Kiness : Aku di sini... di sisimu, aku tidak akan pergi kemanapun... (sambil mengelus-elus punggung izha)


Arya   : Syukurlah kamu datang, kin... tolong tangani dia, emosinya tidak terkontrol sekarang...


Kiness : Ada apa dengannya ?


Arya    : Ini karena Devan...


Kiness : (Berpikir sebentar) Baiklah kamu bisa pergi, aku meninggalkan kirana di kantin sendirian...


Setelah itu arya pergi dan Izha masih tetap memeluk kinessya sambil bilang "Jangan pergi... jangan tinggalkan aku..."



Izha hanya mengangguk.


Kiness : Bibir dan pipimu berdarah... Kita ke UKS ya... aku akan mengobatimu... (Merasa sangat khawatir dan memegang pipi izha)


Lagi-lagi izha hanya mengangguk.



Kinessya membawa izha ke UKS, dia memapah izha.


Di UKS Izha duduk di pinggir kasur dan Kinessya mengambil obat, dia menutup pintu UKS rapat-rapat.


Kinessya mengobati luka di wajah izha. setelah itu membereskannya. Izha tidur di pangkuan kinessya dan tangan kinessya membelai rambut Izha.



Kiness : Kenapa kamu berantem ?


Izha    : Aku hanya kesal dengan dia, katanya dia akan membuatmu jadi miliknya... aku tidak terima... (penuh amarah)


Kiness : Akukan sudah janji padamu, aku tidak akan pergi jauh darimu, aku pasti akan kembali kesisimu lagi jika aku pergi... jadi jangan diulangi lagi ya... Aku tidak suka kamu berantem...


Izha    : Iya aku janji... (seraya tersenyum manis)


Kiness : Ayo bangun... kita harus mengikuti pelajaran berikutnya...


Izha   : (duduk berhadapan dengan kinessya) Tidak mau...


Kiness : Lalu kamu mau apa ? Makan ?


Izha     : (mengangguk) Iya... aku mau kamu...


Kiness : (Tertawa kecil) Ini di sekolah sayangku...


Izha     : Hmmm... baiklah, kita lakukan di rumah saja... tapi aku mau kamu cium aku (sambil menunjuk bibir)



Cupp...



Kiness : Sudah ayo...



Mereka mengikuti pelajaran berikutnya.


.


.


.


*Pulang sekolah...



Kiness : Kalian pulang dulu aja, aku masih ada urusan di sekolah...


Izha    : Mau ku temani ?


Kiness : Tidak usah... kamu istirahat aja di rumah, nanti ku masakan udang kepiting saus rendang... (sambil senyum)


Izha     : Ya sudah... kamu jangan lama-lama... (sambil mencium kening kinessya)


Kirana : Mau apa kamu ? Jangan bilang... (bisik lirih di telinga kinessya)


Kiness : (mengangguk) Iya... temenin...