
Alvan meneteskan air mata sakit hati dan marah, membanting, membuang cincin yang akan digunakan untuk melamar Bella. Masuk dan mengemudi mobil dengan kecepatan penuh membelah jalan.
“Brengsek.. Brengsek..” Alvan berteriak dan memukulkan tangan ke kemudi mobil. Perasaan kecewa yang sangat besar. Sakitnya dikhianati orang yang kita percaya dan cintai. Hanya orang yang pernah mengalami yang tahu bagaimana sakitnya itu. Tidak tertahankan.
Sejak hari itu Bella datang berkali-kali untuk bertemu Alvan, ingin bertemu dan berusaha membujuk Alvan. Tetapi Alvan menolak bertemu dengannya. Alvan tidak ingin bertemu dengan Bella.
Jonathan yang tahu menjaga Alvan dengan baik. Setiap kali Bella datang mendekati Alvan, Jonathan selalu didepan menolak kedatangan Bella.
“Sebaiknya Anda pergi nona, tuan muda tidak ingin bertemu dengan anda. Seharusnya anda malu untuk bertemu tuan muda.” Kata Jonathan dengan geram.
“Apa anda tidak mempunyai rasa malu?” Jonathan besikap kasar. Seandainya tuan muda tidak memerintahkan dirinya untuk tidak menyakiti Bella. Sudah pasti habis Bella di tangan Jonathan.
Berani sekali wanita brengsek ini menyakiti tuan muda yang dia sayangi. Wanita tidak tahu malu. Sebenarnya Jonathan tahu keburukan Bella. Dan berniat melaporkan ke tuan mudanya.
“Jangan ikut campur kamu, dasar kacung” geram Bella menghadapi Jonathan yang selalu menghalangi Bella ketemu dengan Alvan.
Jonathan menaikkan alisnya, menatap heran, kenapa tuan mudanya bisa suka wanita seperti ini.
“VAN...” teriak Bella. Tidak ada reaksi dari dalam.
“Van dengarkan penjelasan ku Van. Ini hanysalah paham”
“ALVAN” pantang menyerah Bella memanggil Alvan.
“huh.. dasar” Jonathan menyempitkan matanya menatap dingin wanita di depannya yang berteriak dari tadi.
“Seret dia dari sini” perintah Jonathan dingin.
Beberapa penggawal mulai menarik Bella.
“silahkan pergi nona” para penggawal mulai menarik tangan Bella.
“Jangan sentuh saya berengsek kalian” Bella menolak untuk pergi.
“Alvan..” teriak Bella sambil berurai air mata.
Mendengar keributan yang tidak mereda, Alvan akhirnya keluar dari ruangannya.
“Tuan muda” Jonathan mendekati Alvan dengan mengkhawatirkan tuan mudanya. Jonathan tahu bagaimana hancurnya perasaan tuan mudanya. Alvan menaikkan tangan nya, meminta Jonathan diam.
“Masuk” perintah Alvan meminta Bella masuk. Bella merasa mendapatkan peluang lagi. Bella yakin Alvan tidak akan tega terhadap dirinya. Dia hanya perlu memohon pada Alvan, meminta maaf dan menangis dengan pilu, Alvan pasti akan luluh dan memaafkannya. Cinta Alvan padanya sangat dalam. Sekarang saatnya bersikap menyesal dan meminta maaf. Bella harus mengambil hati Alvan kembali.
Dengan percaya diri Bella masuk kedalam. Dengan senyum puas, Bella berjalan masuk keruangan. Menabrak bahu Jonathan.
“Awas kamu Jo, saya pastikan menghancurkan kamu nanti saat masalah kami selesai” bisik pelan Bella mengancam Jonathan.
Jonathan hanya diam saja, ingin rasanya dia menampar wajah sombong Bella.
Setelah masuk keruangan Alvan, Bella mengeluarkan air matanya, mendekati Alvan. Berusaha memeluk Alvan. Tapi terdiam saat melihat pandangan mata Alvan yang bisa membunuh orang.
“Van..” panggil Bella lembut dan mulai terisak.
“Saya sudah bilang kita sudah tidak ada hubungan lagi. Buat apa kamu setiap hari datang ke sini membuat keributan?” tanya Alvan dingin.
“Maaf Van, saya sangat mencintaimu, saya gak bisa kehilangan dirimu” kata Bella sambil menangis.
“Cinta? Cinta kamu bilang?tanya Alvan sarkas. “Cinta tapi berselingkuh, cinta apa itu? Cinta uang seperti yang kamu bilang?” tegas Alvan.
Dulu saat hubungan mereka baik-baik saja, jangankan menangis, hanya rengekan kecil Bella. Hati Alvan tidak tega, Alvan pasti memberikan apa yang Bella mau. Semahal apa barang yang Bella mau selalu diberikannya.
Sekarang melihat Bella menangis Alvan rasanya sudah tidak ada rasa, tidak ada rasa kepedulian Alvan apalagi rasa cinta. Bertapa sakitnya hati Alvan. Alvan berprinsip, tidak ada maaf bagi penghianat. Sekali berkhianat pasti akan berkhianat lagi nantinya.
