My Love Dear

My Love Dear
Bab 4. MASA LALU



Sebagai seorang CEO Alvan adalah seorang yang sangat berbakat. Usaha ayahnya yang sukses telah diserahkan kepada Alvan. Dan Alvan mengembangkan perusahaan dengan kemajuan yang berlipat ganda, berkembang dengan pesat menguasai semua bidang usaha ayahnya dan memasuki bidang usaha baru.


Sebagai seorang pengusaha muda, Alvan sangat sukses dan berkelimpangan harta. Harta yang tidak akan habis sepuluh turunan. Alvan selalu diincar oleh wanita-wanita yang tergila-gila kepadanya. Seorang pria yang sangat kaya raya, dengan penampilan yang sangat rupawan, mempesona siapa saja yang melihat fisiknya apalagi mempunyai harta tak terhingga. Sempurna dalam segala hal.


Begitu banyak kolega perusahaan ayahnya yang ingin menjodohkan anak perempuannya. Artis-artis yang cantik mempesona, semuanya berusaha mengambil hati Alvan. Dimana dia berada, di sana ada wanita-wanita yang selalu berusaha mendekatinya.


Semua wanita yang mendekatinya membuat Alvan muak. Tidak ada yang tulus mencintai dirinya. Semua mencintai uangnya. Sebagai seorang yang sangat berkuasa dan berharta. Susah untuk mendapatkan seseorang yang benar-benar mencintai dirinya. Yang ada hanya yang mencintai latar belakangnya.


Ada kejadian yang membuat Alvan trauma dengan hubungan asmara dengan wanita. Wanita yang pernah tulus dia cintai.


Lima tahun yang lalu, Alvan berpacaran dengan Bella. Alvan jatuh cinta kepada Bella, anak seorang kolega ayahnya. Seorang wanita cantik dan sangat anggun. Alvan sangat mencintainya. Alvan merasa dia adalah wanita yang sempurna dan tepat untuknya.


Saat hubungan mereka berjalan 3 tahun, Alvan ingin melamar Bella dan menjadikan Bella istrinya. Alvan memantapkan hatinya untuk Bella. Karena dia merasa Bella adalah sosok perempuan yang lemah lembut dan halus orangnya.


Alvan yang baru pulang dari Amerika, karena begitu merindukan kan Bella. Langsung menuju rumah Bella. Mampir di toko bunga dan membeli bunga kesukaan Bella, mawar merah berjumlah 99 tangkai. Alvan ingin memberikan kejutan kepada sang kekasih.


Alvan ingin melamar Bella hari ini. Dengan hati berdebar-debar dan kotak cincin disaku jasnya. Alvan datang ke rumah Bella dengan semangat dan tersenyum membayangkan kekasihnya.


Setelah sampai ke rumah Bella. Alvan meminta pembantu di rumah merahasiakan kedatangannya.


Dengan senyum lebar Alvan naik ke loteng dan mendekati pintu kamar Bella. Saat akan mengetuk pintu kamar, Alvan terdiam saat mendengar suara ibu Bella yang berteriak.


“Bell, kamu harus menggenggam erat Alvan. Usaha ayahmu sedang dalam keadaan genting. Setiap saat usaha ayah bisa kolap.” Ibu Bella mewanti-wanti Bella.


“Tenang mom, Alvan cinta mati Bella ” Bella tertawa dengan sombongnya.


“Dia akan memberikan apa saja buat Bell, kalo Bell suruh berlutut juga pasti dilakukan”


Alvan tersenyum mendengar kata Bella. Apa yang Bella katakan adalah benar. Apapun akan Alvan berikan kepada Bella. Soal usaha ayah Bella, Alvan akan membantunya. Hanya masalah kecil buat Alvan.


Alvan menghentikan gerakan tangannya yang akan mengetuk pintu lagi karena ibu Bella berteriak lagi.


“Menjauhlah dari Jordy Bella, jangan kamu bemain api dibelakang Alvan.” Mama Bella mengingatkan Bella. Deg.. deg.. jantung Alvan berdetak dengan kencang mendengar kata ibu Bella.


‘Jordy?’ Batin Alvan. Teman kampus Alvan? Tangan Alvan yang akan mengetuk pintu terdiam terpaku. Dengan diam Alvan mendengarkan kata Bella yang menyakiti hatinya.


“saya mencintai Jordy mom. Jangan memintaku putus” bentak Bella kepada mamanya.


“Apalagi yang kamu cari Bell? Alvan sempurna. Penampilan dan kekayaan semua lengkap.” Bingung ibu Bella melihat anak gadisnya.


“Bagaimana kalo Alvan tau Bella? Mama gak bisa tenang, kamu harus memilih Alvan dan jauhilah Jordy” bujuk ibu Bella.


“Alvan tidak akan tau Mom, dia terlalu sibuk kerja, gak pernah ada waktu menemani Bella apalagi sampai tau soal Jordy” dengan yakin Bella menjawab ibunya.


