My Love Dear

My Love Dear
Kecelakaan



Di sebuah desa yang begitu asri, dengan suasana tenang menjelang tengah malam. Hanya suara angin dan binatang kecil yang mengeluarkan bunyi saut menyaut yang indah.


Tiba-tiba


"BRAKKKK"


Tiba tiba terdengar suara kenceng memecah keheningan malam. Suara benturan mobil yang terguling.


Membangun Davira dari tidur lelapnya. Davira bangun dan merasa jantungnya berdebar-debar. Mendengar suara keras itu.


Secepatnya Davira bangun dan menuju jendela. Dia kanget melihat sebuah mobil terbalik dari kejauhan dan mulai mengeluarkan percikkan api. Tanpa berpikir lebih lanjut Davira keluar dari rumah dan berlari menuju mobil itu.


Davira mengintip dari jendela mobil. Terlihat seorang lelaki di dalamnya.


"Pak, pak bangun" Teriak Davira sambil menggedor-gedor pintu mobil. Davira melihat lelaki itu diam tak bergerak. Davira semakin panik melihat percikan api yang semakin membesar.


Davira mencoba membuka pintu mobil itu, syukurlah pintu mobilnya bisa terbuka. Karena lelaki itu membuka pintu mobilnya dengan usaha terakhir sebelum jatuh pinsan.


" Pak.. Pak.. " Teriak Davira memanggil lelaki asing itu. Davira belum pernah melihat lelaki ini di desa. Kemungkinan dia adalah orang yang baru datang ke desa.


Seorang lelaki yang begitu ganteng. Walaupun lelaki ini dengan raut wajahnya yang kesakitan, dengan mata tertutup, antara sadar dan tidak sadar, meringis kesakitan.


Dengan kaki yang panjang, sedikit tersangkut di kursi. Karena kesakitan, lelaki ini jatuh pinsan.


"Aduh" Davira panik karena lelaki ini jatuh pinsan.


"Beratnya"


Davira menarik lelaki yang pinsan itu sekuat tenaganya. Menarik lelaki itu sejauh mungkin dari mobil itu karena Davira melihat kobaran api yang semakin membesar. Davira takut mobil itu akan meledak. Davira mengertak giginya dan menarik tubuh lelaki itu.


Setelah Davira agak jauh dari mobil itu. Tiba-tiba mobil itu meledak dengan suara yang sangat keras dan api yang membumbung tinggi.


Davira gemetaran membayangkan kalau mereka terlambat sedikit saja. Maka lelaki ini dan dia bisa hancur berkeping keping.


Davira berjongkok dan mulai menepuk pipi lelaki asing itu.


" Pak, Pak, bangunlah" Davira mengecek nadi di tangan dan nafas di hidungnya. Davira bernafas lega karena merasakan nafas dan nadi lelaki ini.


Tambak beberapa luka di wajah dan kepalanya yang mengalirkan darah segar.


Davira memeriksanya, dan mengambil kesimpulan bahwa tidak ada hal yang membahayakan nyawa lelaki ini.


Merasa tepukan di wajahnya, Alvan membuka matanya pelan, dengan pandangan mata yang agak buram. semakin lama semakin jelas.


Alvan memlihat seorang wanita memanggil manggil dirinya. Alvan mengejap ngejap matanya dan melihat seorang wanita yang begitu cantik, dengan rambut hitam tergerai di wajah Alvan.


" Apakah kamu bidadari?" tanya Alvan bingung.


" Saya di surga?" tanya Alvan dengan bisik pelan dan merasa pandangannya semakin buram dan menutup matanya kembali. Alvan jatuh pinsan lagi.


Suara ledakan yang besar membangun banyak orang desa yang tertidur. Seorang kakek tua berlari mendekati Devira.


"Apa yang terjadi non Davira?" Tanya pak Amad tetangga terdekat Davira.


"Ada yang kecelakaan pak Adman" kata Davira mulai tenang.


Beberapa warga lain juga datang mendekat dan melihat kondisi kecelakaan di sana.


" Pak, tolong bawa orang ini ke rumah saya" pinta Davira sopan kepada warga sekitar.


"Baringkan dia di kamar itu" pinta Davira.