Dengan wajah dingin Alvan melempar foto ke wajah Bella. Bella bingung menatap Alvan meminta penjelasan, tapi Alvan hanya diam. Bella berlutut dan mengambil foto yang tercecer.
Betapa syoknya Bella, ternyata ini adalah foto yang menunjukkan dia bermesraan dengan Jordy, foto kencan Bella dan Jordy di Singapura, foto mesra dengan Alvan. Ciuman ditempat umum. Yang paling mengagetkan ternyata ada foto Bella dan Jordy yang masuk ke apartemen Bella di Singapura ataupun ke hotel dengan bergandengan mesra.
“Van..” Bella hanya bisa menangis tanpa bisa berkata-kata. Bella kaget dengan foto di depannya. Dia selalu berhati-hati agar tidak ketahuan di Jakarta. Tetapi saat ke Singapura Bella dengan leluasa bermesraan dengan karena dia merasa tidak ada yang mengenal dirinya. Tapi Bella merasa bingung bagaimana bisa muncul foto-foto dia dengan Jordy. Siapa yang memotret mereka.
Bella sangat takut, bagaimana bisa menjelaskan bila bukti terpampang didepan mata.
“Saya tidak menyangka kamu adalah wanita murahan Bella. Sudah berapa lama kamu mengkhianatiku?” Kata Alvan dengan keras. “Saya peringati kamu, jangan pernah muncul dihadapan saya apalagi datang mencari saya” tatap Alvan jijik dengan wanita yang mengobral tubuh buat lelaki lain.
Memang mereka telah pacaran selama tiga tahun. Tetapi Alvan selalu menjaga Bella, tidak pernah menyentuhnya tubuh Bella. Menghargai kehormatan Bella. Sekedar ciuman di bibir Bella
Alvan menarik nafas dalam-dalam. Membuang nafas dan membuang Bella dari hatinya. Tidak mudah tetapi harus dilakukannya.
“Melihat hubungan kita dulu, saya tidak akan membuat masalah dengan perusahaan ayahmu, atau membuat masalah dengan Jordy” Alvan kembali duduk di kursi kebesarannya. Menatap wanita yang pernah dia cintai.
Wajah sembab dan air mata yang menetes. Dulu saat Bella meneteskan air mata. Hati Alvan yang sakit. Ternyata cinta bisa hilang karena rasa sakit dan kecewa.
“Saya peringatkan kembali, cukup sampai disini, jangan pernah muncul dihadapan saya. Bahkan saat kita akan bertemu, bersembunyilah agar saya tidak melihatmu” Alvan berbicara dengan dingin dan tegas
“Saat saya melihat dirimu di depanku lagi, saya pastikan perusahaan Ayahmu akan jadi kenangan” ancam Alvan.
Bella sangat terkejut, melihat perubahan sikap Alvan terhadapnya. Perusahaan ayahnya sudah bermasalah, seandainya Alvan merusaknya. Habislah sudah perusahaan ayahnya.
“Dan juga katakan kepada Jordy, jangan berani muncul dihadapan ku, saya pastikan kalian hancur” kata Alvan sambil berdiri dari kursinya.
Bella yang berfikir untuk meminta Jordy bicara dengan Alvan, membujuk Alvan. Karena Jordy adalah teman SMA Alvan dan mereka cukup akrab.
Bella terdiam kembali,hanya bisa menangis dengan lebih kenceng dan tidak bisa bergerak.
“Keluarkan dia dari sini” teriak Alvan.
Seketika Jonathan masuk dengan dua orang pengawal dan membawa Bella keluar. Bella yang syok hanya bisa ikut keluar sambil menangis. Bella sangat menyesal, menghianati perasaan Alvan. Bella terlalu percaya diri akan Alvan.
Jonathan menatap wanita didepannya dengan dingin.
“Tuan muda” panggil Jonathan
“Anda baik-baik saja?”
“Kenapa kamu baru memberitahukan saya soal Bella, Bella telah mengkhianati ku?” marah Alvan.
Baru saja Jonathan menyerahkan bukti perselingkuhan Bella didepannya. Sesaat sebelum Bella datang.
“Saya harus memastikan dulu tuan muda, biar tidak ada kesalahan” Jonathan menundukkan kepalanya.
“Saya juga bimbang, karena melihat dalamnya perasaan tuan dengannya. Saya takut menyakiti hati anda tuan.” Jonathan menundukkan kepala meminta maaf.
“Saya sangat menyesal tuan. Ternyata dia semakin menjadi. Saya ingin memberitahukan anda secepatnya, tetapi anda ke Amerika, jadi saya menunda sampai anda kembali. Tetapi tuan muda sudah tahu duluan” kata Jonathan menyesal dan merasa ngeram kepada Bella.
Alvan hanya bisa menarik nafas panjang. Tidak bisa menyalahkan Jonathan atas perilaku brengsek Bella.
“Lain kali ada berita apapun kasih tahu saya. Seburuk apapun sesakit apapun. Saya tidak mau menjadi orang bidoh” tegas Alvan.
“Ia tuan muda” Jonatha mengangguk patuh.