“Saya akan menikah dengan Alvan dan menjadi nyonya Alvan Aqila Liam. Nyonya besar dengan segala kemewahan yang bisa Alvan berikan. Dan Jordy akan menjadi pacar saya dibelakang. Saya mencitai Jordy. Jordy juga mencintai saya mom. Jordy sudah setuju dengan keinginanku.” Dengan senyum culas Bella membayangkan kemewahan hidup dan kebahagian bersama Jordy, membanggakan dirinya yang sangat beruntung mendapatkan cinta dari dua orang lelaki.


“Bukankah sangat indah Mom, punya status sosial yang sangat tinggi ,harta melimpah dan bahagia bersama Jordy. Jordy yang Bella cintai Mom. Alvan terlaku kaku, gak perhatian, gak romantis, tiap hari sibuk aja” keluh Bella. “ Alvan hanya untuk kenyamanan dan kemewahan hidupku mom. Sedangkan Jordy lebih segalanya dari Alvan, hanya satu yang Jordy gak bisa kasih Bella. Kemewahan!! hanya bisa kasih Bella cinta” sesal Bella terhadap kondisi keuangan Jordy. Seandainya Jordy kaya seperti Alvan. Bella gak akan bingung seperti ini. Tapi dia mencintai Jordy. Seorang lelaki yang sangat pengertian, perhatian dan sangat pandai mengambil hati Bella.


Jordy juga bisa terima Bella menjadi istri Alvan dan menjadi kekasih Jordy.


Alvan terdiam membeku, tidak pernah terfikir Bella akan bekata seperti ini. Bagi Alvan Bella adalah wanita sempurna. Seorang yang sangat cantik, anggun dan halus. Ternyata hanya kedok, hanya iblis matre yang menjijikkan. Yang bisa berfikir mempunyai suami dan selingkuhan disaat yang sama.


Bagaimana bisa menerima seorang wanita yang sudah berselingkuh di belakangnya. Dan berfikir mempunyai dua orang lelaki dalam hidupnya. Alvan sangat kecewa dan sedih. Cinta yang diberikan tulus dibalas culas.


Dengan kasar Alvan membuka pintu kamar Bella. Bella dan ibunya terkejut. Dan saling memandang, berharap Alvan tidak mendengarkan percakapan mereka.


“Sayang, kamu kapan pulang, kok gak kasih tau?” Bella mendekati Alvan dan memeluk Alvan. Merangkul lengan Akvan mesra. Dan langsung ingin mengambil bunga di tangan Alvan.


“ Bunganya bagus banget sayang”


Sebelum tangan Bella mencapai bunga tersebut, Alvan membanting bunga itu ke lantai.


“Saya jijik denganmu Bella, beraninya kamu bermain di belakang ku” Alvan melepaskan tangan Bella yang merangkul nya.


“Apa maksudmu Van?” tanya Bella panik, dan pura-pura tidak mengerti.


“ Wanita murahan!!” Teriak Alvan. “Kamu selingkuh dengan temanku? JORDY?”


“ Sayang, kamu salah paham” Bella mulai mengeluarkan air mata. Bukan air mata kesedihan, tetapi air mata ketakutan. Takut akan Alvan yang akan pergi meninggalkanya, membayangkan segala kemewahan yang didapatkan akan menghilang.


“Salah paham Van, bukan seperti itu” kata ibu Bella mencoba menjelaskan.


“Cukup tante, saya sudah mendengar semua hal yang kalian katakan” Alvan memicingkan mata menatap tajam wajah ibu dan anak di depannya.


“Mulai saat ini kita putus, saya gak mau ada hubungan apa pun dengan kamu lagi Bella” setelah berkata Alvan meranjak pergi. Bella menahan tangan Alvan dan memeluk Alvan dari belakang.


“Jangan pergi Van, semua salah saya” Isak tangis Bella, berharap air mata sedih bisa meluluhkan hati Alvan. Alvan yang akan melakukan apa saja untuknya. Berharap Alvan memaafkan kesalahannya.


“Jordy yang menggodaku Alvan. Saat kamu sering ke luar negeri. Jordy selalu datang menggoda ku.” Jelas Bella.


“Saya tidak akan berhubungan dengan Jordy lagi Van. Saya sangat mencintaimu, jangan tinggalkan saya Van” tangis Bella pecah dan air mata jatuh bagai untaian mutiara, sangat menyedihkan.


Alvan hanya diam menatap Bella, Bella merasa berhasil dengan air matanya. Memeluk Alvan kuat.


“Maafkan saya Van, saya khilaf”


Dengan kasar Alvan melepaskan pelukan Bella. Pergi tanpa berkata apapun juga. Alvan terlalu kecewa untuk berkata-kata. Alvan juga takut akan bersikap kasar kepada Bella. Karena dia sangat emosi, kecewa, sedih,dan marah. Rasa yang tidak akan bisa diwakili kata-kata.