
"Aduh kamu cantik banget sih" puji seorang mas mas ngondek. Namun, Kenya tak menyaut.
Kenya masih dilanda gelisah, karena hari ni adalah hari bersejarah bagi nya.
Kenya tak mau bermain main dengan urusan PERNIKAHAN, baginya pernikahan sekali dalam seumur hidup.
Orang orang, yang menikah karena cinta, saja bisa Nervous. Apalagi Kenya, yang menikah karena dijodohkan, dengan orang yang dingin. Dan sama sekali tidak ia cintai.
"Hei senyum dong, masa hari bahagia gak senyu." ucap mas mas ngondek itu.
Kenya hanya tersenyum paksa, benar kata mas mas ngondek yang ia tau adalah namanya norce, ia harus senyum. Walapun terpaska.
Cklek
Pintu kamar Kenya kebuka, menampilkan sosok Yesi, bundanya. Dengan senyum yang lebar Yesi kearah Kenya.
"Kenya kamu cantik sekali" bahkan Yesi terkagum kagum dengan dandanan Kenya saat menikah. Kenya tersenyum, sangat tipis atas pujian Bundanya.
"Anak Bunda sudah besar ya, udah mau nikah aja. Perasaan dulu kamu masih TK, dan sekarang sudah mau punya suami" ujar Yesi sambil menatap sendu putri nya.
"kalo Kenya sudah menikah, pasti Kenya ninggalin Bunda sama Ayah. Kenya pasti harus tinggal bersama Kevin, Kenya bakal rindu Bunda sama Ayah. Kenya mau batalin aja deh pernikahannya, Kenya belum siap ditinggal sama Bunda." tiba tiba air mata Kenya turun tanpa seizin sangempu nya, membasahi pipi tembam Kenya.
"Kamu gak boleh seperti itu, kamu harus terus lanjutin pernikahannya." ucap Yesi sambil menusap air mata Kenya.
"Kenya belum siap jadi istri, Kenya aja masih suka dibangunin Bunda kalau mau sekolah, lah terus sekarang Kenya harus bangun sendiri, masak sendiri." rengek Kenya.
"Kalau soal masak, Bunda bisa ajarin Kenya. Kamu tenang aja ya,"
"Maafin Bunda dan Ayah kamu. Kami berdua menjodohkan kamu karena ingin yang terbaik buat kamu, Kenya. " lanjut Yesi.
"Iya, Kenya ngerti kok."
"Kamu harus jadi istri yang baik, nurut sama suami, jangan marah marah, kalau lagi ada masalah bicarain baik baik. Jangan egois, pokoknya harus nurut. Karena kalau sudah nikah tanggung jawab kamu sudah sama suami kamu, bukan sama Bunda atau pun Ayah" ujar Yesi, sambil memeluk Kenya erat.
"Kurangin makan seblak dan es-krim" lanjut Yesi.
"Insya Allah aku bakal jadi istri yang nurut sama suami. Dan bakal kurangin makan seblak, tapi kalau es-krim kayaknya enggak deh" Kenya terkekeh sambil melepaskan pelukannya.
"Ih kamu, jangan kebanyakn makan es-krim. Gak bagus tau,"
"Iya deh iya Bun, aku nurut aja."
Tak lama ada suara, mikrofon terdengar. Suara ijab kabul.
"Saudara Kevin Bazaars bin Ryan Keano Bazaars, Saya nikahkan dan kawin kan engkau dengan Kenya Zazqia Ayumna binti Dito Antera dengan seperangkat alat sholat dan emas seberat enam puluh gram dibayar tunai. "
"Saya terima nikah dan kawinnya, Kenya Zazqia Ayumna binti Dito Antera dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Kevin mengucap ijab kabul dengan lancar tanpa ada yang salah.
Kenya merinding setelah mendengar Kevin ijab kabul dan disusul kata SAH dari kedua belah pihak.
Kenya lo udah jadi istri sekarang
"Ayo kita turun kebawah, temui suami kamu dan mertua kamu" goda, membuat pipi Kenya memanas.
•••
Setelah itu Kenya dan Yesi turun. Dan membuat semua mata tertuju kepada dua orang yang sedang menuruni tangga terakhir.
"Bun, Kenya keatas lagi ya, malu banget nih diliatin orang." bisik Kenya.
"Heh! Mau ngapain lagi, suami kamu udah ada didepan mata."
Kevin menatap Kenya dengan tampang dingin, tapi tidak dengan nafas nya kali ini. Kevin menahan nafas saat melihat Kenya, yang keliatan lebih cantik dan anggun, memakai gaun pernikahannya. Jauh lebih cantik pada saat dibutik tempo hari.
Sementara Kevin sangat berwibawa. Saat memakai texTudo hitam, dan rambut yang ditata lebih rapih. Wajah yang sangan errr tampan.
Sekarang Kenya duduk, disamping Kevin dan pandangan mereka bertemu. Namun sedetik kemudia Kevin memutuskan kontak matanya.
"Silakan kalian berdua tukar cincin," ucap penghulu.
Kevin langsung memasangkan cincin nya di jari manis Kenya, dan begitu juga dengan Kenya.
"Nah sekarang, istri mencium tangan suami dan suami mencium kening istrinya."
Dengan ragu ragu Kenya mengambil tangan Kevin, dan menunduk sedikit lalu mendaratkan hidungnya ditangan Kevin.
Lalu Kevin, memajukan sedikit kepalanya. Lalu mendaratkan bibirnya dikening Kenya, sedetik kemudian. Kenya merasakan darahnya berdesir begitu saja. Tapi tidak dengan Kevin, yang ada hanya tatapan dingin. Setelah itu Kevin membalikkan tubuhnya kedepan lagi.
