
Emosi Yang Tak Terkendali
Seorang gadis terbangun dari tidur nyenyaknya. Mencoba menerjapkan matanya dan menatap sekelilingnya. Ia melihat seorang pria yang tengah memeluk erat tubuhnya.
Lah bukannya tadi Kevin tidur di sofa ya? Kenapa tiba tiba bisa disini? Batin Kenya membeo.
Sekejap menatap wajah Kevin dengan jarak yang begitu dekat. Bahkan, Kenya dapat merasakan hembusan nafas Kevin, yang menerpa wajahnya.
Karena merasa diperhatikan Kevin membuka matanya. Tentu saja Kenya terkejut.
"Ngapain liatin gue?" ucap Kevin dengan suara khas bangun tidurnya.
"E-eng-gak, k-kok l-lo GR banget deh!" elak Kenya.
"Oh"
"Yaudah lo cepet mandi, gue mau bikin sarapan dulu." ucap Kenya seraya bangkit dari tidurnya.
Menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuk dirinya dan Kevin. Setelah selesai Kenya berjalan kearah kamarnya berada dan segera masuk kekamar mandi.
Setelah selesai mandi, Kenya memakai seragam putih abu abunya. Memakai dasi, dan mengambil tas serta sepatunya. Dan menuju meja makan untuk sarapan bersama Kevin.
S
aat sudah sampai dimeja makan, Kenya tidak melihat Kevin disana. Hanya sisah senwitch dengan segelas susu setengah. Kenya menghelah nafas gusar.
Gini nih kalo punya suami dingin, dan gak punya perasaan. Gerutu Kenya dalam hati.
Setelah Kenya selesai sarapannya, Kenya langsung keluar dari rumahnya. Dan menuju kesekolahnya, menggunakan angkutan umum.
Sekarang Kenya sudah berada di koridor sekolah. Semua teman teman nya menatap Kenya dengan sinis, tapi Kenya tak peduli akan hal itu.
"Kenya!!"
Panggilan tersebut membuat Kenya membalik kan dirinya kearah belakang. Tenyata Lori yang memanggil, huh ada apa dia memanggil sambil triak triak.
"Ada apa?" jawab Kenya malas.
"Lo harus liat di mading, cepet!!" ucapan Lori membuat Kenya menyengrit heran. Kenapa dengan mading? Apa urusan Dirinya dengan mading?
"kenapa?" bingung Kenya.
"Ahh kelamaan lo. Cepet lo harus liat perbuatannya si Dini!" ujar Lori dan seketika Kenya merasakan firasat buruk.
Dengan cepat Kenya dan Lori lari kearah mading yang berada dilantai tiga, dan bersebelahan ruang guru.
Kenya dan Lori terus lagi dan menaiki tangga. Saat sudah sampai mading tengah di kerubuni oleh siswa siswi lainnya.
Dan Kenya langsung menerobos masuk dan membaca apa yang ada di mading.
"Gue ingetin buat sama lo semua yang udah punya pacar jaga pacarnya baik baik. Kalo gak mau direbut sama KENYA ZAZQIA AYUMNA, dia udah ngerebut Kevin dari gue! Gak tau malu. Dan ati ati Kenya cewek nakal yang suka keluar masuk CLUB malam bareng pria berjas!!"
#Dini MIPA 2!
Kenya sudah baca apa yang ada di mading. Dan seketika sorot mata semua siswa siswi tertuju padanya. Ada yang mencibir, mencaci, dan membicarakan dirinya secara terang terangan.
"Hahah. Dasar *****! Gak malu rebut pacar orang? Pakek ke club malam sama om om idih NAJIS!" ujar salah satu siswi dengan tatapan menjijikan saat melihat Kenya.
"Lo kalo gak tau apa apa gak usah banyak bacot! Hidup lo terlalu ngurusin orang *******!" maki Kenya membuat siswi tadi terdiam.
"Brengsek! Bubar gak lo!" teriak Kenya dan semua murid mulai meninggalkan mading.
"Lori lo tunggu sini. Gue mau samperin Dini!" ujar Kenya tegas dan Lori gak bakal tinggal diem.
