
Izha berjaga diluar ruangan, sedangkan kirana dan arya menjaga rumah kinessya. Mama izha beristirahat di sofa samping tempat tidur kinessya.
Tengah malam...
Kiness : Ugh... (bangun) Ingin ke kamar mandi... Tapi nggak enak bangunin Momi... (melihat ke momi) Kalo izha diluar... (berdiri) Aku sendiri saja...
Karena tubuh kinessya masih terlalu lemah, belum bisa menompang tubuh...
Tiba-tiba...
Brukk... (suara jatuh)
Kiness : Aaaww... (kesakitan)
Izha : Ada apa? (Masuk tiba-tiba) Kamu kok bisa jatoh sih... (mengangkatnya ke kasur)
Kiness : Aku ingin ke kamar mandi... tapi malah jatoh...
Izha : Panggil aku dong...
Kiness : Tapi kamu kan di luar... Nah aku nggak enak bangunin mama kamu...
Izha : Ya udah aku jagain kamu disini...
Kiness : Tapi sekarang aku mau ke toilet...
Izha : Ya udah aku anterin... (menggendong)
Kiness : Mmmm... (memeluk erat)
Setelah dari toilet, kinessya kembali ke tempat tidur. Izha menunggu kinessya sampai tidur. Setelah kinessya tidur, Izha juga ikut di samping kinessya.
Malam berlalu cepat. Matahari naik ke atas. Sinarnya memancar ke dalam ruangan.
Setelah menjaga kinessya semalaman, Mom Izha pulang untuk istirahat dirumah. Sedangkan Izha mengambil baju ganti dan membeli bubur.
Tak.. tak... (suara langkah kaki)
Srek... (membuka pintu)
Kiness : Kau sudah datang ? (Sambil duduk dam membaca novel)
Izha : Hmmm... (menaruh makanan) Hei... ayo makan dulu... (mengambil novel yang ada di tangan kinessya dan menaruhnya di meja)
Kiness : Iya...
Izha menyuapi kinessya. Setelah itu, ia mengajak kinessya keluar ruangan untuk mencari udara segar. Izha mendorong kursi roda kinessya sambil mengelilingi taman dekat rumah sakit dan bercanda ria.
Setelah asyik berkeliling, izha membawa kinessya kembali kekamar untuk istirahat.
Izha : Hmmm... (sambil mengupas kulit apel)
Kiness : Kapan aku bisa pulang ?
Izha : Kamu masih belum pulih, lukamu masih basah belum kering (mendekat ke kinessya)
Kiness : Tapi aku bosan disini...
Izha : Tunggu beberapa hari lagi ya... baru kamu boleh pulang (mengelus-elus rambutnya) Dan setelah itu, kita pergi jalan-jalan bersama mamaku... (menyuapi)
Kiness : Hmmm... (mengangguk)
Izha : Gadis pintar.... (mengacak-acak rambut kinessya)
Kiness : Ugh... (risih)
Izha menjaga kinessya dengan baik. Walau, sekolahnya sudah mulai ... Izha izin bersama kinessya beberapa hari untuk memulihkan luka kinessya. Sedangkan Arya dan Kirana membantu mereka untuk mencatat pelajaran, agartidak tertinggal materi.
Setelah kinessya di izinkan pulang oleh dokter, tapi ia masih harus istirahat. Setelah sampai dirumah, kinessya dan izha di sambut oleh Arya, Kirana dan juga Mom Izha.
Di rumah...
All : Selamat datang kinessya...
Kiness : Kalian kok ? (Bingung) ada Momi juga...
Momi : Apa kabar sayang ku... (mencium pipi kinessya) udah sembuh nak ? (Membelai)
Kiness : Iya... (senyum) Makasih loh sambutannya...
Izha : Ehem... maaf sebelumnya... sepertinya tidak baik untuk kinessya berdiri terus di depan pintu... karena udara sekarang agak dingin dan badannya masih belum stabil. Jadi, apakah kalian tidak memperbolehkan masuk ?
Kirana : Ah... iya benar juga.. Ayo kinessya masuk... (memapah kinessya masuk) kita udah siapin makanan dan membereskan rumah... tau nggak yang masak momi kamu tau...
Kiness : Uwaaa... pasti enak... maaf ya jadi ngerepoti kalian...
Arya : Nggak apa-apa kinessya... kita tidak merasa di repoti...
Kiness : Sekali lagi makasih ya...
Arya : Iya sama-sama
Momi : Ayo makan dulu... keburu dingin nih...
All : Ok...
Mereka makan bersama. Setelah itu, mereka berbincang dan bercanda. Mereka juga bermain True and Death.
Karena keasyikan bermain, mereka sampai lupa waktu.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Yang tadinya matahari naik, sekarang sudah berganti bulan.
Kinessya pun istirahat... Kirana dan Momi tidur bersama dia dalam satu kasur. Arya dan Izha tidur di kamar sebelah.