
Yang terpenting, yang diinginkan oleh kebanyakan istri terhadap suaminya adalah kenyamanan Batin ketimbang kenyamanan Lahir
Maka Tugasmu sebagai suami adalah jagalah batin istrimu. Karena itu sebaik baiknya penjagaan, lihatlah beberapa kali ia tersenyum setiap hari.
FRISLI DIRGANTARA
Sekarang Kenya sudah berada dikoridoor kelas dekat toilet. Dari tempat nya berdiri sekarang sudah terlihat Dini dan Fira tengah adu mulut. Biasa cewe kalo ribut, kalo gak adu mulut ya jambak.
"Gue udah bilang gak sengaja, kenapa lo ngotot begitu hah!" cerca Dini dengan tangan menunjuk nunjuk ke mua Fira.
"Jelas jelas lo sengaja, banyak saksi yang liat. Dasar bodoh," tukas Fira tak mau kalah.
Dengan segera Kenya berlari kearah Fira Dan Dini. "STOP!"
Ucapan Kenya membuat yang berada disana semua menoleh kearahnya. Termasuk kedua orang yang tengah berantem.
"Lo itu apa apaan sih? Gak usah ribut kayak gini malu, gimana kalo diliat sama guru ha'h! Lo bedua mau masuk BK, iya? Emang ada masalah apa," ujar Kenya menengahi.
Dini menatap nyalang Kenya, sedangkan Fira? Ia hanya bisa bungkam saat Kenya datang.
"Lo tanya sama sahabat lo ini," kata Dini sambil menunjuk Fira
Pandangan Kenya beralih ke Fira, matanya menyorot meminta penjelasan.
"Tadi dia numpahin kuah bakso ke tangan gue, gila Ken panas banget tangan gue kebakar. Eh dia bilangnya gak sengaja, padahal jelas jelas dia sengaja. Semua yang ada dikantin juga liat," jelas Fira
"Tuh, jadi disini lo yang salah. Lo dengan sengaja numpahin kuah bakso ke tangan Fira. Jadi, sekarang lo minta maaf sama dia." ujar Kenya, tapi Dini menggeleng.
"Gue? Minta maaf sama dia, idih ogah. Sampai kapan pun gue gak bakal minta maaf sama dia. Kejadian nya juga gak kayak gitu," Dini tetap kekeh tidak mau meminta maaf kepada Fira.
Kenya tersenyum devil saat Dini tetap tidak mau meminta maaf kepada sahabatnya. Kenya sedikit maju ke arah Dini, dan membisikkan sesuatu.
"Kalo lo gak mau minta maaf, terpaksa gue bakal bikin hidup lo hancur seperti dulu. Pastinya lo gak mau kan? Gak usah main main sama gue Dini, lo udah tau akibatnya bukan. Dan gue ingetin sama lo. Jangan pernah sekali kali lo ngusik kehidupan gue, kalo sampai itu terjadi. Ya, lo tau kan." bisik Kenya ditelinga Dini.
Setelah itu Kenya membenarkan posisinya kembali. Sedangkan Dini ia terbengong seperti memikirkan sesuatu.
"Gue gak mau kejadian itu terulang lagi, gak gue gak mau." gumam Dini dalam hati.
Fira menarik tangan Kenya membawa jauh dari keramaian tersebut. "Kenya, kok muka si Dini kayak ketakutan gitu si? Lo bisikin apaan emang," tanya Kenya.
Kenya tersenyum tanpa arti, lalu menggeleng. "Lo gak perlu tau, itu urusan gue sama tuh anak." Kata Kenya lalu pergi meninggalkan Fira diam ditempat.
•••
Dilain sisi, seorang pria tampan dengan seorang gadis tengah berpadu kasih di perpustakaan. Pria tersebut tengah memainkan ponselnya.
"Vin, nanti malem lo ada acara?" tanya Frisli disaat Kevin tengah membaca salah satu artikel tentang menjadi suami yang baik diponsel.
Frisli yang tidak mendapat responan dari Kevin segera merebut ponsel Kevin. Sedangkan Kevin menatap Frisli heran.
"Kenapa,"
"Kamu dengerin aku gak si? Aku tanya sama kamu, kau ada acara gak nanti malem." tanya Frisli lagi.
Kevin menggeleng kan kepalanya, "Enggak ada, kenapa emang?" ucap Kevin sambil membenarkan rambut Frisli.
"Temenin gue ke party temen gue ya, bisa kan." ajak Frisli, menatap Kevin penuh harap.
Kevin yang melihat itu mengangguk, meng--iya kan ajakan Frisli yang nobatenya sudah menjadi pacarnya.
Ya, memang Frisli dan Kevin sudah pacaran baru baru ini. Kevin tidak memikirkan gimana nanti perasaan hati Kenya yang sebagai istrinya.
Kevin yang lebih mementingkan ego nya dan memilih untuk pacaran dengan Frisli. Hanya karena mobil sport baru yang di janjikan oleh Jovan. Kevin memang bodoh, sangat bodoh malah.
"Yaudah nanti kamu jemput aku ya," kata Frisli dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.
"Iya,"
•••
Fira dan Kenya tengah berada didalam kelas sejak balik dari insiden tadi. Fira menatap Kenya dan meminta penjelasan atas apa yang ia bilang tadi dengan Dini.
