My Ice Boy My Husband

My Ice Boy My Husband
Chapter 11




Taruhan



Kevin tengah jalan di koridor sekolah. Seperti biasa berjalan dengan gaya cool tangan dimasukkan kedalam saku celananya.


Tiba tiba ada yang merangkul lengannya dengan sangat mesra. Kevin mendongkak melihat cewek yang sangat ia kenali.


Dini, orang itu adalah Dini. Cewek yang membuat masalah dengan istrinya.


"Hai Vin" sapanya dengan muka sok imut bagi Kevin.


Kevin tak membalas ia hanya menatap sinis ke arah Dini. Dirinya tau kalau Dini teman sekalasnya menyukainya, tapi tidak di gubris oleh Kevin.


"Heh! Terumbu karang. Ngapain lo nyangkut sama sohib gue." dari arah belakang sudah ada Jovan dan Vero.


Kevin sedikit lega setidaknya ada para sahabatnya untuk mengusir cewek tak tahu malu ini.


"Kita kenal?" jawab Din sinis.


Jovan dan Vero tertawa terbahak bahak. Saat Dini mengatakan kita kenal? Jelas saja mereka berdua tahu siapa Dini. Cewek centil yang selalu mendekati Kevin.


"Hahaha. Situ seleb? Kenal lah cewek yang selalu kejar kejar Kevin tanpa tahu malu." kata Vero dengan perkataan pedasnya. Laki laki apa cewek?


"Udah Vin cabut aja. Biar gue sama Vero yang nangani ni trumbu karang" ujar Jovan dan diangguki oleh Kevin.


Kevin segera pergi dari koridor tersebut dan menuju kelasnya.


Sedangkan dua cucunguk dan satu trumbu karang tengah berdebat. Adu mulut satu banding dua.


"Situ cakep deketin Kevin?" tanya Jovan.


"Jelas lah semua murid disini tau kalo gue cakep. Lo aja yang kudet."


"Dih situ seleb? Sampe semua murid tau kalo lo itu err....apa? van"


"Cakep. Hahaha jijik woii elah, muka dempul begitu." sindir Jovan dan Vero tertawa mengejek.


"Lo berdua laki apa cewek si? Mulut kok bacot banget!" cecar Dini.


"Dih mulut mulut gue. Ya suka suka gue dong dasar trumbu karang" beo Vero "Udah yu lah Van cabut. Ribet ngeladenin orang gak ada otak" sindir Vero dan diangguki Jovan.


Vero dan Jovan berjalan meninggalkan Dini di koridor sekolah. Mereka berdua menyusul sohib nya yang berada dikelas.


"Woi Vin" panggil Jovan Kevin menoleh kedua sohibnya.


"Hm"


"Gue punya tawaran bagus buat lo." Kevin menaikan sebelah alisnya saat mendengarkan ucapan Jovan. Sedangkan Vero? Ia hanya diam saja.


"Lo tau Frisli kan?" tanya Jovan Kevin mengangguk.


"Gue tantang lo buat dapetin dia? Gimana? Lo berhasil gue kasih mobil lamborgini keluaran terbaru?"


"Ambil aja Vin, kapan lagi lamborgini dari si kampret Jovan. Secara dia hongkay hahah" tutur Vero yang sedari tadi diam.


Kevin tengah menimang ucapan Jovan sahabatnya. Menurutnya tidak lah susah mendekatkan Frisli, secara dia ganteng. Pasti Frisli gak bakal menolaknya.


Tapi disisi lain, Kevin sudah menikah dengan Kenya, ia tak mau menyakiti hati istrinya dengan cara bermain perempuan dibelakang istrinya. Ahh sudahlah hanya sementara ini.


"Oke gue mau." jawab Kevin entang.


"Sipp dah, disini lo harus deketin si Frisli dan pacarin dia selama satu minggu? Gimana?" ujar Jovan menaik turunkan alisnya.


"Iya"


Fyi, Frisli adalah kakak kelas nya. Frisli adalah gadis cantik yang selalu menjadi incaran para lelaki. Pernah dengar dengar jika Frisli menyukai Kevin, namun Frisli tidak mengatakannya. Ini bakal jadi hal termudah bagi seorang Kevin Bazaars.


•••


Kenya, Lori dan Fira tengah berada di kantin sejak tadi. Ketiganya tidak ada yang mau memulai pembicaraan, Kenya yang niatnya mau minta maaf dengan Fira dia urungkan.


Ketiganya masih merasa canggung karena perdebatan kemarin lusa. Kenya yang berontak dan tak mau mendengarkan apa kata sahabatnya.


Kenya sebarnya tidak mau berdebat dengan Dini. Tapi ia tak bisa tinggal diam, saat orang menjatuhkan hara dirinya dan memberika berita hoax.


"Fira Lori, gue minta maaf karena udah bentak lo kemarin. Gue sebenernya ga--" ucapan Kenya terputus saat kedua sahabatnya memeluk dirinya.


