My Ice Boy My Husband

My Ice Boy My Husband
Chapter 12



diri


Kenya menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Dimana dirinya menyiapkan sarapan, baju serta semua perlengkapan suaminya.


Setelah urusan dapur dan pakaian suaminya selesai. Kenya beranjak kekamarnya untuk membangunkan Kevin.


Cklek


Suara pintu terbuka Kenya menggeleng gelengkan kepala saat melihat Kevin masih enggan untuk bangun dari tempat tidurnya.


Segera Kenya beranjak kearah kasur menepuk nepuk pelan pipi Kevin.


"Vin, Vin bangun. Kebo banget si!"


"Vin bangun,"


"Kevin bangun!!"


Namun, tidak ada perubahan dalam diri Kevin. Ia masih tertidur dengan pulas dan menaikan selimut sampai kepalanya.


Ada ide konyol muncul untuk membangunkan Kevin. Kenya menaiki kasur dan merebahkan badan disamping Kevin, lalu menurunkan sedikit selimutnya sampai perut.


Menempelkan tangannya didada bidang Kevin dan sedikit elusan disana. Ia tak berfikir panjang atas apa yang ia lakukan.


Kenya terus mengelus dada bidang Kevin dengan sedikit sensual. Namun Kevin enggan bangun juga dari tidurnya.


"Ini orang tidur apa mati sih? Kudu lebih biar dia bangun" bantin Kenya membeo.


Ia masih setia menggerak gerakkan tangan nya diarea dada suaminya, dan tak hanya itu. Kenya juga sengaja menghembuskan nafasnya dibagian leher Kevin.


"Ahh.." kevin mendesah dan membuka matanya lebar. Hal yang pertama ia lihat adalah istrinya. Sungguh Kevin tak pernah menyangka bahawa Kenya akan melakukan senekat itu.


Dengan segera Kenya bangun bagun dari kasur dan menatap Kevin dengan cengiran kudanya.


"Lo tadi ngapain?" tanya Kevin menatap kenya sinis.


"Bangunin lo." ujar Kenya.


"Kenapa harus begitu? Kan bisa bagunin dengan cara lain." cetus Kevin.


"Lo aja yang budek, gue udah bangunin lo tapi tetep aja gak bangun bangun. Yaudah terpaksa gue bangunin dengan cara begitu."


"apanya? Lo mau goda gue hah! Dasar mesum." tukas Kevin, Kenya cemberut. Padahal niat dia baik untuk membangunkan suaminya. Kenapa harus dibilang mesum.


"Ngegoda? Mesum? Apa maksud lo?!"


"Itu pakek ngelus ngelus dada gue dan ngendus ngendus leher gue. Apa kalo bukan ngegoda sama berbuat mesum?" sergah Kevin membuat Kenya kicep.


"Udah cepet mandi. Terus turun kebawah gue udah buatin lo sarapan, dan tuh udah gue siapin seragam lo. Gue tunggu dibawah" Kenya mengalihkan pembicaraan, dirinya sangat malu saat ini.


"Gak usah ngalihin membicaraan Kenya. Kenapa lo ngelakuin itu kalo cuma buat bangunin gue, hm?" desak Kevin dan memegang lengan Kenya.


"Lepas! Gue gak ada niatan buat ngegoda lo apa lagi berbuat mesum. Gue kesel aja, kenapa lo waktu itu cium leher gue dan meluk pinggang gue?? Intinya gue mau bales dendam sama lo!" desis Kenya lalu turun meninggalkan Kevin dikamar.


"Ck, sialan Kenya. Udah buat gue tegang, malah kabur gitu aja!" decak Kevin dan langsung menuju kamar mandi dan mengurus aset berharganya.


•••


Sedangkan Kenya tengah terkikik atas apa yang ia perlakukan dengan suaminya itu.


"Masa bodo. Lagi siapa suruh dia yang duluan,"


Setelah itu Kenya kemeja makan, menunggu Kevin sebagai suaminya. Seperti Bundanya yang selalu menunggu Ayahnya untuk makan bersama.


