My Ice Boy My Husband

My Ice Boy My Husband
Chapter 10



ara Kevin gue jadi gak karuan begini. Mending gue ke taman belakang sekolah"


Kenya sekarang berada ditaman belakang sekolah. Ia masa bodo dengan pelajaran sekolahnya, Kenya sedang memikirkan kejadian beberapa waktu tadi. Pipinya terasa panas saat ia bersandar di bahu Kevin.


Padahal hanya bersandar dibahu kenapa rasanya aneh sekali? Ah pokoknya Kenya ingin pergi dari muka bumi sekarang juga.


"Kok gue deg deg kan ya? Gue gak mungkin jatuh cinta sama Kevin kan? Astaga jangan sampe." Kenya bermolong sendiri saat berada di bawah pohon yang rindang.


"Kevin kalo diperhatiin ganteng juga ya," ujarnya sambil senyum senyuk tak jelas. "Eh eh apaan dah? Kenapa gue malah mikirin di Kevin cobak, aneh."


"Ngapain disini?" tanya seseorang dari arah belakang Kenya. "


"siapa cobak? Dedemit kah? Aduhh mana gue sendiri lagi. Gimana ni?" batin Kenya dengan keringat yang sudah berkucuran muka pucat pasi. Ia tak berani menoleh kebelakang.


"Gue nanya ngapain disini?" ujarnya lagi.


"S-siapa lo-o?" sahut Kenya tidak membalikan tubuhnya.


"Kevin"


Dengan cepat Kenya berbalik kearah belakang dan benar yang datang dan menanyakan dirinya ada Kevin suami nya.


"Lo ngapain disini?" tanya balik Kenya.


"Ngadem" singkat Kevin sambil duduk di samping Kenya.


Kenya tidak membalas hanya menganggukkan kepalanya. Hening tidak ada pembicaran lagi, Kenya masih canggung atas kejadian beberapa waktu lalu.


"Lo gak masuk?" tanya Kenya akhinya.


"Lah lo sendiri? Kenapa gak masuk" jawab Kevin mengalihkan pandangannya ke Kenya.


Kenya sedikit terkekeh lalu menjawab "Males aja"


Hening kembali tidak ada percakapan sama sekali keduanya. Hanya menikmati sejuknya di bawah pohon yang rindang.


Kenya selalu berfikir. Kenapa orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Kevin yang nobatenya adalah seorang yang amat dingin, tidak peduli, dan sangat cuek.


Kenya tau pilihan Bunda dan Ayah nya tidak mungkin salah. Tapi ia masih memiliki janji dengan seseorang yang selalu menemani dirinya beberapa tahun lalu.


Kenya masih mencintai seseorang itu. Seseorang yang selalu membuatnya tersenyum, seseorang yang membuat dirinya lebih berwarna.


Kenya rindu orang itu, Kenya ingin bertemu dengannya, orang itu adalah cinta pertamanya. Orang yang membuat dirinya tau akan cinta.


Entah, jika orang itu kembali dan dipertemukan kembali. Kenya harus senang atau sebaliknya.


Senang karena dia kembali dan sedih karena tak bisa memiliki nya. Kenya masih belum bisa mencintai Kevin, dirinya terlalu cinta dengan seseorang itu.


Bahkan keluarganya tidak tau jika Kenya masih mencintai laki laki lain. Padahal dirinya sudah menikah dengan Kevin.


Egois memang dirinya yang masih mencintai laki laki lain. Tidak mau membuka hati untuk suami nya.


Tes


Air matanya kembali turun saat mengingat seorang yang amat ia rindu. Kenya ingin bertemu dengannya Kenya ingin memeluk dirinya.


Kevin yang sedari tadi diam melihat istri nya menjatuhkan air mata. Tangan Kevin menjulur untuk membersihkan air mata istrinya.


Kenya tersentak saat ada tangan yang menghapus air matanya. Cepat cepat Kenya tersadar dari lamunannya. Disebelahnya masih ada Kevin yang sedari tadi.


"Nangis?" tanya Kevin lembut.


"Kelilipan aja." bohong Kenya. Tak mungkin dirinya bilang jika ia memikirkan laki laki lain. Kenya tak bisa menyakitkan Kevin, tapi dengan sikapnya yang masib mencintai laki laki lain dibelakang Kevin. Sudah menyakitkan suaminya.


