
HAPPY READING!
Kevin dan Frisli sudah ada di pesta sejak setengah jam lalu. Kevin nekat membohongi Kenya hanya karena Frisli pacarnya.
Kevin berbohong kepada istinya ia bilang ingin pergi dengan Jovan dan Vero. Nyatanya ia pergi bersama perempuan lain.
Setidak nya jika Kevin tidak suka kepada Kenya, izin dan hargai Kenya sebagai istrinya. Toh Kenya tidak akan marah bukan.
Otaknya di dengkul, ya susah.
"Sayang kamu mau minum?" tanya Frisli mengusap dada bidang Kevin. Dan sang empu hanya dia saja sambil memgangguk.
Frisli tersenyum dan mengecup pipi Kevin sejenak, setelah itu ia melenggang pergi kearah minuman.
Sedangkan Kevin duduk di bangku dekat kolam.
"Satu ya, sama pesenan gue yang tadi." ujar Frisli orang itu mengangguk dan memeberikam minumannya kepada Frisli.
Frisli pergi setelah mengambil minuman dan menuju bangku Kevin dengan senyum tanpa arti. Saat datang Frisli langsung duduk dipangkuan Kevin dan memberikan segelas minuman oren jus.
Kevin tersenyum, "Makasih ya." ucapnya dan dibalas anggukan oleh Frisli.
Kevin meneguk minuman itu sampai habis. Frisli tersenyum dengan senyuman yang merekah, rencana membuat Kevin untuk menemani nya malam ini berjalan dengan lancar.
Frisli mengusap ngusap lembut dada bidang Kevin. Sedangkan Kevin ia merasakan badannya sangat gerah,dan ada sensai berbeda saat Frisli mengusap dada bidangnya.
"Gue kanapa mendadak panas begini, sia--- ahh"
Kevin meleguh disaat Frisli mencium tengkuk leher Kevin. Frisli tersenyum saat mendengar leguhan Kevin, rencana nya berjalan dengan lancar.
•>>•<<•
Dilain sisi, Kenya tengah menunggu kepulangan Kevin. Sudah lebih dua jam dan sekarang pukul 23.00 Kevin belum kembali kerumah, jika ia tanya kepada sahabat suaminya akan menjadi tanda tanya besar untuk Jovan dan Vero.
Kenya mengambil ponsel untuk menelfon Kevin, lalu mencari kontak suaminya itu. Tapi, tidak ada jawaban sama sekali hanya berdering tapi tidak mengangkat.
Kenya terus mencoba dan mencoba. Jika Kevin bukanlah suaminya, maka dia akan biasa saja. Buat apa dia khawatir jika bukan bagian dari hidupnya.
"Sial! Kenapa gak dianggat si. Bikin orang cemas saja," gerutu Kenya membanting ponsel ke kasurnya.
Kenya memilih untuk turun kebawah. Dia akan menunggu Kevin dibawah, semoga saja Kevin akan pulang.
Kenya duduk di sofa sambil menyeruput teh hangat dan menonton tv. Ia akan menunggu Kevin hingga balik, masa bodo dengan sekolahnya esok. Yang terpenting sekarang adalah Kevin kembali kerumah.
Jam terus berjalan, Kenya menunggu Kevin sudah lebih dari dua jam lamanya. Namun, tidak ada tanda tanda Kevin pulang kerumah. Kenya bertamah khawatir dengan keadaan Kevin sekarang.
"Kevin lo kemana si, jangan bikin gue khawatir apa."
Karena kelamaan menunggu Kevin. Akhirnya Kenya memutuskan untuk berbaring sebentar di sofa, dan matanya mulai terpejam.
•>>•<<•
Sementara di kamar hotel sudah ada seorang pemuda dan gadis cantik yang sedang tertidur pulas. Setelah pertempuran panas yang mereka lakukan. Ya, mereka melakukan apa yang seharusnya gak di lakukan.
Kevin sudah menghianati Kenya. Ia main api di belakang Kenya, dan ia melalukan hal bodoh dibelakang Kenya. Kevin dan Frisli melakukan itu.
Kevin terbangun dari tidurnya, dan menerjapkan mata nya berkali kali. Ia melihat sekitar, tapi bukan di kamarnya.
"Arghh...gue dimana, kenapa pala gue pusing banget." rancu Kevin sesekali memegangi kepalanya.