"Gak Kenya lo tahan emosi lo. Jangan buat masalah, ini masih daerah sekolah, inget!" terang Lori tetapi Kenya tak mengubris ucapan Lori ia malah berjalan kearah ke Kelasnya Dini berada.
Dengan mata yang memerah menahan marah, dan tangan yang mengepal Kenya terus berjalan.
Sampai akhirnya Kenya sudah berada didepan kelas Dini dan Kevin.
BRAK!
Kenya membuka pintu dengan kencang membuat seisi kelas kaget bukan main. Kenya berjalan dimana Dini ditempat duduknya bersama dayang dayang alaynya.
Kenya menarik kerah baju Dini dengan kuat dan menatap tajam wajah Dini. Membuat siapa saja yang melihat begidik ngeri.
Dari arah belakang sudah ada Lori, Fira dan Kevin serta sahabat nya. Lori dan Fira mencekal tangan Kenya akgar melepaskan cengkraman nya dari baju Dini.
"Kenya lepasin malu diliat banyak orang" lerai Lori dengan wajah memohon.
"Haha apa kata lo? Malu? Malu lo bilang? Buat apa hah! Bahkan gue udah dipermaluin sama si kaparat Dini! Jadi buat apa malu." ujar Kenya santai dan mata nya beralih kepada Dini.
Dini yang nobatenya Ratu bully takut saat melihat Kenya marah. Dini tak menatap Kenya.
"Maksud lo apa hah! Nulis dimading kayak gitu hah! Siapa yang bilang gue rebut Kevin dari lo? Dan sejak kapan gue keluar masuk ke club malam! Dan bahkan lo bilang gue sama om om?! Omong kosong lo bikin gue eneg *******!" sentak Kenya yang masih menarik kerah baju Dini.
"G-gue g-aak be-ermaksud ka-aya gitu. Gu-ue ben-nci liat l-lo sam-pe-erin Ke-evin wa-aktu dika-antin." jawab Dini denga berbata karena kerah bajunya yang masih ditarik sangat kuat oleh Kenya.
"Kenya lepasin anak orang mati!" tutur Fira yang melihat Dini sudah tersengal sengal menapas.
"GAK BERMAKSUD LO BILANG?! DAN LO BENCI GUE KARENA MASALAH SEPLE? AMBIL NOH KEVIN GUE KASIH! DISINI LO YANG ***** ******* KARENA LO UDAH RUSAK RUM---"
"Udah gak usah dilanjutin!" perkataan Kenya terpotong oleh ucapan Kevin.
Kenya memandang nyalang Kevin karena berani berani nya memotong ucapannya.
"Kenapa? Lo mau belain PACAR lo itu iya?" cakap Kenya dengan menekankan kata pacar.
"GUE BILANG GAK USAH DI LANJUTIN! SEKARANG LO IKUT GUE!" final Kevin dengan nada tegas. Lalu berjalan keluar kelas menuju rooftop.
Terpaksa Kenya mengikuti apa kata Kevin. Ia melepaskan cengkraman tangannya di kerah baju dini lalu menatap tajam Dini dan dayang dayang nya.
"Inget urusan lo sama gue belom selesai! Gue bakal buat lo nyesel karena udah usik ketenangan gue. Camkan itu!" perkatan Kenya benar adanya, ia tak akan segan segan memberi pelajaran kepada orang yang telah mengusik nya. Sedang kan Dini? Ia kicep mendengarnya dan menelankan ludahnya susah payah.
"Lo salah nyari malah sama gue Dini" ujar Kenya dengan senyum devilnya membuat seisi kelas bergidik ngeri.
Tak menyangka seorang Kenya bisa begitu mengerikan jika marah. Membuat kedua sahabatnya tak mengira Kenya akan seperti itu.
Setelah mengatakan kepada Dini, Kenya melenggang pergi dari kelas tersebut dan menemui Kevin dirooftop.
Kenya menaiki tangga untuk mencapai rooftop. Setelah berada dilantai empat terlihat dari tangga jika Kevin sedang duduk dipinggiran rooftop. Dari atas sini terlihat kota Jakarta dengan jalanan yang padat serta gedung gedung menjulang tinggi.
Kenya menghampiri Kevin yang tengah duduk. Dengan perlahan Kenya duduk disamping Kevin menikmati angin di pagi hari.