"Oh"


"Gue mau kekelas, duluan ya." ujar Kenya sambil berdiri.


Kevin hanya mengangguk tapi ada yang aneh dengan istrinya seperti ada yang noda merah.


"Kenya" panggil Kevin saat Kenya masih belum jauh dari dirinya.


Kenya berbalik arah melihat Kevin yang memanggilnya. Dengan cepat ia menaiki alisnya seolah bertanya ada apa?


"Lo bocor?" tanya Kevin sambil menunjuk belakang rok abu abunya. Dan Kenya membulatkan matanya apa yang dibilang Kevin tadi.


"Hah! Serius lo?" teriak Kenya dan diangguki Kevin.


Segera Kenya menengok kearah rok abu abunya melihat yang dibilang Kevin. Mata Kenya melebar dua kali lipat saat melihat darah haid.


Ia merasa malu dengan Kevin ia menundukkan kepalanya. Rasa malunya lebih besar dibanding saat bersandar dibahu Kevin.


Tiba tiba ada yang menyodorkan jaket didepannya. Kenya mendongkak saat melihat Kevin yang memberi jaketnya.


"Dipake buat nutupin rok lo," ujar Kevin dan Kenya mengambil jaket Kevin dan mengikat jaket tersebut persis di pinggang nya.


"Makasih" ucap Kenya lirih.


"Ayo, gue anter pulang kerumah. Tadi gue udah kasih tau sahabat lo untuk minta izin pulang. Nanti gue yang ambil tas lo." tukas Kevin, Kenya hanya mengangguk dari pada dirinya tambah malu.


Kevin mengambil tangan Kenya dan menggandeng tangan Kenya. Kenya yang diperlakukan seperti itu langsung melotot tak percaya. Seorang Kevin mengandeng tangan cewek?


Kevin dah Kenya berjalan kearah parkiran. Setelah sampai Kevin membukakan pintu mobil untuk Kenya dan Kenya masuk tanpa menolak.


Dan Kevin berlari kecil untuk membuka pintu pengemudi. Lalu menjalankan mobilnya ke arah rumahnya.


"Pantes tadi lo marah marah gak jelas," ujar Kevin memecah keheningan.


"Udah gak usah dibahas, gue malu dengernya," ucap Kenya menundukkan kepalanya.


"Gak usah malu. Gue kan suami lo." tutur Kevin sambil mengelus rambut Kenya.


"Lo gak bakal tau rasanya!" sentak Kenya dan Kevin sedikit terkejut dengan ucapan istrinya.


Kevin tau, jika seorang wanita PMS pasti marah marah gak jelas. Karena Mamah nya bilang sakit rasanya seperti di peras peras. Tapi Kevin tidak tau itu betul apa enggak.


"Maaf" gumam Kevin yang masih didengar oleh Kenya.


"Eh, eh harus nya gue yang minta maaf. Maaf gak tau kenapa gue bawaannya marah marah terus keorang, maaf ya." lirih Kenya.


"Gak apa apa gue ngerti kok," tutur Kevin sambil mengulas senyum. Ini kedua kali nya Kenya melihat Kevin tersenyum. Pertama yang di atas roftop dan yang kedua didalam mobil ini.


Suasana kembali hening. Sampai akhinya Kevin dan Kenya sudah berada diperkarangan rumahnya.


Ia sangat malu dengan Kevin rasanya ingin pergi sejauh mungkin. Kenya langsung menuju kamar mandi.


Kevin yang melihat itu menggeleng geleng kan kepalanya. Aneh pikirnya.


Kevin langsung masuk ke kamar mereka berdua. Merebahkan badannya di kasur belum sempat menutup mata. Suara Kenya sudah memenuhi kamar mereka.


"Kevin!!" teriak Kenya.


"Kenapa?" tanya Kevin masih diposisi sama seperti tadi.


"Beliin pembalut, sama kiranti. Cepet!" ucapan Kenya membuat Kevin langsung bangun dari tidurannya. Mata melotot tidak percaya.


"Apa? Gue gak dengar"


"Beliin gue pembalut sama kiranti. Lo budek?" cetus Kenya dengan pala menongol dipintu kamar mandi.


"Hm, oke"


"eh eh bentar. Pembalut yang warna biru yang bersayap." ujar Kenya membuat Kevin bingung.