"Gak usah minta maaf Ken lo gak salah. Gue ngerti kok. Gue juga kalo ada diposisi lo bakal marah dan gak bakal terima." ujar Fira melepaskan pelukannya dan memberika senyum terbaiknya.


"Lo santai aja Ken kita berdua selalu ada buat lo. Jadi gak usah pake minta maaf, iya kan Ra" kata Lori dan diangguki Fira.


"Makasih ya lo udah ngertiin gue. Makasih banget lo berdua mau sahabatan sama gue," lirih Kenya.


"Sutt, udah yaa. Kita gak usah bahas lagi oke" ucap Lori menenangkan.


Kenya bersyukur mempunyai dua sahabat seperti Lori dan Fira. Mereka ada pas dirinya sudah mau pun senang. Namun ia juga merasa tidak enak dengan Lori dan Fira karena merahasiakan pernikahan dirinya dengan Kevin.


Kenya takut kedua sahabatnya akan menjauhi dirinya saat tau jika ia menikah dengan Kevin. Apalagi ia tau kalau Fira sempat suka dengan Kevin.


Sebenernya Kenya tidak mau menikah dengan Kevin lantaran ia masih menyimpan perasaan dengan cowok masa lalunya.


"Lo kalo ada masalah atau apa kasih tahu ke kita kita ya. Kita berdua akan selalu ada pas lo susah atau pun senang." ujar Lori dan diangguki Fira.


"Iya, jangan sungkan ya Ken." Kenya mengangguk dengan mata berkaca kaca.


"Makasih ya hiks...hiks"


"Udah dong jangan nangis lagi, ayo kekelas kita maen toktak," ajak Fira, memang Fira sahabatnya kecanduan main toktak.


"Kuy lah, gue juga pengen tau gimana main toktak. Hahaha"


Kenya melihat kedua sahabatnya terkekeh saat tau jika Lori ingin ikut bermain toktak.


"Gue enggak ah," tolak Kenya.


"Yaudah, lo liatin aja kita berdua main toktak. Yuk cus ke kelas," Kenya mengangguk saja.


•••


Kevin tengah berada di rooftop bersama kedua sahabatnya. Sudah menjadi kebiasaan Kevin, Jovan, dan Vero jika jamkos akan kerooftop hanya untuk bercanda dan melepas penat.


Kevin jadi keinget sesuatu dengan istrinya. Kevin mengambil posel di saku celananya dan membuka roomchat Kenya.



"Lo ngechat siapa?" suara itu, suara Jovan.


"Kudu tau?" jawab Kevin dingin.


"Ehe enggak awoakwok" Kevin menatap malas sahabatnya. Yang ditatap malah cengar cengir bak orang idiot.


"Jadi mulai kapan lo deketin si Frisli?" tanya Vero yang sedari tadi diam.


Kevin menoleh kearah Vero. Dirinya masih tidak yakin jika harus menyakiti hati istrinya. Tapi ini kesempatan ia mendapatkan mobil yang ia pengen, walapun Kevin kaya dan bisa membeli mobil lamborgini keluaran terbaru. Kalo ada yang geratis kenapa musti bayar? Iya kan.


"Besok mungkin," jawab Kevin acuh.


"Kirain lo gak mau, kalo gak mau biar gue aja yang gantiin gitu hahahah." ucapan Vero ditatap tajam oleh Kevin.


"Ehe bercanda Vin elah. Baperan lo nyet,"


"Brisik!"


Suasana kembali hening, Kevin mengambil sebatang rokok dan korek lalu mengisapnya. Vero dan Jovan yang melihat itu tidak mau ikut campur yang ada kena dampratnya.


Kevin sudah menghabiskan tiga batang rokoknya namun tidak membuat dirinya berhenti. Kevin mengambil lagi satu batang namun belum sempat di masukan kedalam mulutnya, sudah diambil duluan oleh Jovan.


"Gak usah segitunya. Sejak kapan lo ngerokok sampe abis tiga malah mau empat batang?" tanya Jovan.


"Ck, sejak kapan lo kepo? Udah lah bentar lagi bel. Gue balik duluan" ujarnya lalu turun tanpa memperdulikan tatapan para sahabatnya.


Kring kring kring


Bel pulang sudah terdengar kepenjuru sekolah, artinya semua murid dipulangkan. Kevin bergegas keparkiran sekolah dimana ia menunggu istrinya.


Sekarang Kevin sudah berada diparkiran langsung saja Kevin mengambil motornya. Memang hari ini Kevin memutuskan untuk menggunakan motor yang sudah lama ia tak pakai.


Namun belum sempat ia menaiki motornya sudah ada gadis cantik memegang pundaknya sambil tersenyum.


"Emm maaf, gue boleh nebeng sama lo?" tanya gadis tersebut.


"Eh, maaf kenalin gue Frisli Digantara. Anak kel--"


"Iya, gue tau. Yaudah naik" sela Kevin dan menatap lekat wajah kakak kelasnya.


