
Kekonyolan Jovan
Paginya Kevin dan Kenya sudah berangkat bersama. Karena tidak mau di kira ada masalah dengan keluarga Kenya, mangkanya mereka berdua memutuskan untuk pergi kesekolah bersama. Ya, walapun nantinya Kenya meminta Kevin memberhentikan dirinya sebelum di gerbang sekolah.
"Gue duluan, bye." kata Kenya sambil keluar dari mobil. Kevin mengangguk lalu menjalankan mobilnya kembali.
Kenya lebih baik berjalan kaki dari pada harus bareng dengan Kevin, yang ada dirinya terkena bully dan mendapat tanda tanya besar untuk siswa siswi. Terutama fens fens alay nya.
Kenya berjalan gontai untuk sampai di sekolahnya. Dengan earphone yang menyangkut di telinganya serta permen karet yang selalu ia bawa kemana mana.
Saat sudah sampai di gerbang, ada satu pandangan yang tidak mengenaki mata Kenya. Dua orang yang selalu membuatnya muak, Kevin dengan perempuan itu.
Ya, yang dilihat Kenya adalah Kevin dengan perempuan. Seperti biasa perempuan itu melingkarkan ditangan Kevin dengan manja. Aneh nya Kevin sama sekali tidak risih. Kenya yang melihat itu saja risih.
Dengan santai Kenya berjalan melewati kedua orang tersebut. Masa bodo dengan Kevin yang akan terlihat kaget dengan keberadaan dirinya. Toh tidak masalah bukan buat Kevin. Dia bilang tidak boleh mencampuri urusan Kevin begitupun dengan sebaliknya.
"Kevin, temenin aku ke perpustakaan." ajak perempuan tersebut sedangkan Kevin mengangguk saja.
Namun, saat dikoridoor kelas Kevin melihat Kenya yang sedang berjalan tak jauh dari dirinya.
Matanya membulat, berarti Kenya sempat lihat dirinya bersama wanita lain? Jika iya, kenapa tidak marah ataupun menegurnya.
"Kevin," panggil perempuan itu, Kevin yang tersadar dari lamunannya dan pandangan ke arah Kenya berjalan.
"I-iya kenapa?"
"Ih, kamu denger gak si. Ayo ke perpustakaan," katanya lagi sambil menarik tangan Kevin. Mau tak mau Kevin tertarik dan segera memutuskan pandangan kearah Kenya.
•••
Kenya sudah sampai di kelasnya, dirinya sudah duduk di bangku kelasnya. Namun, Kenya sama sekali tidak melihat keberadaan sahabatnya. Lori dan Fira, kemana dia?
"Rudi," Kenya memanggil Rudi ketua kelas, Rudi menoleh ke arah Kenya menaikan sebelah alisnya.
"Fira sama Lori kemana? Tumben gak keliatan?" tanya Kenya.
"Oh, Lori lagi sakit. Gak tau deh kalo Fira," jelas Rudi. Kenya menyengrit heran tumben sekali kedua nya tidak memberi tahu dulu, biasanya juga mengabari.
Aneh pikirnya
"Makasih ya Rud," ucap Kenya, Rudi mengangguk dan membalikkan badannya kembali.
Kenya masih memikirkan kedua sahabatnya yang tidak mengabari terlebih dahulu, biasanya juga mereka berdua akan mengabari nya. Ada perasaan tidak enak, entah apa itu.
Lebih baik ia menelfon salah satu dari mereka. Fira. Kenya mengambil handphone dari saku roknya lalu, mencari kontak Fira.
Panggilan yang anda tuju tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat lagi
"Ish, kok malah oprator yang jawab si. Coba sekali lagi,"
Panggilan yang anda tuju tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat lagi
Panggilan yang anda tuju tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat lagi
"Ahh sial. Kemana si Fira, anggkat dong." ujar Kenya kesal.
Sudah beberapa kali Kenya menelfon. Namun, sama sekali tidak nyambung. Fikiranya sudah kemana mana.
Brak
Pintu terbuka sangat kencang dan membuat semua murid yang berada dikelas kaget, termasuk Kenya.
"KENYA! KENYA, FIRA FIRA DI--"
Dua orang siswi memanggil namanya dan menyebut nyebut nama Fira, sahabatnya.
"Fira kenapa?"
"Fir-ra d-di---"
"FIRA KENAPA. NGOMONG YANG JELAS!" teriak Kenya kepada kedua orang siswi tersebut, sambil mencengkram bahu siswi tersebut.
"Fira lagi berantem sama Dini. Dikoridor sekolah deket kamar mandi," ucap siswi satunya lagi.
Kenya melototkan kedua matanya. Ia mendengar satu nama yang membuat darah nya mendidih, Dini. Ya, siapa lagi orang yang selalu mencari masalah dengan dirinya dan termasuk sahabatnya, Fira dan Lori.
