My Ice Boy My Husband

My Ice Boy My Husband
Chapter 03



Hari ini cuaca agak mendung, membuat seorang gadis cantik enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Namun, belum ada lima menit Kenya sudah dibangunkan suara bunda nya.


"Kenya. Bangunnn sayang" panggil  Bunda nya dari balik pintu.


Namun, tidak ada suara dari dalam kamar putri nya, Yesi masih tetap mengetok ngetok pintu kamar Kenya. Yesi Sudah benar benar, tak habis pikir dengan kelakuan putri nya itu.


"Kenya bangun. Kalau enggak bangun. Bunda potong uang saku kamu. Setelah bangun temui bunda dibawah." ancam Yesi bunda Kenya.


Kenya yang mendengar itu langsung melotot, tak percaya. Bagaimana bisa bunda nya memotong uang saku nya. Bisa bisa ia tidak jajan, huh Kenya tidak mau sampai itu terjadi.


Dengan berat hati, Kenya bangun dari kasur kingsize nya. Dan menuju kamar mandi, setelah beberapa menit acara ritual mandinya Kenya berganti pakaian, dan menemui sang Bunda.


Kenya menuruni tangga, satu persatu. Dan menghampir Ayah, Bunda, dan Abang nya. yang berada di ruang tamu.


"Hei sayang, sini duduk" ujar bunda, sambil menepuk tempat duduk disamping nya.


Kenya berjalan kearah bundanya, ia merasa aneh. Kenapa seluruh anggota keluarga berada di ruang tamu. Setelah itu Kenya duduk dan menghelah napas gusar.


"Ada apa ya Bun, Yah, Bang? Tumben semua pada ngumpul begini" tanya Kenya kepada ketiga orang di sampingnya.


"Ekhmm, Kenya, Bunda sama ayah pengen menjodohkan kamu dengan sahabat ayah." ujar Dito, dan membuat Kenya melotot seketika. Apa apan ini, bagaimana bisa ia dijodohkan dengan sabatnya Ayah nya itu, Padahal ia masih SMA dan terlalu kecil untuk menikah.


"APAA!!!!!" kaget Kenya, Ia tak habis pikir dengan keluarga nya itu. Bisa bisa nya Ayah dan keluarganya mengadakan perjodohan konyol seperti ini. Apa lagi tidak ada persetujuan dan bilang kepadanya,apa Ayah, Bunda serta Abang nya sudah tidak sayang lagi dengan nya. Apa Kenya hanya beban bagi kedua orang tua nya.


"Kamu harus terima ini, Bunda tau ini berat buat kamu sayang. Tapi Bunda, Ayah sama Abangmu ini. Ingin kamu mendapatkan yang terbaik dan Bunda dan Ayah tidak bisa terus terusan menjaga kamu. Mungkin dengan menikah kamu jauh lebih bahagia Kenya," kali ini Yesi yang angkat bicara.


Apa Kata bunda nya? Ingin menadapatkan bahagia? Dan apa kata Bundanya? Jauh lebih bahagia? Bagaimana ia bisa bahagia, jika harus dijodohkan oleh orang yang sama sekali tidak dikenal nya. Aneh sekali bunda nya itu.


"Kenya sama sekali tidak bahagia. Pokok nya Kenya tidak terima perjodohan konyol ini." ucap Kenya sambil berdiri dan balik kekamarnya. Namun baru selangkah ia berjalan, suara Dito membuat langkah Kenya terhenti.


"Ayah tidak menerima penolakan. Pokonya kamu harus menikah dengan anak nya sahabat ayah, titik." ujar ayah tegas. Lalu pergi begitu saja, Surya yang melihat itu hanya diam saja.


Kenya sudah menitikan air mata nya, dan berlari kearah kamar. Kenya hanya menangis dalam diam, percuma ia menolak. Suara ketukan kamar nya membuat ia berhenti menangis.


Tok Tok Tok


"Kenya, Abang masuk ya" ucap Surya dari balik pintu. Ia merasa kasihan dengan adik nya itu. Tapi ia tak bisa berbuat apa apa.


"Iya Bang, masuk aja. Enggak di kunci kok," jawab Kenya menahan tangisannya. Dan pintu terbuka, menampilkan wajah Surya yang sedih. Surya berjalan kearah tempat tidur Kenya, dan duduk di kasur Kenya.


"kenapa harus Kenya, kenapa enggak Abang aja. yang nikah dengan sahabat Ayah? Ini enggak adil Bang" ucap Kenya, mulai terisak kembali. Surya hanya terkekeh mendengar ucapan adik nya itu.


"Heh, anak nya sahabat Ayah itu cowok, yakali abang nikah sama cowok. Emang abang cowok apaan" ucapan Surya, membuat Kenya juga ikut terkekeh.


"Udah dong, adik Abang yang cantik ini. Jangan nangis mulu, nanti jelek loh" goda Surya, dan mendapat cubitan di perutt.


"Aww, sakit dek," rintih Surya.


"Bodo. Udah sono ah pergi, Kenya pengen sendiri." usir Kenya.


"iyaa iyaa, Abang pergi. Tapi janji ya, Kenya gak boleh nangis. Oke," ucap Surya dan dibalas anggukan oleh Kenya.


Setelah kepergian abang nya, Kenya hanya diam, keputusannya sudah bulat. Ia harus bilang ini ke Ayah dan Bunda nya. Iya dia harus bilang sekarang.


Kenya keluar dari kamar nya, dan menuruni tangga. Ia harus bicara masala perjodohan ini sekarang. Kenya menghampiri Yesi dan Dito di ruang keluarga.


"Emm...Ayah, Bunda. Kenya mau terima perjodohan ini. Kenya mau liat Bunda dan Ayah bahagia," ujar Kenya setelah ia duduk dihadapan, Yesi dan Dito. 'tapi enggak untuk Kenya yah, bun' lanjutnya dalam hati.


Dito dan Yesi terkejut. Apa ia tak salah denger? Putri nya menerima perjodohan ini. Sungguh diluar dugaan.


"Kamu beneran terima perjodohan ini sayang?" tanya Yesi, masih tidak percaya.


"iya bun, Kenya gak mau liat Bunda dan Ayah sedih gara gara Kenya" ucap Kenya. Yesi yang melihat itu jadi merasa kasihan, tapi apa boleh buat.


"Ayah seneng mendengarnya. Oke berarti lusa kita akan makan malam bersama calon kamu." ujar Dito dengan senyum mengembang.


"Apa enggak kecepatan Yah?" tanya Kenya.


"Enggak, malah lebih cepat lebih baik bukan." ucap ayah semangat. Kenya hanya bisa menuruti saja, lebih baik ia mengalah.


"Yaudah Kenya ke kamar dulu" pamit Kenya kepada Dito dan Yesi nya. Dan di angguki oleh kedua nya.


Kenya hanya bisa berdoa, semoga ini yang terbaik. Walau harus mengorbankan masa masa muda nya. Toh ia bisa buat orang tua nya bahagia. Itu sudah lebih dari cukup.


bersambung.............