Ya, benar yang menghampiri Kevin adalah Frisli yang akan menjadi taruhan Jovan untuk dirinya. Frisli adalah gadis yang cantik menurutnya, sayang jika harus disakiti. Namun ia lebih sayang jika mobil lamborgini keluaran terbaru harus di sia sia kan.


Dengan cepat Frisli naik ke motor Kevin dan memegang pinggang Kevin. Kevin tak menolak, jantung nya berdegup dengan kencang lebih dari dua kali lipat dari biasanya.


Setelah itu Kevin menjalankan motornya tanpa berfikir jika ia memiliki janji dengan istrinya untuk pulang bersama.


Sementara ada gadis yang melihat dari kejauhan dimana seorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, berboncengan dengan gadis lain.


Rasanya sesak sekali saat melihat cewek tersebut memeluk pinggang cowok yang amat ia kenal.


Kenya sedikit marah dengan kelakuan Kevin yang mengajaknya pulang bersama. Namun malah pulang dengan wanita lain didepan matanya.


Tidak mau pusing dengan hal yang tak penting, lebih baik dirinya pulang dan merebahkan badannya yang sudah sangat pegal, apa lagi ia sedang merasakan sakit yang amat sakit dibanding patah hati.


Haid, ya dia merasakan sakit diperutnya. Seperti perut yang di remas remas lalu diperas peras seperti baju basah. Gimana rasanya? Semua perempuan tau gimana sakitnya bukan?


Dengan segera Kenya memesan ojol dan pulang kerumahnya. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya ia sudah sampai dirumahnya lalu membayar ongkos ojol nya.


Dari depan rumah sudah terlihat motor Kevin tengah terparkir manis di samping rumahnya.


Dengan segera Kenya langsung masuk tanpa mengetuk dan mengucapkan salam.


Terlihat Kevin tengah menonton tv acara serial kartun. Kenya melewati begitu saja tanpa berniat menoleh kearah Kevin.


Sedangkan Kevin yang melihat istrinya berlalu tanpa menyapa dirinya terheran heran. Namun, beberapa detik kemudian dia keingat beberapa jam lalu, saat dirinya berniat mengajak istrinya pulang bersama.


Namun ia malah menghantarkan gadis lain. Apakah Kenya melihat dirinya sedang membonceng gadis lain? Semoga tidak.


Kevin langsung mematikan tv nya dan berlari kearah kamarnya.


Cklek


Pintu terbuka memperlihatkan istrinya sudah memakai piyama tidurnya.


"Eh, Vin" sapa Kenya dengan senyum manisnya.


"Emm...Kenya gue minta maaf gue lupa kalo gue gak bisa anter lo balik tadi. Soalnya ada urusan mendadak," ujar Kevin mentap Kenya.


"ada urusan mendadak apa karena nganter cewek lain balik. Dasar ABC!" gumam Kenya dalam hati.


"Hahaha. Gak apa apa kali, lagian juga gue tadi ada janji sama temen. Santai aja." Kenya tertawa sumbang


Kevin mendengarnya sedikit lega, lantaran Kenya tak melihat dirinya membonceng cewek lain.


"Yaudah, gih sana lo mandi. Badan lo bau" kekeh Kenya lalu menaiki tempat tidurnya. Membaringkan dirinya menghadap tembok.


Dirinya sedikit kecewa lantaran Kevin berbohong kepadanya. Kenapa tidak jujur? Toh dirinya tak akan marah.


Kevin menghelah napas lalu memasuki kamar mandi. "Maafin gue karena gak jujur sama lo. Gue terlalu takut buat lo sakit hati, maaf." gumam Kevin.


Setelah selesai Kevin keluar dan mengosok rambutnya dengan handuk. Berjalan kearah kasur yang dimana istrinya tiduri.


Kevin mentap wajah Kenya yang tenang saat tertidur. Ia mengelus kepala Kenya sayang dan mengecup kening Kenya, lalu ikut membaringkan dirinya di samping Kenya.


Tanpa menunggu lama akhirnya Kevin terlelap dalam kantuknya. Sebenarnya Kenya tak benar benar tidur, dirinya hanya memejamkan matanya.


Bahkan saat Kevin mengelus kepalanya dan mencium keningnya ia masih sadar namun hanya memejamkan matanya.


Ada rasa sedikit panas di pipinya pasti ia tengah bulshing. "Kok gue deg deg kan ya?" gumam Kenya, namun segera Kenya menggelengkan kepalanya. Lalu memejamkan matanya dan berusaha untuk tertidur, setelah itu dirinya benar benar tertidur.


Haiii, aku update lagiiii. Gak lama kan??? Aku udah turutin buat kalian yang DM dan comment yang minta nextt...


Jangan lupa VOTE, aku maksa lohh


Dan COMMENT partt ini.....aku tunggu.


Reands 20 dan Vote 10 aku bakal update cepet!!!


Jangan lupaaaa yaaa hihihi


See youu❤🌚