
Hiasan bunga mawar, cahaya lilin menerangi pantai, pondok yang sudah dihias dengan kain-kain putih dan bunga mawar, angin pantai yang sejuk, dan cahaya bulan yang indah.
Kinessya melihat izha yang berdiri di depan rangkaian lampu dan bunga mawar membentuk hati sambil membawa buket bunga mawar dan sebuah kotak kecil merah.
Kiness : Apa yang kamu lakukan ?
Izha : Apa kamu suka ? (berjalan perlahan mendekati kinessya)
Kiness : Sangat sangat suka... Makasih... (ucap bahagia mendekat ke izha dan memeluknya)
Izha : Apa kau mau bersamaku hingga maut memisahkan ? (bisiknya dengan lembut)
Kiness : (kaget mendengar ucapannya sambil melepaskan pelukan) What ? Are you kidding me ? (merasa tidak percaya)
Izha : Do I look like I'm lying to you? Aku serius... (sambil berlutut memperlihatkan cincin permata)
Kinessya membungkam mulutnya dengan kedua tangan, dia merasa kagum bagaimana ada orang seperti Izha, dengan yang lain terlihat dingin tpi dengan orang yang di sayang sangat lembut, sungguh jarang lelaki sepertinya di dunia.
Kiness : (membangunkan tubuh izha) Apa aku pernah menolak permintaanmu ?
Izha : Tidak...
Kiness : Lalu apa kau pikir aku akan menolak permintaanmu kali ini ?
Izha : Tidak...
Kiness : Kenapa ?
Izha : Karena aku tau kamu sangat mencintaiku...
Kiness : Lalu mengapa kamu masih diam saja, apa kamu ingin aku berubah pikiran... (sambil mengulurkan tangan)
Mereka saling memasangkan cincin di jari manis, lalu berpelukan dengan tangis bahagia mengiringi...
Kiness : Aku juga janji tidak akan meninggalkan mu... (mengusap air mata izha)
*Prok... prok... prok... (suara tepuk tangan)
Semua orang yang telah bersembunyi keluar dari persembunyiannya...
Kirana & Arya : Hoho... ada yang sedang berbahagia... (mengoda sambil bergandeng tangan)
Mom kirana : Romantis sekali anakmu izha, Rey...
Dad Izha : Iyalah... kan anakku...
Kiness : Kalian kok... momi bukannya pulang ke inggris... lalu tamu dan wartawan ini ? (merasa bingung)
Izha : Apa kamu tidak rindu dengan orang tuamu ? (bisiknya)
Mom Kines : Alicya.... (panggil dengan lembut)
Kiness : (menengok kebelakang) Bunda... Ayah... (berlari ke arah orang tuanya) Cya sangat rindu kalian... (sambil memeluk mereka)
Mom & Dad : Kami juga merindukanmu...
All : Tuan Ryan dan Nyonya Alic ? (para tamu bingung)
Ryan (dad kiness) : Oke... saya minta perhatiannya sebentar... (menenangkan para tamu) Saya Alic ryan putra ingin mengumumkan bahwa Alicya kinessya putri adalah putri saya yang akan menjadi peneruh keluarga Alice. Maaf jika saya menyembunyikan hal ini kepada kalian. Saya juga berterimakasih kepada para tamu undangan karena sudah datang jauh-jauh ke sini untuk menghadiri pertunangan anak saya... Untuk selanjutnya saya berikan kepada menantu saya Izha... (menjelaskan semuanya dan menunjuk izha)
Izha : Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian karena sudah datang pada kejutan pertunangan saya, Terima kasih untuk Kinessya yang mau menerimanya dan untuk saudara dan orang tua yang menyempatkan untuk mendatangi ini, Kedua saya ingin minta maaf kepada orang tua saya karena saya kabur dari inggris dan maaf untuk kinessya karena saya merahasiakan bahwa dia adalah menantu keluarga Alvaro dan membuat dia kabur dari rumah. Sekian dari saya, mungkin dari ayah atau paman ada bahan....
Rey (dad izha) : Para tamu yang saya hormati, terima kasih karena sudah menyempatkan hadir ke pertunangan anak saya Izha dan Kinessya, Maaf jika ini mendadak dan Maaf dari saya dan keluarga untuk kinessya karena sudah menyembunyikan ini. Dan selamat bagi mereka berdua atas pertunangannya... Silakan menikmati pesta ini dan saya harap para tamu dapat menikmati pesta...
________________
_______________________