
elihat ban mobil nya pecah. Akibat paku.
Memang pagi ini Kenya memutuskan untuk menggunakan mobil nya. Ia tak mau jika bareng dengan abangnya, bisa bisa iya tak dijemput lagi.
"Kenapa musti bocor segala sih! Aihhh mana 7 menit lagi masuk lagi. Bisa bisa terlambat" ocehnya.
Tiba tiba, ada mobil dari belakang yang melaju dengan kencang. Baju putih nya terkena, cipratan air. Dari genangan air hujan semalam.
"WOIIII GILA!!!! LO BISA BAWAK MOBIL GAK SIH!" teriak Kenya, pada mobil yang lewat tadi.
"Sial banget nih hari. Ban mobil pake bocor, ditambah nih baju kena cipratan air. Sungguh malangnya nasip gue." dengusnya, sambil mengambil sweater nya didalam mobil.
Akhirnya Kenya memutuskan untuk memesan ojol. Ya, walapun nanti nya terlambat juga. Beberapa menit kemudia akhirnya, ojol nya sampe juga.
"Kenya ya," tanya Abang ojol tersebut. Kenya hanya menganggukan kepala saja.
Jarak dari tempat Kenya berhenti tadi, ke sekolah hanya butuh waktu 15 menitan. Tapi karena ini di Jakarta. Tak heran lagi jika macet.
"Duh, Bang gak bisa lewat jalan tikus apa?" tanya Kenya mulai sebal.
"Saya enggak tau Neng, kalo misalkan eneng tau. Kasih unjuk aja arah nya."balas abang ojol nya sambil tersenyum kikuk.
Kenya memutar bola matanya malas. Gimana sih dia kan ojol, harusnya bang ojol nya yang lebih tau. Dasar Kang ojolllll.
"Yeh, si Abang gimana sih. Yaudah dari sini, belok kanan." tunjuk Kenya. Dan diangguki oleh kang ojol nya.
Setelah melewati jalan tikus, akhirnya Kenya sampai di depan sekolah. Ya, walapun gerbangnya sudah ditutup. Tapi bukan masalah bagi seorang Kenya. Hahah.
•••
Kenya berjalan kearah samping sekolah, disana ada bolongan kecil. Namun, muat untuk badan mungil Kenya. Tak butuh waktu lama akhirnya Kenya sudah masuk kedalam sekolah.
Ia berjalan menuju kelasnya, yang sebentar lagi waktunya pergantian pelajaran. Kenya berjalan menelusuri koridor kelas, saat sampai di pintu. Kenya mengintip takutnya ada guru yang mengajar. Setelah dilihat, ternyata tidak ada guru yang mengajar, uhh syukurlah. Batin Kenya membeo.
Kenya membuka pintu membuat semua teman sekelasnya kaget bukan main. Sedangkan Kenya? Dia hanya cengar cengir bak orang idiot.
"Weiii, gila sih Kenya. Baru dateng santuy juga lo" ucap Rudi, ketua kelas.
"Au yeh, tadi gue kira. Pak Bambang yang dateng, tau nya si kutil onta. Hahahahha" ucapan Fathan, yang mengundang gelak tawa semua murid. Eitttt, tidak untuk Kenya.
"Ye, bacod lo berdua!" balas Kenya, sambil berjalan ke arah bangku nya.
"Eh, Ri Pak Bambang kemana? Tumben enggak masuk kelas" tanya Kenya kepada Lori.
"Semua guru pada rapat, sampe istirahat kedua." ucap Lori, Kenya hanya menganggukan kepala saja. "Lo kenapa telat?"sambung Lori lagi.
"Yaelah, lo tumben bawak mobil. Biasanya lo dianterin sama Abang lo yang ganteng itu" tanya Fira.
"Malesss. Hari ini gue sial banget tau gak sih, udah ban mobil bocor. Ditambah nih ya ada mobil yang nyiprattin air kebaju gue. Ahhh sialll dah pokonya" kesal Kenya. Sahabatnya malah melongo melihat Kenya yang seperti itu. Jauh dari kata dewasa.
"kasiannn bangett sih lo, yuk Kantin. Dari pada lo kesel kesel begini" ajak Lori.
"ihh lagian gue kesel banget, sama tuh mobil. Kalo gak bisa nyetir gak usah bawak mobil. Awas aja kalo sampe ketemu lagi, gue maki maki tuh orang." geram Kenya, dengan tangannya sambil terkepal, mata nya tajam. Membuat para sahabatnya begidik ngeri.
"Udah udah, ayo cepetan. Marah marah mulu kerjaan lo." tuding Lori, Fira dari tadi hanya diam saja. Pasalnya kalo Kenya sudah marah. Bisa kacaw semua orang dicincang. Haha kejam amat.
Akhirnya mereka bertiga sampai dikantin. Kenya memilih tempat duduk bersama Fira. Sedangkan Lori yang memesan makanan.
"Eh, Ken lo tau gak sih si Dini" tanya Fira kepada Kenya.
"Dini mana dah?" tanya balik Kenya. Pasalnya Kenya tidak kenal dengan yang nama nya Dini.
"Ih lo, satu sekolah tau masa lo doang yang gak tau. Kudet banget lo" cibir Fira. Kenya hanya mencibikkan mulutnya saja.
"Yaelah, yaudah emang kenapa sama si Dini Dini itu?" tanya Kenya mulai penasaran.
Belum juga Fira membalas, Lori sudah datang dengan pesanannya masing masing. Kenya hanya mengelah napas.
"Pada ngomongin apansi?" tanya Lori sambil mengaduk makananya.
"Ah tuh, sih Fira." balas Kenya cuek.
"Ah kepoo lo Tapir" cibir Fira, Lori hangs mendengus dan Kenya terkikik saja melihat kedua interaksi kedua sahabat nya itu.
•••
Bell pulang berbunyi, sekolah di pulangkan lebih awal. Karena para guru sedang rapat. Seluruh murid berhamburan keluar.
"Eh, Lor gue nebeng lo ya. Mobil gue lagi di bengkel." ujar Kenya, kepada Lori.
"Yah, gue bukannya gak mau anter lo pulang. Cuma gue udah ada janji sama mami gue." balas Lori lesu.
"Yaudah deh. Gak apa apa, gue balik naik ojol aja. Yaudah gue duluan ya Rii. Bye" ucap Kenya dan langsung melenggang keluar gerbang sekolah.
Mau tidak mau, Kenya balik menggunakan ojol. Mau minta jemput abangnya, tidak bisa. Abang nya lagi latihan basketball pas ia telpon tadi.
Setelah sampai dirumah, Kenya langsung merebahkan badannya dikasur king size nya. Hari ini Kenya lelah sekali. Kantuk sudah menguasainya, akhirnya Kenya terlelap.
bersambung......