"Kenapa lo suruh gue kesini?" tanya Kenya to the point.
"Nenangin diri." jawab Kevin singkat.
Kenya tak menjawab. Melainkan menatap Kevin yang tengah tersenyum membuat kadar kegantengannya bertambah.
"Tadi kenapa lo adu mulut sama Dini?" tanya Kevin mengalihkan pandangannya ke Kenya.
"Dia nuduh gue yang enggak enggak" jawab Kenya menatap lurus kedepan.
"Yang dimading?"
"Hm"
"Kenapa musti marah? Kalo sendiri gak ngelakuin itu. Sayang suara lo abis buat hal yang gak penting. Kendaliin emosi lo," ucapan Kevin membuat Kenya menolehkan wajah nya kearah Kevin.
Kenya juga sempet berfikir, kenapa dirinya terpancing dengan omong kosong Dini si Ratu bully. Entah hari ini emosinya tak bisa tertahan, apalagi saat Dini bilang jika dirinya jalan bersama pria berjas. Menyebalkan.
"Gua gak tau. Hari ini kayaknya mudah terpancing emosi. Selalu marah marah, bahkan tadi gue bentak Fira. Gue jadi merasa bersalah" lirih Kenya dan entah sejak kapan kepalanya menyandar dibahu Kevin.
Sontak Kevin menoleh, melihat Kenya yang baru beberapa hari menajadi istrinya. Kevin tak perotes saat bahu nya menjadi sandaran Kenya.
"Sahabat lo pasti ngertiin kondisi lo saat ini. Tapi coba aja buat minta maaf,"
"Iya,"
Kring kring kring
Suara bell pertanda masuk berbunyi. Membuat dua sejoli yang sedang bersandaran terlonjak kaget.
Dengan buru buru Kenya membenarkan posisinya, ia merasa gugup sekarang dengan pipi yang merona. Sedangkan Kevin? Ia kembali lagi dengan wajah yang sangat dingin untuk menutupi kegugupannya.
"Ekhmm" Kevin berdehem.
"Gue kekelas dulu." singkat Kevin.
"I-iya." jawab Kenya gugup.
Kevin melenggang pergi dari rooftop tersebut. Saat ia berada di tangga ada lekukan senyum kecil saat melihat Kenya yang gugup dan merona.
Kenya merasa malu saat dirinya bersandaran dibahu Kevin. Ia ingin pergi dari muka bumi detik ini juga pipi memerah hanya karena bersandar. Aneh.
Kevin terus berjalan denga Kenya dibelakangnya. Kenya terlalu ego untuk berjalan beriringan, karena saat itu bilang jika tidak ada yang boleh tau tentang dirinya dan Kevin sudah menikah.
Entah Kenya hanya menurutinya. Toh ia juga nanti yang enak tidak diganggu oleh fans fans alay nya Kevin.
Saat di tangga terakhir Kevin berbalik melihat Kenya yang menunduk. Ia menghampiri Kenya entah dorongan dari mana Kevin mengelus rambut Kenya lembut.
Kenya yang diperlakukan seperti itu sudah merona dan sempat kaget. Aneh pikirnya saat Kevin mengelus rambutnya.
"Gue duluan inget jangan terlalu dipikirin omong kosong Dini. Gue duluan." ujar Kevin dengan sedikit senyuman yang dapat Kenya liat.
Kenya tak menjawab terlalu gugup perkataan Kevin. Ia hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah itu mereka berpisah saat dipertigaan dekat toilet.
Kenya memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran hari ini. Ia sudah tidak mood gara gara kelakuan Dini, namun ia merasa tersipu saat mengingat kejadian dimana ia bersandar dibahu Kevin dan Kevin mengelus rambutnya dengan lembut.
"Ah gara gara Kevin gue jadi gak karuan begini. Mending gue ketaman belakang sekolah."
bersambung......
Haii aku update lagi....setelah sekian lama gak update cerita MIBMH akhirnya update juga....pasti pada nungguin ya, ehh ehh kayaknya engga deh hehehe:" gak apa apa buat yang selalu DM biar cepet up aku udh turutin....
VOTE jika berkenan dan COMMENT jika ada kesalahan dalam kepenulisan....Maaf lama UPDATE....
Seeu!!