"Ken jujur, lo bilang apa sama Dini? Sebelumnya lo udah kenal sama dia Ken," intogasi Fira.
Aneh
"Ken,"
Suara Fira membuat Kenya tersadar dari lamunannya. Ia menoleh ke arah Fira dan tersenyum.
"Lo gak perlu tau, cukup gue dan dia yang tau. Dan plis gak usah maksa maksa gue buat ngasih tau," ucap Kenya mengingatkan.
"Tapi kenapa Ken, lo gak percaya sama gue? Gue sahabat lo dan lo masih gak percaya sama gue? Tega lo Ken," ucap Fira sendu. Sedangkan Kenya terkekeh.
"Hahaha, apan si lo. Drma banget heran!"
Fira memanyunkan bibirnya dengan muka di tekuk. Itu membuat Kenya bergidik ngeri dengan Fira yang seperti itu.
"Gak usah kayak gitu. Jiji gue liat nya," ujar Kenya dengan memasang wajah seolah olah dia jiji.
"Ck, oh iya Ken. Lo tau gak si tadi gue liat Kevin sama cewek lain Ken. Ya Allah hati gue rasanya cenat cenut *****, huaaaaa..."
Kenya tidak kaget dengan ucapan Fira tadi. Dia sudah tau jika sahabatnya ini suka dengan Kevin suaminya, dirinya tidak tahu apa yang terjadi jika Fira tau yang sebenarnya.
"Hah, maaf ya Fir gue gak jujur sama lo berdua. Dan maaf kalo nantinya lo kecewa sama gue," gumam Kenya dalam hati.
"Ken, kenapa? Gue lagi sedih lo malah bengong terus dari tadi. Lo ada masalah? Atau gimana," tanya Fira.
Kenya tersenyum dan menggeleng, "Gue gak apa apa."
"Serius," Kenya mengangguk sambil memegang tangan Fira.
•••
Bel pulang sekolah sudah terdengar dari sepuluh menit yang lalu, dan semua murid sudah pulang ke rumahnya masing masing. Begitu pun dengan Kenya yang sudah berada di atas tukang ojek.
Setelah lama menunggu akhirnya ia berhenti diperkarangan rumahnya dengan Kevin.
"Nih Pak, makasih ya." kata Kenya sambil menyerahkan uang sepuluh ribu.
"Terimaksih ya neng," ujar tukang ojek, Kenya mengangguk dan langsung melenggang pergi untuk sampai ke depan pintu.
Saat Kenya berjalan ada yang aneh. Kenapa motor Kevin tidak terlihat? Aneh. Tidak mau memikirkan yang enggak enggak tentang suaminya, lebih baik dirinya masuk kedalam rumah.
Kenya membuka kunci pintu. Namun, tidak sama sekali terkunci.
"Ah mungkin tuh kulkas udah pulang," gumam Kenya. Setelah itu masuk kerumah dan mengedarkan matanya ke seluruh rumah.
Tidak ada tanda tanda Kevin di sana. Kenya beranjak ke dalam kamar dirinya dengan Kevin. Tapi pas di buka, sama tidak ada orang di dalam.
Namun, setelah itu Kenya seperti mendengar suara gemircik air dari arah kamar mandi. "Oh lagi mandi," molong Kenya sendiri.
Ia melepas tas, sepatu serta kaus kakinya. Setelah itu Kenya berjalan kearah tempat tidur, dirinya langsung merebahkan badannya ke kasur. Ia menatap langit langit kamarnya, eh ralat kamarnya dengan Kevin tentunya.
Kenya masih berfikir siapa cewe yang bersama Kevin saat di depan gerbang? Jika pacarnya, bagus.
Tapi ada rasa ketidak sukaan dalam dirinya, saat perempuan itu memanggil nama suaminya dengan nada menggoda apa lagi pake aku-kamu.
Ah, dirinya saja tidak pernah. "ish Kenya, lo mikir apansi hah! Yakali lo udah ada rasa sama dia. Gak mungkin lah bodoh," ujar Kenya pelan.
Sebenarnya ada apa dengan dirinya? Kenapa ia tidak suka dengan keberadaan perempuan itu. Tid--
"Khem,"
Kenya menoleh ke arah Kevin yang sudah berbalut dengan pakaian rapih. Dengan kemeja putih dan celana hitam, rambut dibentuk dengan gell.
"Lo mau kemana?" tanya Kenya datar.
"Gu-ue a-ada acara, gue pergi sama Jovan sama Vero. Lo dirumah aja jagain rumah," kata Kevin berbata. Dan itu sukses membuat Kenya menyelidikan matanya.
"Oh," ujar Kenya acuh, lalu bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Sedangkan Kevin jadi merasa tidak enak dengan Kenya. Tidak mungkin jika ia bilang pergi bersama Frisli pacarnya, mau tidak mau ya harus berbohong.
Setelah itu Kenvin keluar dari kamar dan menuju garansi untuk mengambil mobilnya.
Hu'hhhh, akhirnya update...maaf kemaren gak sesuai janji, sibuk banget soalnya hehe.
Jangan lupa VOTE and COMMENT crita MIMBH. Maaf kalo ceritanya gak jelas hehee