•••
Tadi hanya keluarga kedua belah pihak saja yang datang, dan rekan kerja para orang tuanya. Namun membuat sepasang suami istri yang baru mengucap ijab kobul, nampak kelelahan.
"Acara udah selesai, gue pengen balik. Lo ikut gak?" tanya Kevin dengan nada dingin, sangat dingin malah.
"Iya, balik kerumah bunda kan?" jawab Kenya dengan polosnya. Kevin memutar bola mata jengah.
"Ya, enggak lah. Ke rumah yang udah disiapin sama nyokap bokap gue!"
Seketika Kenya melongo, apa katanya? Rumah? Gue? Dia?. Ohh good ini bahaya.
"Tunggu. Tinggal satu atap sama lo?" tanya Kenya.
"Gue gak mau, gue mau kerumah bunda aja." ujar Kenya.
"Seterah lo, yang intinya gue gak mau kena marah sama nyokap gue!" kata Kevin dingin
"Dan barang barang lo udah di rumah yang bonyok gue kasih. Jadi pilih mana, hm?" ucap Kevin lagi.
"Iya iya gue ikut!" dirinya terpaksa ikut, karena semua barang barang, dan baju baju nya sudah berada di rumah yang diberika oleh mertuanya itu.
Kevin melangkah pergi, meninggalkan Kenya sendiri yang masih berada di tempatnya. Namun, segera mungkin Kenya menyusul Kevin.
"Emm...emang Bunda, Ayah, Nyokap, Bokap lo kemana?" tanya Kenya, sambil mensejajarkan langkahnya.
"Udah balik."
"Gak pamit dulu gitu sama gue?"kesal Kenya.
"bawel lo! Ayo naik" ujar Kevin lalu masuk kedalam mobil sport nya. Dan Kenya pun masuk kedalam juga.
Setelah setengah jam perjalanan, Kevin dan Kenya akhirnya sampai juga. Rumah yang bakal ia tinggali, bersama Kevin. Sekarang mereka berdua sudah berada di dalam rumah.
"Oh iya, gue punya peraturan, yang gak boleh lo langgar!" kata Kevin, membuat Kenya mengerutkan keningnya.
"Apa?"
"Pertama, lo gak boleh tidur satu ranjang sama gue!"
"Kedua, sebelum jam lima. Lo harus siapin sarapan gue!"
"Ketiga, lo gak boleh ikut campur urusan gue. Begitu pun sebaliknya."
"Keempat, dilarang keras jatuh cinta!"
"kelim-"Ucapan Kevin tiba tiba berhenti.
"Udah? Udah ngomong nya? Udah kasih aturannya?" tanya Kenya, dengan tangan yang disilangkan didada.
"Masih banyak" kata Kevin.
"Gue baru tau, kalo lo itu bawel!" ujar Kenya sambil berjalan kearah tangga.
Kenya sudah berada dikamarnya, ia merebahkan badan nya di kasur kingsize nya. Tiba tiba ada suara pintu terbuka.
Cklek
"Heh mau apa lo!" tanya Kenya.
"ini kamar gue" kata Kevin dingin.
"bodo! Lo ke kamar sebalah masih ada!" usir Kenya.
"Lo aja, gue ogah!" bantah Kevin, dan berjalan terus kedalam kamar.
"Ish yaudah yaudah, gak ada yang pindah. Tapi lo tidur di sofa!" kata Kenya.
•••
"Lo duluan yang mandi, apa gue?" tanya Kenya.
"Lo duluan aja."
Kenya mengangguk nganggukkan kepala, setelah itu memsuki kamar mandi dan menyantelkan handuknya di lehernya.
Setelah tiga puluh menit menyegarkan badan, Kenya keluar dari kamar mandi dengan balutan tanktop dan celana hotpans nevy.
Alih alih mata Kenya berhenti di sofa, ia melihat Kevin tertidur. Kenya merasa bersalah menyuruh Kevin tidur di sofa. Kenya berjalan ke arah Kevin yang tertidur, membangunkan Kevin, agak ragu sebenarnya. Tapi ia harus membangunkannya, menyuruhnya tidur di ranjang.
"Vinn, Kevin...bangun" Kenya sambil menepuk pipi Kevin pelan.
Dan detik berikut nya Kevin terbangun, ia membuka matanya lebar lebar. Bagaimana enggak, baru bangun sudah disugu kan dengan penampilan Kenya yang seperti itu. Namun ia langsung memasang jawah dingin lagi.
"Kenapa?" tanya Kevin, lalu menarik sebelah alisnya.
"Lo kalo mau tidur, dikasur aja. Biar gue yang di sofa," ujar Kenya.
"Enggak, gue disini aja. Udah sono lo tidur!" tolak Kevin lalu merebahkan badannya lagi.
Kenya menghelah napas gusar, lalu naik ke atas ranjang. Menidurkan dirinya, lalu matanya menatap langit langit kamar. Sedang memikirkan sesuatu.
"Kevin lo gak mandi dulu?" tanya Kenya.
"...."
Tidak ada jawaban dari Kevin, mungkin ia sudah tertidur pulas. Detik berikutknya Kenya pun menyusul kealam mimpi.
bersambung.......
Yuhuuuu.....MIBMH uptade lagi, jangan lupa komen jika ada kesalahan dalam kepenulisan, vote jika kalian suka dengan ceritanya...
Seeu papaiヾ(≧▽≦*)o