Setelah membaringkan lelaki itu, Devira memeriksa kembali kondisinya.


Seorang bapak-bapak bernama Pak Wahyu memeriksa kondisinya. Pak Wahyu ada mantri di desa itu. Dia datang ke lokasi karena di panggil warga.


Davira memberi ruang agar Pak Wahyu bisa memeriksa. Dengan teliti Pak Wahyu memeriksa, membersihkan luka di kepala, lengan dan kaki lelaki ini.


" Bagaimana kondisinya pak Wahyu? " tanya Davira.


"Tidak ada luka serius non Davira. Hanya ngenggar otak ringan. mungkin sebentar lagi akan sadar" Pak Wahyu menjelaskan.


Setelah mendengar penjelasan Pak Wahyu. Para warga merasa lega dan berbisik-bisik merasa aneh dan bersyukur nyawa orang asing ini terselamatkan. Warga yang berkumpul mulai membubarkan diri. Karena masih tengah malam, semua warga pulang untuk tidur kembali.


" Terima kasih Pak Wahyu sudah datang meriksa" kata Davira mempersilahkan Pak Wahyu duduk. "Saya bikinkin teh ya pak" Davira menawar minum ke pak Wahyu.


" Gak usah non, bapak mau pulang aja, masih malam." tolak pak Wahyu.


Davira mengantarkan pak Wahyu pulang dan warga yang lainnya.


"Terimakasih bapak-bapak atas bantuannya" senyum Davira ramah.


Semua warga merasa senang dengan keramahan Davira.


" Bagaimana kondisinya Vira?" tanya nenek Davira. Bu Amira.


"Dia baik-baik aja Nek, dia hanya syok aja. Nenek tidur lagi ya, masih malam banget ini Nek.


Nenek jalan mendekati lelaki itu.


"Hampir aja celaka kalian, nenek sampai jantungan tadi lihat mobilnya meledak. Syukurlah Vira kalian masih diberkati."


"Aduh duh.. Ampun" Nenek mendekati kasur


"Kenapa nek? tanya Davira bingung


"Gantengnya anak ini, coba nenek masih muda, sudah jadian pacar ini" kata nenek sambil melihat dan memegang wajah lelaki asing ini.


"Nenek.." Davira tertawa mendengar kata neneknya.


"Boleh tuh Vira jadiin suami" kata nenek menggoda Davira. Nenek selalu merasa Davira sudah cukup umur untuk menikah. Davira sekarang berumur 26, umur yang sudah lebih dari pantas untuk menikah, apalagi zaman nenek yang telah menikah saat berumur 17 tahun.


"Nenek, masuk kamar tidur ya.. ini baru jam 1.25 tengah malam. nenek harus jaga kesehatannya" kata Davira sambil membawa nenek keluar dari kamar dan mengantarkan nenek ke kamarnya.


"Tidur ya nek" kata Davira sambil jalan keluar.


"Jadiin suami ya Davira, itu jodoh yang dikirimkan Tuhan buat mu" kata nenek sambil menutup matanya dan tidur.


Davira hanya tersenyum mendengar kata neneknya. satu-satunya nenek yang Devira punya. Kakek telah berpulang 10 tahun yang lalu.


Davira kembali ke kamarnya, melihat lelaki itu.


'Emm. Emang ganteng banget sih cow ini' pikir Devira.


Dengan kondisi luka dan mata tertutup. Masih terlihat kesempurnaannya. Hidung yang mancung dengan bibir yang seksi. Bulu matanya sangat panjang. Davira merasa kalah dengan bulu matanya. Seorang lelaki yang sangat macho dan ganteng. Sempurna banget ciptakan Tuhan tiada ada yg bisa dicela.


Davira penasaran dan melihatnya dengan teliti. Dalam diam Davira melihat Alvan. Hati Devira terasa berdebar sedikit. Davira mulai menjauh dari Alvan. Setelah melihat dia belum juga sadar. Davira menarik sebuah kursi mendekati kasur agar saat lelaki ini terbangun. Davira dapat langsung mengetahui nya. Davira merasa matanya semakin berat dan menutup matanya. Tak lama kemudian Davira mulai menutupa mata dan tertidur juga. Davira karena merasa sangat mengantuk.