Kevin melihat sekitar, dan matanya membelak kaget terdapat Frisli yang nobatenya adalah pacarnya sedang tertidur di sampingnya. Tanpa sehelai benang di tubuhnya.
Pikiran Kevin sudah kemana mana. Ia memikirkan apa yang telah ia perbuat, seingatnya ia masih di pesta itu dan Frisli memberinya minumanan. Setelah itu kepalanya terasa sakit dan pandanganya mulai buram dan setelah itu ia tak mengingat apa apa.
"apa yang udah gue buat? Kenapa disini ada Frisli, dan kenapa d-dia d--dia gak arghhh...sialan!"
Kevin masih memegangi kepala nya yang terasa pening, dan memikirkan apa yang telah ia buat. Pikirannya tercampur aduk. Otaknya tidak bisa berpikir jernih sekarang.
Setelah sepuluh menit ia terduduk, akhirnya Kevin memutuskan untuk mengambil baju yang berserakan di bawah. Lalu memakainya satu persatu pakaian dan keluar tanpa memperdulikan Frisli yang masih tertidur.
Kevin keluar hotel langsung menaiki mobilnya dengan ke adaan cepat. Pikirannya masih terbayanh bayang saat dirinya melakukan hal konyol, bersama perempuan lain bukan dengan istrinya sendiri.
Sekitar dua puluh menit akhirnya Kevin sampai di perkarangan rumah, lalu ia turun dari mobil dan membuka pintu rumahnya. Sekarang Kevin sudah ada dalam rumah, saat sampai di ruang tamu. Ada Kenya yang tengah tertidur pulas dengan tangan menjadi bantalan.
Kevin yang melihat itu langsung menghampiri Kenya dan terduduk di lantai. Kevin memperhatikan setiap inci wajah Kenya, mulai dari mata, hidung, ke bibir merah merona.
Ia membelai rambut Kenya dengan pelan, tentu saja ia tidak mau mengganggu istrinya yang tengah tertidur pulas. Pasti istrinya menunggu kepulangan dirinya.
Dengan tatapan sendu Kevin membatin, "Maaf, udah buat lo nunggu. Dan maaf gue udah khianati lo, gue bener bener nyesel udah gak jujur soal Frisli sama lo."
Setelah itu Kevin menggendong Kenya ala bridal style dengan hati hati, ia takut membangunkan Kenya. Dengan pelan Kevin beranjak dari sofa ke lantai atas menuju kasunya.
Kevin membaringkan Kenya di kasur dengan hati hati, setelah itu ia menarik selimut sampai dada dan mencium kening Kenya lama. Kemudian ia bangun dan membersihkan diri dikamar mandi, sekarang ia tengah berada di depan cermin. Ia masih belum percaya jika dirinya telah merenggut keperawanan Frisli pacaranya.
"Agrhhh....lo bodoh Vin. Bodoh! Kenapa lo bisa sampe berbuat gila," batin Kevin dengan mengacak ngacak rambutnya frustrasi.
Setelah merutuku kebodohannya. Kevin keluar dari kamar mandi, mengambil baju polos dan memakainya. Lalu merebahkan badan disamping Kenya, memandang wajah damainya membuat Kevin terus terusan merasa bersalah.
Kevin merapatkan badannya ke Kenya memeluk Kenya dengan erat, dan mencium keningnya cukup lama. Setelah itu, Kevin ikut tertidur bersama Kenya.
•>>•<<•
Pagi pagi Kenya terbangun sudah ada dikamar. Ia melihat kesampingnya dan ada Kevin disampingnya, bisa ia lihat jika Kevin kelelahan.
Kenya menyingkirkan tangan Kevin dengan perlahan, setelah terlepas Kenya bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lima belas menit berlalu, Kenya sudah memakai baju sekolahnya. Setelah itu ia berjalan ke bawah untuk membuatkan sarapan untuk Kevin, hanya nasi goreng dengan telur mata sapi.
Setelah semuanya selesai Kenya menuju kamar mereka berdua. Saat pintu terbuka tidak ada siapa siapa di kamar tersebut, kasurnya pun sudah bersih dan tertata rapih.
Dari arah kamar mandi terdengar gemericik suara air dan shower menyala. "Oh lagi mandi," ucap Kenya setelah itu ia mengambil tas serta sepatu nya dan kembali kebawah untuk menunggu Kevin selesai.
