My Ice Boy My Husband

My Ice Boy My Husband
Chapter 07



Hari ini Kenya dan Bunda nya akan kebutik, untuk memilih baju pernikahan. Kevin dan Mamah nya juga ikut, tapi mereka akan menyusul.


Kata nya ada hal penting yang harus diurus. Disini lah Kenya bersama Bunda nya di butik yang terkenal dijakarta.


"Sayang kamu, mau model yang seperti apa?" tanya Yesi, sambil melihat lihat model model baju pengantin.


"Aku pengen yang simpel aja bun, tapi terlihat elgan ketika dipakai" jelas Kenya Yesi mengangguk.


"Yasudah kita tunggu Kevin dan Mamah nya dulu ya. Minta pendapat mereka." ujar Yesi.


"Iya Bun,"


Setelah menunggu 20 menitan, akhirnya Kevin dan tante Sarah sudah tiba.


"Eh maaf ya jeng, nunggu kelaman. Soalnya baru selesai hehe." kata tante Sarah meminta maaf ke Yesi.


"Iya gak apa apa, kamu ini kayak sama siapa saja. Kita kan calon besan,"ucap Yesi sambil terkekeh.


"Eh iya gimana baju nya sudah dipilih?" tanya tante Sarah, sedangkan dari tadi Kevin hanya diam saja. Sambil memainkan handphon nya.


"Emm... itu si Kenya minta gaun yang simpel, tapi terlihat elgan. Menurut kamu gimana Sar, Vin?" tanya Yesi.


"Aku sih setuju aja, gimana sama Kevin aja jeng. Kevin gimana kamu setuju gak? Jangan main handphone terus dong!" kata tante Sarah, Kevin hanya meringis.


"Aku ikut aja" jawab Kevin singkat.


"Heh! ini pernikahan kamu. Gak usah bercanda ya. Ayo cepat pilih bersama Kenya, Mamah sama Bunda nya Kenya tunggu di sana" ujar Sarah, sambil menunjuk toko peralatan sepatu.


"Iya mah, ayo Kenya." kata Kevin sambil menaik tangan Kenya.


Kenya sedang memilih gaun, yang menurut nya cocok Untuknya. Matanya terhenti ketika melihat, gaun berwarna biru laut dengan belahan dada yang sedikit rendah, motif nya yang simpel.


"Tante Widah, aku pengen mencoba yang ini" tunjuk Kenya.


"Pilihan yang sangat cantik, ayo ikut tante keruang ganti" Kenya menganggukkan kepala nya.


Kenya mengikuti tante Widah untuk mencoba gaun tersebut.


Setelah beberapa menit kemudian Kenya, keluar untuk menemui Kevin meminta pendapat.


"Wahh kamu cantik banget pakek gaun ini sayang" kagum tante Widah.


"hehe makasih tante, aku pengen bertemu dengan Kevin dulu ya tan. Minta pendapat hehe," ujar Kenya.


"Gak sabar pengen liatin kecantikan kamu ya" goda tante Widah, Kenya merasa panas dipipi nya.


"huh pasti bulshing, ih malu banget."


"ih tante, yaudah aku mau ke Kevin dulu." ucap Kenya. Dan diangguki oleh tante Widah.


Kenya berjalan ke sofa yang diduduki Kevin, yang sedang bermain handphone nya. Kenya gugup. Huh Kenya ayo lo harus berani. Guam Kenya dalam hati.


"Emm....Kevin gimana menurut lo sama gaun yang gue pakek?"tanya Kenya, suara Kenya membuat Kevin menolehkan wajah nya, ke arah Kenya.



Kaya gitu model gaun nya yang Kenya pakek.


Kevin Pov.


Gue menoleh kearah suara Kenya, pas gue liat yang pertama kali gue ucapin adalah cantik. Ya, emang benar Kenya cantik pakai gaun itu.


"Gue Gak suka" ucap gue ke Kenya. Bukan nya apa dia emang cantik, tapi di gaun itu dada nya rendah banget. Sampai melihatkan belahan dan mengumbar dada mulus calon istri gue.


"Kenapa? Ini bagus kok gue suka motif nya." ujar Kenya. Duh gue itu cowok normal Kenya, lo pasti tau lah. Guam gue dalam hati.