Ngomong ngomong soal Bunda, Kenya jadi keingat jika dia belum sempat menemui keluarganya.


Ia jadi kangen saat saat keluarganya bercanda dan tertawa bersama di meja makan. Ia juga rindu dengan Abangnya, rasanya ia ingin sekali bertemu.


"Gue tanya Kevin aja, semoga dia ngizinin gue buat ketemu sama Bunda, Ayah, sama Abang." batin Kenya.


"Mau sampai kapan bengong begitu? Gak makan?"


Kenya tersadar dari lamunannya. Ia memandang Kevin sengit. Kevin yang melihatnya merasa jengah. Lantara Kenya tidak berbicara.


"Ayo cepet makan. Berangkat bareng gue."


"Maksa?"


"Enggak juga si, tapi karena kemaren gue gak jadi jemput lo. Sebagai gantinya sekarang sekarang berangkat bareng." kata Kevin santai.


"Hm"


Setelah itu mereka berdua menyelesaikan sarapannya. Rasanya canggung di antara mereka berdua, saat kejadian beberapa menit lalu. Dimana Kenya melakukan hal konyol yang membuat Kevin merasa tegang di aset berharganya.


Kevin bangun dari bangkunya dan menuju garansi rumah untuk mengambil mobilnya.


"Cepet!" teriak Kevin saat berada di ambang pintu.


Segera Kenya bangun dan meminum susunya, lalu menghampiri Kevin. Kenya terbengong saat melihat mobil Kevin. Ia seperti pernah melihatnya.


"Bengong lagi. Capet, telat baru tau rasa lo!" celetuk Kevin. Tak mau menunggu lama akhinya Kenya masuk kedalam mobil Kevin.


Kevin melajukan mobil nya membelah ibu kota Jakarta yang padat akan penduduk.


"Gue kayak pernah liat mobil lo sebelumnya. Tapi dimana ya" ucap Kenya tiba tiba Kevin langsung menoleh kearah Kenya.


"Dimana?"


"Bentar bentar gue inget inget dulu....Emmm..." jari telunjuk mengetuk ngetuk kepalanya pelan sambil memikirkan mobil Kevin.


Ahh, iya ia baru inget kejadian beberapa waktu lalu.


Flashback on


"Kenapa musti bocor segala sih! Aihhh mana 7 menit lagi masuk lagi. Bisa bisa terlambat" ocehnya.


Tiba tiba, ada mobil dari belakang yang melaju dengan kencang. Baju putih nya terkena, cipratan air dari genangan air hujan semalam.


"WOIIII GILA!!!! LO BISA BAWAK MOBIL GAK SIH!" teriak Kenya, pada mobil yang lewat tadi.


"Sial banget ni hari. Ban mobil pake bocor, ditambah nih baju kena cipratan air. Sungguh malangnya nasip gue." dengusnya, sambil mengambil sweater nya didalam mobil.


Flashback off


"Oh, sekarang gue inget. Lo yang bawak mobil gak bener. Yang bikin baju gue kotor waktu itu."


Kevin agak kaget mendengarnya. Namun, segera menetralkan wajahnya seperti biasa kembali. Dingin dan terlihat cuek, tapi tidak didalam hatinya.


"Kapan?" ujar nya yang masih menghadap depan tanpa menoleh kearah Kenya.


"Pura pura lupa? Hm"


"Gak inget bukan lupa" cakapnya santai.


Kenya memghembuskan nafas lelah. Mending tidak usah membahas yang sudah berlalu. Ah iya, ia sampai lupa jika dirinya ingin izin ke rumah bundanya.


"Em...Vin, gue izin pulang sekolah kerumah Bunda. Lo gak usah nganter biar gue minta supir buat jemput." ucap Kenya.


"Hm,"


Hm doang? Astaga ni orang apa manusia kulkas sih? Tolong tuhan cabut aja nyawanya saya terima dunia akhirat.