Kenya membuka tas dan melihat isi mata pelajaran hari ini, "Ipa ada, matematika ada, sejarah ada, tik ad--loh buku Tik gue mana ya? Perasaan ada deh. Masih di kamar kali ya? Ah masa iya? Tapi, gue coba liat dulu deh." kata Kenya seraya bangkit dari duduk nya dan menuju kamar kembali.
Kenya menaiki tangga satu persatu, saat di tangga terakhir. Sudah ada Kevin dengan buku Tik Kenya, kenya mendongkak dan tersenyum tipis.
"Makasih," Kevin mengangguk dan tersenyum.
*****
Senyumannya itu loh!
Astagfirullah
Manis banget!
"Yaudah, yuk sarapan. Lo buat apa hari ini?" tanya Kevin seraya menarik tangan Kenya di genggamannya.
Sontak saja Kenya kaget bukan main, tumben tumben sekali Kevin menggenggam tangannya dan tersenyum pagi ini, aneh. Tapi, ah lumayan lah. Ahahaha.
Kevin masih menggenggam tangan Kenya sampai di ruang makan ia baru melepaskan tangannya.
"Ekhm...ini lo yang masak?" tany Kevin saat melihat ada nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya.
Kemudian Kenya menggguk, "Iya, maaf gue cuma bisa masak itu." ucap Kenya tertunduk. Kevin kembali tersenyum lalu mengangkat dagu Kenya dan menatapnya.
"Gpp kali, ngapain minta maaf? Yaudah gue cobain ya," kata Kevin lalu menyendok nasi goreng tersebut kedalam mulutnya.
Kevin mengunyah nasi goreng tersebut, namun kunyahannya terhenti dan memandang Kenya yang sedang memandangnya dengan meminta pendapat.
Asin
"Gimana Vin? Gak enak ya? Kalo gak enak gue buang aja ya, sin--" Kenya ingin mengambil piring yang ada di Kevin. Namun, dengan segera Kevin menahannya.
"Enggak, ini enak kok. Bawain gue bekel ya lo beli di kantin aja, yang ini buat gue." bohong Kevin. Ia tidak mau membuat Kenya sedih, ia harus menghargai masakan istrinya. Biar enak atau tidak asin atau tidak, ia harus tetap menghargai.
Kenya tersenyum lebar saat makanan yang ia buat di bilang enak oleh suaminya. Dengan cepat Kenya mengangguk dan mengambil kotak bekal lalu mengisinya dengan nasi goreng buatannya.
Begitu juga dengan Kevin yang menghabiskan nasi goreng yang agak asin. Setelah selesai Kenya memberikan kotak bekal berwarna biru, "Ini."
Kevin mengambil kotak bekal tersebut, "Makasih ya, dan ini buat lo beli sarapan nanti." Kevin menyodorkan uang seratus ribu kepada Kenya.
Kenya menggeleng. "Gak usah, gue masih ada." tolak Kenya.
"Ambil." setelah itu Kevin meninggalkan Kenya yang masih berada di ruang makan. Sementara Kenya masih berdiri menatap punggung Kevin yang kian menjauh.
"Emang enak ya nasi gorengnya? Coba ah, untung masih ada dikit." Kenya mengambil sendok dan menyuapkan sedikit nasi goreng ke dalam mulutnya.
Kenya mengunyah nasi goreng tersebut, sedetik kemudian ia melotot. "***** asin banget. Gimana bisa si kulkan bilang ini enak? Mati rasa kali tuh lidahnya," gumam Kenya lalu membuang nasi goreng tersebut.
"Kenya! Cepet mau bareng gak" teriak Kevin dari arah luar, Kenya yang mendengarnya langsung berdercak.
"Ck, pake teriak teriak segala. Dikira hutan kali ni rumah?" tak lama kemudian Kenya berjalan menghampiri Kevin.
"Bisa gak ga usah teriak tiak?"
"Gak bisa. Lo lama,"
Kenya tidak membalas lagi ia langsung masuk kedalam mobil tersebut memasang wajah sebal. Kevin melihat itu terkekeh lalu menjalankan mobil tersebut.
MIBMH UPDATE LAGI! JANGAN LUPA VOTE AND KOMENT! KUDU!
OKEE NEXT SEEU!