My Love Is Fate

My Love Is Fate
Episode 27



***



  Kamar izha, 20.00



   Kinessya mulai membuka matanya, bangun dari tidur nyenyaknya. Waktu kinessya ingin duduk meregangkan badan tapi merasa terhalang karena izha memeluk tubuhnya sangat erat.



Kiness : Eh... (sambil melihat wajah izha)



   Kinessya berbaring kembali dan menatap wajah izha. Tangannya membelai wajah izha dengan senyuman lembut.



Kiness : Aku mencintaimu,sayang.  (Ucapnya sambil menatap wajah izha dengan senyuman dan membelai rambutnya.)



   Izha mendengar kata itu dan dengan sigap izha langsung mencium bibir mungil kinessya.



Kiness : Ummm... (sambil menutup mata merasakan ciumannya dan menekan kepala izha)



  Merasakan perilakunya, izha memainkan lidahnya dalam mulut kinessya. Ciuman izha membuat kinessya menggilan.



Kiness : Ugh... sudah... ja.. ngan... be.. gini... ahhh.. uhhh... uhhh... (desah kinessya melepaskan ciuman izha)



Izha      : Sayang... mengapa kamu selalu menghalangiku ??? Aku hanya ingin merasakan sentuhanmu... kumohon... jangan menghalangiku untuk memilikimu seutuhnya... (membelai wajah kinessya dengan lembut sambil bermuka iba)



Kiness : Aku sudah milikmu seutuhnya... tunggu lulus aku akan mengizinkanmu melakukan apapun yang kamu mau... Asal kamu tidak melakukan 'itu' kepada yang lain, hanya boleh aku, sayang... (sambil menaruh kepala izha di dadanya dan membelai rambutnya)



Izha      : Mmm.. Baiklah, asal itu kemauanmu aku akan mendengarkannya, tapi biarkan aku melihat tubuhmu yang indah dan memberikan tanda.



Kiness : Jangan begitu (pipinya merona, malu-malu tapi mau)



Izha     : Nanti saja, kamu mandi sana, kita akan kepondok dekat pantai, karena pemandangannya sangat indah... (membelai dan mencium kening kinessya)



Kiness : Baiklah... aku mandi dulu... (mengacak-acak rambut izha dan beranjak pergi)



Izha      : (senyum tipis menatap kinessya) aku pasti akan memberikan tanda kalau kamu hanya milikku... (gumam izha)



Kiness : IZHA, APA KAMU SEDANG MEMBICARAKANKU...? (teriak kinessya dari kamar mandi)



Izha      : Tidak, aku tidak membicarakanmu... (dalam hati : bagaimana bisa dia tahu kalau aku sedang membicarakannya...)



   Setelah selesai mandi, Kinessya keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.



Kiness : Izha... Aku tidak punya baju ganti... (menunduk sambil memegang erat handuk yang di pakai)



  Izha mendekat pada Kinessya sambil melepas satu persatu kancing bajunya...



Izha      : Sayang, kamu sangat cantik... (goda izha, tangan kirinya memeluk pinggang ramping kinessya dan tangan kanannya membelai wajah kinessya)



Kiness : Aku... aku sudah bilang... kalau aku.. lupa bawa baju ganti... (pipinya merah merona,malu melihat dada bidang milik izha)




Izha     : Sayang, apa kamu sedang menggodaku ? (sambil menjilati telinga kinessya, tangan kanannya mulai menyelinap masuk ke dalam handuk)



Kiness : Ugh... ja.. ngan... begini... (tangannya memegang pundak izha



Izha : Baiklah... (mengeluarkan tangan) Pakailah baju itu dan berdandanlah yang cantik...(bisik sebelum pergi mandi)



Kiness : Hmmm... (sambil menengok ke arah izha)


.


.


▪ 15 menit kemudian...



Izha keluar dari kamar mandi, dia kagum melihat kinessya yang tampak cantik menggunakan gaun malam pendek berwarna gold price dengan model rambut curly dan bros bunga putih di rambutnya, serta wajahnya yang cantik natural tanpa make-up.



Kinessya kagum melihat pacarnya yang tampan menggunakan kemeja dan jas putih dengan sapu tangan merah di kantong kemeja bagian atas.



Mereka cukup lama saling menatap, dan perlahan mereka maju. Izha memeluk pinggang kinessya sambil membelai wajahnya dengan lembut. Sedangkan Kinessya, mengalungkan kedua tangannya di leher Izha.



Izha : Sayang, kamu sangat cantik... (godanya)


Kiness : Terimakasih, sayang... (jawabnya)


Izha : Ayo kita berangkat... (sambil merengkuh pinggang kinessya)


Kiness : Iya....



Saat mereka keluar dari pintu, izha menyuruh Kinessya untuk menutup matanya dengan sapu tangan.



Izha : Kamu tutup mata dulu,ya... (menyrahkan sapu tangan)


Kiness : Untuk apa ?


Izha : Aku ingin memberikan kejutan untukmu...


Kiness : Mmmm... baiklah...


Izha : Jangan ngintip, ya... (sambil memakaikan sapu tangan untuk menutup mata kinessya)



Setelah itu, Izha menuntun jalan kinessya.


Sesampainya di pondok pantai,,, izha membuka penutup mata kinessya.



Izha : Jangan buka mata dulu ya.... Jangan ngintip ya... (ucap izha sebelum pergi)


Kiness : Iya...



Izha pergi untuk mengambil sesuatu... tak lama dia kembali...



Izha : Aku hitung sampai 3 ya... nanti kamu boleh buka matanya....


Kiness : Iya...


Izha : 1.... 2.... 3.....


Kiness : (membuka mata)



Kinessya takjub saat melihat semuanya....