Sebelum sampai di sekolah, Kenya meminta Kevin untuk diberhentikan sebelum gerbang sekolah. Karena ia tak mau menjadi bahan omongan para fans fans alaynya Kevin.


"Gue duluan" Kevin mengangguk.


Kenya keluar dari mobil Kevin lalu berjalan untuk menuju sekolahnya. Lima menit sudah Kenya berjalan, akhinya Kenya sudah sampai di sekolah dan ia langsung menuju kelas untuk memulai pelajaran.


•••


Jam pulang sekolah sudah terdengar dengan segera Kenya pulang dan langsung menelpon supir Bundanya.


"Hallo non"


"Pak Ijon, bisa jemput Kenya enggak? Kenya mau main kerumah bunda, kenya tunggu digerbang ya Pak."


"Iya non, tunggu disitu saya akan segera kesana."


Tut


Telpon mati Kenya langsung menuju gerbang untuk menunggu Pak Ijon.


"Neng Kenya nunggu siapa?"


Kenya menoleh kearah Pak Idrot satpam sekolah yang menjaga gerbang sekolah.


Kenya senyum dan menjawab "Nunggu supir Pak"


"Oh, yaudah bapak ke atas dulu ya" ujarnya. Kenya mengangguk lalu tersenyum.


Setelah kepergian Pak Idrot. Tak lama supir yang diminta Kenya datang. Seperti biasa, menggunakan mobil kesayangan Kenya.


"Udah lama non?" tanya Pak Ijon sambil senyum.


"Enggak pak, belom lama. Gimana kabar Bapak?"


"Alhamdulillah sehat non, non juga apa kabar? Lama juga ya non Kenya tidak main kerumah. Hehe"


"Ya, seperti yang Bapak lihat."


Pak Ijon mengngguk dan tersenyum. Lalu membuka kan pintu mobil penumpang kemudian Kenya masuk dan mengucapkan terima kasih.


Perjalanan dari rumah Bunda nya dan sekolahnya lumayan jauh. Membutuhkan waktu setengah jam, beda dengan perjalanan dari rumah yang sekarang ia tempati bersama Kevin.


Kenya melihat kearah luar jendela menatap jalanan. Mata nya menangkap cowok yang beberapa minggu ini bersamanya sedang mengelus rambut wanita lain di tukang mie ayam.


Kenya tersenyum getir saat melihat pemandangan yang membuatnya muak.


"Rasanya kok kayak nyesek ya?" batin Kenya.


Buat apa ia seperti ini? Toh tidak ada cinta dalam pernikahannya. Mau dia seperti apa itu urusan masing masing bukan? Seperti yang dibilang Kevin.


Ah sudahlah. Tidak usah memikirkan apa yang tidak penting seperti itu. Lebih baik dirinya fokus menjadi istri yang baik walapun tidak ada cinta.


"Ayo non udah sampai," ujar Pak Ijon membuat Kenya tersadar dari lamunannya.


"eh, iya Pak. Makasih ya, Kenya kedalam dulu" Pak Ijon mengangguk.


Kenya berada diambang pintu. Menghembuskan nafasnya dan memencet bell rumahnya.


Tingnong....


Pintu terbuka menampakkan seorang pria tampan yang ia rindukan. Siapa lagi jika bukan Surya.


"Abang!!!"


Kenya langsung menghamburkan pelukan kepada Abangnya. Memeluk erat sampai mengeluarkan air mata, ia rindu dengan kekonyolan Surya yang selalu membuat dirinya kesal.


"Hey hey kenapa menangis? Ayo masuk" Surya melepaskan pelukannya dan membawa Adiknya untuk masuk.


"Abang, Bunda sama Ayah kemana? Kenya kangen banget nih hiks...hiks" lirih Kenya. Surya tersenyum dan mengelus kepala Kenya sayang.


"Sama Abang enggak nih? Bunda ada dikamar...kalo Ayah biasa ngantor" jelas Surya.


"Ihh Kenya tuh kangen semua nya tauk! Yahh padahal Kenya mau ketemu sama Ayah." ujar Kenya menundukan kepalnya.


