My Love Is Fate

My Love Is Fate
Episode 18



Pagi hari, pukul 05.00



    Kinessya bangun lebih awal, ia mengerjakan perkerjaan rumah seperti biasa, walaupun lukanya belum sembuh total. Ia membersihkan rumah, memasak makanan untuk sarapan dan menyiram tanaman.


  Tak lama Momi bangun, ia melihat dari balkon kamar kinessya. Momi melihat kinessya yang sedang menyiram tanaman.



Momi : Anak ini, memang rajin... (sambil senyum) sangat cocok untuk izha yang dingin. Mungkin aku akan menerima lamaran orang tuanya.



    Setelah itu Momi mengambil handphone  dan menelfon Mami kinessya.



Momi : Hallo, Alice (nama mami kinessya)


Mami : Kenapa, In ? (dari telpon)


Momi : Aku sudah melihat anakmu .


Mami : Oh ya ? Apa dia baik-baik saja ?


Momi : Tentu... anaknya cantik seperti kamu. (Memuji)


Mami : Kamu juga... sedang apa dia sekarang? Sudah lama aku tidak mendapatkan kabar darinya....


Momi : Dia sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Dia bangun sangat pagi.


Mami : Sudah ku duga. Lalu, ada apa kamu menelfon ku ?


Momi : Mari kita bertemu setelah aku kembali ke inggris? Ada yang ingin ku bicarakan.


Mami : Baiklah... kapan kau akan pulang ?


Momi : Lusa...


Mami : Oke... kita bertemu ditempat biasa....


Momi : Ya sudah ya... sepertinya anakmu akan datang...


Mami : Oke... tolong jaga anakku ya...


Momi : Iya... Bye..


Mami : Hmmm... (mematikan telfon)



   Setelah menyiram taman, kinessya naik keatas untuk membangunkan yang lain.



Kiness : Selamat pagi, momi... (senyum)


Momi  : Selamat pagi, cantikku... (membelai)


Kiness : Mom, sarapan dulu... aku udah masakkin...


Momi  : Oh ya ? Kamu bisa masak ?


Kiness : Mmm... kalau tidak aku akan makan apa... Momi turun dulu ya... aku mau bangunkan yang lain...


Momi   : Baiklah... Momi turun dulu ya... (menepuk pundak kinessya dan turun kebawah)



    Setelah itu, kinessya membangunkan kirana dan membereskan tempat tidur.


Dan pergi ke kamar sebelah. Seperti biasa Arya berulah lagi ke kirana. Dan izha sulit sekali dibangunkan, hingga membuat orang menunggu di bawah.



15 menit kemudian, setelah arya dan kirana turun.



Izha      : Mmm...


Kiness : (memegang kepalanya) kau sakit ya? Badanmu panas banget... (kaget)


Izha     : Aku nggak papa (suara pelan)


Kiness : Bohong... badanmu panas banget dan mukamu juga merah... Tunggu sebentar ya...



     Kinessya bergegas mengambil kain dan air hangat untuk mengompres izha. Ia juga membeli obat.



Di meja makan.



Kirana : Kenapa kinessya? Kok kayak lagi panik banget...


Arya    : Nggak tau...


Momi  : Kalian makan aja.. momi mau liat kenapa dia panik begitu... (pergi meninggalkan meja makan)



  Momi naik keatas dan menghampiri kinessya, untuk mengecek kenapa dia mondar-mandir...


   Setelah sampai di kamar, momi melihat bahwa kinessya sedang merawat izha yang terbaring lemas di tempat tidur.



Kiness : Izha ayo makan dulu... (membantu izha duduk dan menyuapi bubur ke izha)


Izha    : Mmm.... (terlihat lemas)


Momi : Izha... kamu kenapa? (Menghampiri)


Izha    : Aku nggak papa ko mom... (suara lemas)


Kiness : Izha demam, tapi udah aku kompres kok... demamnya juga udah turun...


Momi : Yakin nggak mau ke dokter ?


Izha    : Nggak usah... aku baik-baik aja...


Momi : Kalau gitu momi mau urusin dua anak yang ada di bawah dulu ya... Kinessya tolong jaga izha ya... (menepuk pundak kinessya)


Kiness : Iya mom... (memegang tangan momi dan senyum) momi nggak usah khawatir ya...


Momi  : Iya momi percaya sama kamu... (senyum) momi tinggal dulu ya... (pergi dan turun kebawah)


Kiness : Ayo makan lagi... (menyuapi)


Izha     : Mmm... (makan)


Kiness : Setelah makan, minum obat ya... abis itu istirahat... (sambil menyuapi bubur)


Izha     : Mmm.. (memegang tangan Kinessya)


Kiness : Kenapa ? Ada yang sakit badannya ?


Izha     : Kamu jangan terlalu mengurusku... nanti kamu juga sakit loh... (suara lemas)


Kiness : Sudah... kamu makan aja dulu...


Izha     : Iya... tapi kamu janji.. jangan tinggalin aku sendirian...


Kiness : Iya izha... (membelai lembut wajah izha sambil senyum) makan lagi ya...



 Kinessya sangat perhatian dengan izha. Setelah makan izha minum obat dan tidur. Izha menggenggam tangan kinessya sangat erat.