Kenya langsung keluar lari dari kelas dan menuju tempat yang dibilang siswi tadi. Kenya berlari lari sampai menabrak siswa siswi yang tengah berjalan. Namun, ia masa bodo. Yang dipikirannya sekarang adalah Fira.
•••
Ketiga siswa yang terpopuler disekolah tengah duduk di depan kelas mereka sambil memainkan gitarnya.
"Woi pinjem dong, gue mau nanyi." ucap Jovan merebut gitar dari Vero.
"Dih, sok bisa mainnya aja *****. Mau nanyi apan si? Paling juga balonku ada lima. Hahahah," kata Vero mentertawakan sahabatnya.
"Gak usah ngeremehin. Gini gini gue pernah diundang suruh manggung di caffe," ujar Jovan.
Kevin menggeleng, ia juga tidak percaya jika Jovan sahabatnya bisa memainkan gitar dan manggung di caffe. Biasanya juga Jovan hanya bisa memacari perempuan dan di gombalin abis abisan.
Ya, Jovan adalah playboy akut. Hampir seluruh siswi di sini ia pacarai lalu di tinggalkan begitu saja. Jahat memang. Namun, masih saja banyak yang mau dengan sahabatnya ini. Memang Jovan ganteng, tapi masih gantengan Kevin lah.
"Yaudah cepet," suruh Vero, Jovan mengangguk lalu memulai memetik senar gitarnya.
Kalian bisa putar vidio diatas ya, misalkan gak tau nadanya...kalo gak suka skip aja oke, gak maksa.
🎶Mbok sarijem butuh hiburan
Duduk di balkon tolak-tolakan
Pak sarenga cengar-cengir aje
Pak safei tilpun tilpunan
Mbok sarijem butuh hiburan
Duduk di balkon tolak-tolakan
Pak sarenga cengar-cengir aje
Pak safei tilpun tilpunan
Ini lagu sekedar hiburan (hiburan)
Jangan berpikir jorok dulu (uuu)
Ini lagu untuk mbok sarijem
Yang gelisah
Jangan berpikir jorok dulu
Mbok sarijem butuh hiburan
Duduk di balkon tolak-tolakan
Pak sarenga cengar-cengir aje
Pak safei tilpun tilpunan
Ini lagu sekedar hiburan (hiburan)
Jangan berpikir jorok dulu (uuu)
Ini lagu untuk mbok sarijem
Yang gelisah
Jangan berpikir jorok dulu
Jangan berpikir jorok dulu🎶
Jovan selesai dengan lagu yang ia nyanyikan lalu mengembalikan gitarnya ke Vero. Namun, lagu yang di nyanyikan Jovan ada yang aneh.
Kevin dan Vero terbengong saat Jovan menyanyikan lagu yang sama sekali belum ia dengar. Baru kali ini Vero dan Kevin medengarnya, ini pun mendegar langsung dari Jovan. Sahabatnya.
"Woi Van, itu lagu apaan? Kok gue baru denger *****." tanya Vero ke Jovan.
Sedangkan Jovan cengar cengir kek orang ******. "Nanti, lo cari aja di youtube. Lagu MBOK SARIJEM," kata Jovan, lalu meninggalkan kedua nya.
Kevin yang dari tadi diem saja langsung mengambil handphone nya. Lalu, ia buka youtube dan mencari yang dibilang Jovan.
LAGU MBOK SARIJEM
Kevin melihat dan mendengarkan dengan seksama alunan lagu tersebut. Tapi, ini salah. Kenapa lagu nya jadi kedengeran vulgar sekali.
"Nih,"
Kevin menyerahkan handphone ke Vero, sahabatnya. Vero mengambil ponsel tersebut dan memperhatikan dan mendengarkan alunan lagu tersebut sama seperti Kevin tadi.
Setelah selesai, Vero mengembalikan ponsel tersebut ke Kevin. Ia terdiam sejenak, apa yang difikirkan dengan Vero sama dengan Kevin.
Kedua nya saling pandang, lalu Vero berteriak sekencang kencangnya. "JOVAN ANJING! LO TAU LAGU ITU DARI MANA?! GILA Lo. BENER BENER GILA!" cerocor Vero sedangkan Kevin? Ia hanya menutup kupingnya. Malas jika mendengar teriakan Vero yang memecahkan telinga.
Jovan? Ia hanya cengar cengir dan kabur entah kemana.
"Gesrek banget. Temen siapa si," ujar Vero dan mendapat pelototan maut dari Kevin.
"Hehe, iya Vin temen gue." kekeh Vero.
Haii, aku update lagi...sesuai janji selesai Revisi bakal update cerita yang tertunda kemaren...aku ushain bakal update cepet, kalo gak sibuk.😹
Hehehe maaf ya gaje ceritanya...yaudah jangan lupa VOTE and COMMENT!!😊👍
Seeu kalian😗💜