My Love Is Fate

My Love Is Fate
Episode 26



***


  Kamar izha, 20.00



   Kinessya mulai membuka matanya, bangun dari tidur nyenyaknya. Waktu kinessya ingin duduk meregangkan badan tapi merasa terhalang karena izha memeluk tubuhnya sangat erat.



Kiness : Eh... (sambil melihat wajah izha)



   Kinessya berbaring kembali dan menatap wajah izha. Tangannya membelai wajah izha dengan senyuman lembut.



Kiness : Aku mencintaimu,sayang.  (Ucapnya sambil menatap wajah izha dengan senyuman dan membelai rambutnya.)



   Izha mendengar kata itu dan dengan sigap izha langsung mencium bibir mungil kinessya.



Kiness : Ummm... (sambil menutup mata merasakan ciumannya dan menekan kepala izha)



  Merasakan perilakunya, izha memainkan lidahnya dalam mulut kinessya. Ciuman izha membuat kinessya menggilan.



Kiness : Ugh... sudah... ja.. ngan... be.. gini... ahhh.. uhhh... uhhh... (desah kinessya melepaskan ciuman izha)



Izha      : Sayang... mengapa kamu selalu menghalangiku ??? Aku hanya ingin merasakan sentuhanmu... kumohon... jangan menghalangiku untuk memilikimu seutuhnya... (membelai wajah kinessya dengan lembut sambil bermuka iba)



Kiness : Aku sudah milikmu seutuhnya... tunggu lulus aku akan mengizinkanmu melakukan apapun yang kamu mau... Asal kamu tidak melakukan 'itu' kepada yang lain, hanya boleh aku, sayang... (sambil menaruh kepala izha di dadanya dan membelai rambutnya)



Izha      : Mmm.. Baiklah, asal itu kemauanmu aku akan mendengarkannya, tapi biarkan aku melihat tubuhmu yang indah dan memberikan tanda.



Kiness : Jangan begitu (pipinya merona, malu-malu tapi mau)



Izha     : Nanti saja, kamu mandi sana, kita akan kepondok dekat pantai, karena pemandangannya sangat indah... (membelai dan mencium kening kinessya)



Kiness : Baiklah... aku mandi dulu... (mengacak-acak rambut izha dan beranjak pergi)



Izha      : (senyum tipis menatap kinessya) aku pasti akan memberikan tanda kalau kamu hanya milikku... (gumam izha)




Izha      : Aku tau kamu hanya milikku, Sayang...



   Setelah selesai mandi, Kinessya keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.



Kiness : Izha... Aku tidak punya baju ganti... (menunduk sambil memegang erat handuk yang di pakai)



  Izha mendekat pada Kinessya sambil melepas satu persatu kancing bajunya...



Izha      : Sayang, kamu sangat cantik... (goda izha, tangan kirinya memeluk pinggang ramping kinessya dan tangan kanannya membelai wajah kinessya)



Kiness : Aku... aku sudah bilang... kalau aku.. lupa bawa baju ganti... (pipinya merah merona,malu melihat dada bidang milik izha)



   Kinessya menundukkan kepalanya, tangannya memegang dada izha dengan lembut...



Izha     : Sayang, apa kamu sedang menggodaku ? (sambil menjilati telinga kinessya, tangan kanannya mulai menyelinap masuk ke dalam handuk)



Kiness : Ugh... ja.. ngan... begini... (tangannya memegang pundak izha) ku mohon...



Mendengar permohonannya membuat izha berhenti....



Izha : Bajumu ada di atas ranjang, pakailah dan berdandan yang cantik... (bisik izha sambil mencium kening kinessya dan pergi meninggalkan kinessya)



Kinessya menurut pada izha, dia memakai dan menata rambutnya tanpa polesan make up.


Selesai kinessya selesai berdandan, izha pun selesai mandi. Dia keluar dengan penampilan rapi.


Kemeja dan jas berwarna putih, rambut tersusun rapi dan sapu tangan merah di saku bagian atas jasnya, membuat mata kinessya tak dapat berpalin...



Izha menatap kekasihnya yang amat cantik menggunakan gaun malam pendek berwarna gold dengan hiasan bunga di bagian pinggang, rambut curly terurai, heels cream yang tidak terlalu tinggi dan tanpa make up di wajahnya.