
Tak lama kemudian Jonathan datang bersama dua orang pengawalnya dan seorang dokter dari kota terdekat. Jonathan terdiam terpaku melihat bangkai mobil tuan muda di samping pohon itu. Jonathan bisa merasakan suasana mencekam semalam. Dan sangat bersyukur kepada Tuhan, tuan mudanya bisa selamat dari ledakkan mobil.
Secepatnya Jonathan berjalan mendekati rumah dan mengetuk pintu rumah Davira. Nenek yang sedang duduk diruang tamu, mendengar ketukan, membukakan pintu buat mereka.
“Selamat pagi nek” sapa Jonathan.
“selamat pagi, cari siapa?” tanya nenek.
“Tuan mu..” jawab pengawal yang bernama Dodi.
Jonathan melotot melihat Dodi. Dodi yang langsung sadar dengan kesalahannya langsung terdiam.
“Teman saya Alvan nek” Dodi meralat perkataannya.
“Oh.. ia.. masuklah nak, Alvan ada dikamar” kata nenek mengundang mereka masuk. Dan membawa mereka masuk ke kamar Davira.
“Terimakasih nek” jawab Jonathan sopan. Jonathan merasa sangat berterimakasih dengan penyelamat tuan mudanya. Mereka masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Davira.
Jonathan masuk ke kamar dan melihat penampilan tuan mudanya, dengan baju kekecilan dan berwarna pink. Bayangkan!! Tuan mudanya, tuan muda keluarga Liam , pakai baju kekecilan dan gambar hello Kitty pula. Jonathan sampai kehilangan kata-kata. Merasa bersalah tidak bisa melayani tuan mudanya. Sampai menempatkan tuan mudanya dengan kondisi yang menyedihkan seperti ini.
Saat mereka melihat Alvan mereka semua terdiam terpaku tidak berani berkata-kata. Alvan yang melihat mata mereka yang kaget melihatnya, merasa malu tetapi berpura-pura cuek dan tidak peduli dengan tatapan mereka.
Jonathan melihat Davira, dan Davira menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada mereka semua dengan sopan.
Jonathan menatap penuh rasa terima kasih kepada Davira, orang yang sangat berjasa menyelamatkan tuan mudanya.
“Pak Jonathan” panggil Alvan ke Jonathan sopan, mencegah Jonathan mengatakan hal-hal yang bisa membuka kedoknya.
Jonathan sebenarnya sangat keberatan tuan mudanya memanggil dia dengan sopan. Tapi apa boleh buat, tuan mudanya memberikan perintah seperti ini. Dia harus berpura-pura menjadi bos dari tuan mudanya.
“Bagaimana keadaan mu Alvan” tanya Jonathan.
“I’m ok bos, kaki patah mungkin” kata Alvan santai.
“Periksa dia” perintah Jonathan kepada dokter yang datang bersama mereka.
Dengan cepat dokter memeriksa keadaan Alvan secara menyeluruh. Memeriksa dari atas kepala sampai kaki.
“Tidak ada luka serius tuan, cuma cedera ringan dan lecet-lecet. Pergelangan kaki tuan, saya rasa hanya geser engselnya.” Jelas dokter setelah memeriksa Alvan. Dokter terus memberikan perawatan kepada Alvan.
“Saya membawa baju ganti tuan muda” kata Dodi lagi. Dan mendapatkan pelototan mata dari Alvan dan Jonathan.
‘Aduh, salah lagi’ batin Dodi langsung menundukkan kepalanya merasa takut.
Davira yang fokus melihat dokter memeriksa dan mengobati Alvan. Dan sedang bertanya dokter tentang keadaan Alvan. Tidak mendengar kata Dodi. Devira merasa lega mendengar perkataan dokter. Davira pamit keluar dari kamar agar Alvan dapat mengganti bajunya. Juga ingin menyiapkan minuman untuk tamu-tamunya.
“Tuan muda” setelah Davira keluar kamar, Jonathan dan dua pengawal memanggil Alvan dengan hormat.
“Saya baik-baik saja Jo”
“Tuan muda” kata Jonathan hampir meneteskan air mata dan memeluk erat Alvan kembali.
“Seharusnya semalam saya tetap ngotot melarang anda mengemudi sendirian” Jonathan menyalakan dirinya sendiri. Rasa dingin menyusupi hati Jonathan saat membayangkan kemungkinan buruk yang menimpa tuan mudanya. Seandainya terjadi sesuatu yang buruk pasti Jonathan akan merasa sangat bersalah dan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Alvan menatap Jonathan yang merasa bersalah menepuk dadanya keras. “Saya baik-baik saja Jo, tenanglah. Saya masih bisa mengalahkanmu di ring tanding”. Alvan menenangkan Jonathan dengan menggodanya. Alvan dan Jonathan sudah biasa berlatih bela diri bersama.. Dari ring tinju, dojo karate dan beberapa jenis bela diri lainnya. Kemampuan mereka hampir seimbang. Walaupun Alvan sedikit lebih kemampuan bela dirinya.