"Pokok nya gue gak suka. Cari yang lain," ucap gue, dan langsung meningalkan Kenya yang berdiri mematung.


Kevin and pov


Kenya Pov


Gue ambil gaun yang gue pilih beberapa tadi, pokok nya kali ini Kevin gak boleh protes!


Sekarang gue lagi ada diruang ganti, mau nyobain gaun warna putih. Setelah beberapa menit gue ganti, sekarang gua keluar dari ruang ganti udah pakek gaun yang gue pilih.


Sekarang gue pengen nemuin si Kevin, oh iya gue pakek gaun warna putih, motif kerap kerlip. Emang sih sedikit mencolok tapi gue suka.


"Kevin" panggil gue. Kevin nengok, kearah gue. Matanya gak kedip. Merhatiin gue dari atas sampai bawah, terus mata nya berhenti di dada gue. Wahh pikirannya kotor.


"Gak usah natap gue kek gitu!" ucap gue sambil menyilangkan tangan diantara dada gue.


"Ck, lo bisa nyari gaun gak sih!" Kevin berdercak. Gue hanya memutar bola mata malas.


"Bodo amat, gue mau gaun yang ini. Gue capek tau nyari nya. Intinya gue mau yang ini! Titik gak pakek koma atau pun tanya." ujar gue, Kevin hanya diam.



Kurang lebih gini gaun yang dipilih Kenya.


"Udah seterah lo, gue udah dapet texTudo nya. Gue ganti dulu, lo tunggu sini" pinta Kevin, huh pasti gak bagus pilihannya.


Kevin langsung berjalan meninggalkan Kenya, dan beralih ke ruang ganti. Beberapa menit kemudia Kevin kembali ketempat yang tadi.


Kevin berjalan kearah gue, pas gue liat. Astaga ganteng banget dong, gue baru nyadar kalo dia ganteng.


Kevin memakai texTudo warna hitam, dengan dasi berwarna merah. Membuat Kevin lebih cool dan tampan.



Kira kira kek begitu lah texTudo yang Kevin pakai.


"Gue pilih yang ini, cocok sama gaun yang lo pakai sekarang." ujar Kevin. Gue hanya manggut manggut aja.


"Kedip. Gue tau gue ganteng." ujar dia PD.


"Idih najis, gak tuh b aja" elak gue, sebenernya Kevin tuh ganteng banget pake banget malah.


"Ck, seterah lo. Yaudah gc gue pengen balik." kata Kevin.


"Sabar gue panggil tante Widah dulu." ucap gue, abis itu gue pergi ke tante Widah.


Setelah gue ke tante Widah, gue pamit pulang. Abis itu gue ke Kevin yang berada didalam mobilnya.


"Eh, Mamah lo sama Bunda gue gimana" tanya gue. Soal nya tadi Bunda sama Tante sarah ke toko peralatan sepatu.


"Kata nyokap gue suruh pulang duluan. Dia lagi pergi sama Bunda lo" suhut Kevin dan gue hanya menganggukkan kepala.


"Yaudah anterin gue pulang" ujar gue, karena udah males banget sama ni cowok kulkas.


"Hm."


Setelah itu, Kevin menjalankan mobil nya. Tidak ada pembicaraan diantara kami, lagi juga gue ogah ngomong sama dia.


Beberapa menit diperjalanan akhirnya kita sampai. Setelah gue turun dari mobil dan ngucapin terimakasih, gue langsung masuk kedalam rumah. Hari ini capek banget, badan pada pegel, huh seperti nya berendam didalam


bathtub enak.


Nih aku kasih foto Kevin



Cool banget kalo lagi masak uhhh, suami idaman hahha.


bersambung........


Huh akhirnya update lagi, jangan lupa komen ya jika ada kesalahan dalam kepenulisan. VOTE jika kalian suka sama cerita MIBMH.


Terimakasih juga yang setia baca cerita aku, tanpa kalian cerita aku gak ada apa apa nya. Ya yalawpun yang baca cuma dikit, tapi alhamdulillah satu dua yang setia baca cerita aku...


Seeu papai🌚