"Surya siapa yang dat---" ucapan Yesi terputus karena Kenya sudah menghamburkan pelukan kepada Yesi.


"Bunda, Kenya kangen banget sama Bunda. Kenya udah lama gak main kesini hiks hiks"


"Bunda juga kangen sama kamu sayang. Lah kok kamu enggak bareng Kevin? Kenapa?" cakap Yesi. Karena tidak melihat menantunya.


"Di-ia lagi sibuk Bun, nanti Kevin pasti main kesini kok" tutur nya melepaskan pelukannya dan senyum kepada Yesi.


Tentu saja ia berbohong soal Kevin. Ia tak mau membuat Bundanya marah kepada Kevin. Walau gimana pun Kevin sudah menjadi suaminya, soal Kevin jalan dengan wanita lain itu adalah aib suaminya.


"Ohh gitu...kamu lagi gak ada masalah kan sama Kevin?" ucapan Yesi tentu membuat Kenya terbengong.


"Kenya," panggil Yesi lagi.


"E-hh iyaa Bun...enggak kok baik baik aja. Bunda gak usah khawatir, heheh"


"Abang ke atas dulu ya...mau mandi nih gerah," kata Surya dan diangguki Kenya.


Kenya berjalan kearah ruang keluarga sedangkan Yesi tengah mengambil minuman untuk anaknya.


Kenya masih kepikiran soal Kevin. Siapa wanita itu? Kenapa sama dengan yang waktu itu ia lihat? Apa itu pacarnya Kevin?


Kalo emang iya, itu pacarnya. kenapa rasanya sakit sekali. Walapun dirinya belum cinta dengan Kevin. Ia tak mau membagi punya nya dengan wanita lain.


"Sayang kenapa bengong? Ayo diminum," ujar Yesi, Kenya mengangguk dan memgambil minumannya, lalu meneguknya.


"Bunda Kenya nginep disini ya. Kenya masih kangen sama Bunda, hehe. Lagian juga Kenya belum ketemu sama Ayah" cakap Kenya menampilkan puppy eyesnya.


Yesi hanya mengangguk dan berucap "Tapi kamu sudah izin dengan suami kamu kan?" tanya Yesi.


"Kevin sudah tau kok Bun kalo Kenya dirumah Bunda. Yaudah Kenya ke kamar dulu, kalo ada yang nyari Kenya jangan disuruh masuk." pinta Kenya kepada Bundanya. Yesi mengangguk.


Setelah itu Kenya menuju kamarnya dan merebahkan badannya di kasur kesayangannya.


Kenya menatap langit langit kamarnya. Ia rindu sekali dengan siasana kamarnya ini. Dimana tempat canda tawa bersama sahabatnya Lori dan Fira, mencurahkan amarahnya dan kekecewaannya dikamar ini.


Kenya bangun dari kasurnya, berjalan kearah meja belajar. Mengambil kalung dari seseorang yang amat ia rindukan setahun ini. Orang yang berhasil mengambil hatinya dan membua hari harinya begitu indah.


"Kamu kenapa meninggalkan aku saat aku sudah mulai nyaman saat berada di dekatmu? Kamu tau, aku rindu saat bercanda dan tertawa bersama kamu. Aku ingin bertemu denganmu sekali ini saja. Melihat wajahmu yang selalu membuatku tersenyum,"


Tes


Air mata nya terjatuh lagi dan lagi. Kenya merindukan sosok yang amat ia sayangi, seseorang yang membuat hari harinya berwarna. Tapi semenjak kesalah pahaman itu, ia pergi dari hidup Kenya.


Kenya merasa terpukul akan kejadian setahun lalu.


"Aku tunggu kamu kembali lagi. Aku akan tunggu kamu sampai kapan pun hiks hiks,"


Kenya menghapus air matanya dan kembali kasur kesayangannya


**JANGAN LUPA KASIH DUKUNGAN KALIAN...ITU BERHARGA BANGET, JANGAN CUMA BACA AJA YA.


OKE NEXT SEEU**.