Jonathan menaikkan alisnya dan melihat kaki Alvan yang diperban kain kasa tebal. Tersenyum meremehkan Alvan. Melihat senyum meremehkan Jonathan. Alvan menghajar bahu Jonathan pelan dan mereka berdua tertawa akrab. Bagi Alvan dan Jonathan hubungan mereka sudah seperti saudara kandung.
Setelah Alvan menganti baju hello Kitty nya dan selesai mendapatkan perawatan dari dokter. Alvan duduk kembali di tempat tidur.
“Tuan besar ingin anda pulang dan mendapatkan perawatan medis terbaik secepatnya” kata Jonathan. Perintah tuan besar saat Jonathan mengabari keadaan Tuan mudanya dan menceritakan kondisi tuan mudanya.
“Saya baik-baik aja Jo. Tenanglah, dokter sudah memeriksa saya tadi. Saya masih ingin di sini Jo” kata Alvan.
“Tapi nyonya besar juga meminta Anda secepatnya kembali ke rumah utama” rumah utama ada rumah yang ditempati oleh tuan besar dan nyonya.
“Nyonya hampir pinsan mendengar kabar tuan tadi pagi.” Jelas Jonathan lagi. Nyonya besar panik dan ingin ke sini melihat anaknya. Tetapi dicegah oleh tuan besar.
“katakan kepada mom, saya sedang berusaha menggambil hati calon menantunya” Jonathan menaikkan sebelah alisnnya mendengar kata Alvan tetapi tidak bertanya lebih lanjut dan hanya menganggukan kepalanya.
Saat pertama melihat Davira, Jonathan mendapatkan kesan yang baik kepada Davira. Davira juga wanita yang sangat cantik. Secara penampilan sosok Davira sangat cocok dengan Alvan yang penampilannya juga sangat rupawan. Yang paling utama Davira adalah penyelamatan tuan mudanya.
Jonathan juga senang tuan mudanya mulai membuka hatinya untuk wanita lain. Setelah kejadian dengan Bella Alvan seperti menutup hatinya dari wanita. Jonathan sangat berterima kasih kepada Davira dan seandainya Davira berjodoh dengan tuan mudanya. Itu adalah hal yang sangat bagus. Jonathan sangat mendukung Alvan.
“Jo pulanglah. saya akan tinggal disini beberapa hari. Kamu urus proyek yang disana. Katakan pada mereka saya kecelakaan dan tidak bisa hadir.” Perintah Alvan.
“Ia tuan muda” jawab Jonathan.
Setelah memberikan ponsel, semua kelengkapan dan kebutuhan tuan mudanya. Jonathan bersiap untuk pergi.
Setelah keluar dari kamar, Jonathan jalan menghampirinya Davira yang sedang duduk di ruang tamu.
“ Tuan silahkan minum airnya” Davira mempersilakan Jonathan dan yang lainnya minum.
“Terimakasih nona” kata Jonathan. Jonathan dan kedua pengawal dan dokter meminum dengan cepat. Karena mereka ingin bergegas pergi.
“Nona Davira, saya mohon bantuannya untuk merawat Alvan” Jonathan meminta bantuan Davira.
“Hah? Kenapa?!, Kok gak pulang?” tanya Vira bingung.
“Alvan tinggal sendirian di rumahnya. Sekarang kaki Alvan sakit dan susah bergerak, dia akan kesusahan kalo tinggal sendiri, tidak ada orang yang bisa membantu dia” jelas Jonathan. “Kedua orang tuanya tinggal di kota lain, jadi gak ada yang bisa menjaga dia” lanjut Jonathan.
“ tetapi mereka?” tanya Davira melihat dua orang yang lain.
“Kami semua harus keluar kota, ada proyek yang harus kami selesaikan, tidak bisa ditunda, apalagi Alvan terluka, kerjaan kami semakin bertambah karena kami yang akan menggambil alih tugasnya.”
“Tapi..” bingung Davira.
“Saya mohon nona, kami akan memberikan uang untuk menggantikan biaya perawatan dan hidupnya di sini.” Lanjut Jonathan
“Tidak ada yang bisa membantunya saat kami semua pergi ke luar kota. Tolong bantu kami nona. Setelah Alvan membaik kami akan datang menjemputnya.
“Anda bisa menggunakan ini untuk semua kebutuhan Alvan.” Jonathan menyerahkan kartu ATM kepada Davira.
“Ini bukan masalah uang tuan” tolak Davira tidak enak. Bagaimana bisa merawat orang asing di rumahnya.
Jonathan menyimpan kartu ATM di meja tamu dan secepatnya keluar dari rumah. Tidak memberikan kesempatan Davita menolaknya.
“Tuan.” Panggil Davira bingung mengejar ke depan rumah.
“Mohon bantuannya nona” Jonathan dan yang lainnya masuk ke mobil dan pergi dari sana dengan sangat cepat.
Davira menarik nafas panjang, dan masuk ke dalam rumah lagi.
“Gimana ini nek?” tanya Davira bingung.
“Ya apa boleh Vira, kasihan juga dia gak ada yang jagain” jelas nenek.
“Nanti kamu tidur sama nenek aja”