My Love Is Fate

My Love Is Fate
Episode 31



Izha melingkarkan tangan kirinya ke pinggang kinessya, lalu mendekatkan tubuh mereka berdua. Kinessya mengalungkan kedua tangannya di leher Izha. Tangan kanan Izha membelai lembut wajah kinessya.



Izha    : Kau adalah bidadariku yang pertama dan terakhir untuk mengisi ke kosongan hidupku hingga menua. I Love you, baby. (Sambil menempelkan hidungnya dan hidung Kinessya)



Kiness : Kau adalah pangeranku paling tampan yang menempati hatiku dan akan selalu begitu, I Love you so much, my pince.



Mereka berdua berciuman, dan tidak ada penolakan. Izha melepaskan ciumannya lalu mencium kening kinessya.


Suara gemuruh tepuk tangan para penonton nelihat dua pasangan serasi di atas panggung, membuat para pasangan yang lainnya iri.


Mereka turun dari panggung dan menunggu babak akhir.



Kiness : Izha, apa kita akan menang lagi ? (dengan badan bergetar)



Izha    : (merengkuh tubuh Kinessya sambil mengelus rambutnya) Tenang saja, jangan tegang... (sesekali mencium pelipis Kinessya)



Kiness : Kau memang yang terbaik, sayang... (membalas pelukan Izha)



Waktu yang di tunggu-tunggu telah tiba, MC akan membacakan pemenang dari lomba tersebut.



Pasangan paling romantis bulan ini... adalah..."


Kinessya sangat tegang, Ia menggenggam erat tangan Izha.



"Pasangan dengan nomor urut.... se... pu... luh..." Ucap MC dengan tegas dan suara tepuk tangan penonton mengiringi. "untuk pasangan nomor sepuluh di persilakan naik ke atas panggung untuk mengambil hadiahnya..."



Kinessya dan Izha naik ke atas panggung. Mereka pengambil hadiahnya dan berfoto. Setelah itu mereka turun dan menikmati paket gratis makan sepuasnya.



Kinessya memesan banyak sekali makanan, karena selera makan izha sama dengan kinessya, akhirnya izha menurut dengan apa kemauan kekasihnya.


Tak butuh waktu lama, makanan sudah di atas meja. Kinessya melahap makanannya. Izha senang jika Kinessya terlihat senang.



Kiness : Coba ini... (sambil menyuapi Izha tongseng seafood) Enak kan ?



Izha   : Iya...(sambil menganggukkan kepala)



Mereka makan sampai kenyang, setelah itu pulang ke apartemen Izha.


.


.


.


▪Apartemen Izha...



Mereka masuk ke dalam. Kinessya melempar tas dan jaketnya ke sofa, lalu melempar tubuhnya di kasur Izha yang besar.


Izha ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Kinessya tiduran sambil menatap langit apartemen milik kekasihnya.


20 menit kemudian, Izha keluar kamar mandi.


Dengan menggunakan sweater hudi warna hitam dan celana jeans, Izha mengahampiri Kinessya yang sedang tiduran di ranjang.



Izha    : Kin, bangun... mandi sana... (sambil menepuk pelan pipi Kinessya)




Kiness : Ayo jalan-jalan....



Izha    : Kemana ?



Kiness : Pantai... aku ingin kesana...



Izha     : Mandi dulu sana... aku tidak mau ke pantai kalau pacarku bau...



Kiness : Huh... gini-gini kamu suka kan ? (Sambil menyikut lengan Izha)



Izha     : Hmmm... kalau kau tak pergi sekarang, aku akan menggendongmu ke kamar mandi dan memandikanmu...



Kiness : (Berdiri dari tempat tidur) Dasar mesum... (Beranjak pergi ke kamar mandi)



30 menit kemudian...



Kinessya keluar menggunakan kaos putih yang di masukkan ke rok pendek berwarna pink dan kardigan, rambutnya curly panjang dan wajahnya yang cantik natural tanpa balutan make up.



Izha    : Sudah siap ? (Menghampiri Kinessya yang masih sibuk dengan rambutnya)



Kiness : Iya, sebentar lagi... (menata rambutnya)



Izha    : (Berdiri di depan kinessya) Kau sudah cantik, sayang. (Sambil merapikan rambut kinessya yang menutupi wajahnya) Ayo kita berangkat sekarang....



Mereka pergi ke pantai...


.


.


.


Sesampainya di pantai, Kinessya dan Izha berjalan sambil bergandengan menikmati keindahan pantai saat sore dan desir air ombak serta sejuknya angin.



Kiness : Zha....



Izha      : Hmmm....



Kiness : Kalau misalnya aku pergi dan nggak kembali lagi, kamu bakal gimana ? Mau nggak kalo dijodohin sama orang lain ?



Izha menghentikan langkahnya dan berbalik badan kinessya. Izha menatap matanya sambil memegang pundak kinessya.



Izha     : Aku hanya ingin bersamamu dan akan selalu bersamamu...