"Yang bersayap? Emang ada ya? Aneh," batin Kevin dan menggaruk tengkunya yang tidak gatal.


"iya, ada lagi?" tanya Kevin.


"Kalo bisa sama cemilan nya ya hehe." ucap Kenya terkekeh. Dan diangguki Kevin.


Dengan segera Kevin mengambil kunci mobil dan berjalan kearah luar rumah.


Dari rumah ke supermarket hanya membutuhkan waktu sepuluh menit.Setelah sampai Kevin masuk ke supermarket. Kevin berjalan kearah karsir untuk menunjukan pembalut yang diminta istrinya.


"Mba, saya minta tolong cariin pembalut yang warna biru yang ada sayap nya" ujar Kevin tertunduk. Malu sebenarnya bilang seperti itu, tapi apa boleh buat iya kan?


Mba mba karsirnya sedikit terkekeh karena ucapan Kevin yang sedikit aneh menurutnya.


"Buat siapa mas?" tanya mba karsirnya.


"Buat istri saya,"


"Iya sebentar saya ambilkan dulu." dan diangguki Kevin. Saat Mba karsirnya mencari pesananya, Kevin memilih untuk mengambil beberapa cemilan dan kiranti untuk istrinya.


Setelah selesai Kevin berbalik ke karsir. Untung hanya ada dia saja yang mengantri kalau tidak? Jatuh sudah harga dirinya sebagai laki laki.


"Ini yang sayap Mba? Istri saya mau nya yang sayap" ujar Kevin dan dianggkui Mba karsirnya.


"Iya ini yang Mas minta."


Setelah membayar Kevin mengambil belanjaannya dan kembali ke dalam mobil. Kevin menjalankan mobil nya tak membutuhkan waktu lama akhirnya Kevin sampai.


Kevin memasuki rumahnya dan menuju kamar dirinya dan Kenya. Lalu Kevin mengetuk pintu kamar mandi.


"Udah belum Vin?" tanya Kenya.


"Hm, udah"


"Sini in," segera Kevin menyerahkan pembalut yang ia beli tadi. Dan langsung diambil sama Kenya.


"Makasih ya" ucap Kenya dan diangguki Kevin.


Cukup lama Kenya berada dikamar mandi. Kevin kembali merebahkan dirinya di karus dan menutup matanya karena kantuk.


Tak lama Kenya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan tanktop dan celana hotpanst warna hitam.


Ia berjalan Kearah Kevin. Kenya memperhatikan suaminya dengan seksama.


"Kalo diliat dari deket gini Kevin dua kali lebih ganteng ya, hahah." gumam Kenya tanpa sadar. Lalu menggelengkan kepalanya kekiri kekanan. "gak Kenya, yakali Kevin ganteng."


"Gue emang ganteng kali," tutur Kevin dengan mata tertutup. Kenya tersentak sama ucapan Kevin yang tiba tiba.


Kevin segera bagun dari tidurnya dan melihat istrinya hanya menggunakan tanktop dan celana hotpans. Kevin menelan silva nya susah payah, Kenya yang melihat Kevin sedikit aneh membuat ia menyengrit heran.


"l-lo kenapa cuma pakek tanktop sama celana hotpanst?" tanya Kevin gugup dan mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Kenapa? Gue udah biasa kali cuma pake tanktop sama celana hotpanst." ujar Kenya santai sambil duduk disamping Kevin.


"Gue cowok Kenya,"


"Terus?" heran Kenya mengalihkan pandangannya ke Kevin.


"Udah gak penting gue mau mandi. Tuh kiranti sama cemilannya." ucap Kevin berjalan kekamar mandi dan menunjuk plastik yang berada dinakas.


"Makasih ya," kata Kenya tersenyum manis. Dan diangguki Kevin lalu ia masuk kedalam kamar mandi.


"sialan, walapun gimana juga gue cowok. Hari ini mungkin gue bisa kontrol, entah kalo besok" gumam Kevin.


Kenya sedikit aneh dengan Kevin pasalnya saat Kevin bilang gue cowok Kenya. Dirinya mulai mengerti apa yang dimaksud Suaminya.


Tak lama Kevin keluar hanya menggunakan boxser dan dada dibiarkan terbuka.


Kenya yang melihat itu langsung melotot. Melihat bentuk tubuh Kevin yang topless dan otot otot tangannya. Uhh seperti cerita yang ia baca di *******.


"Lo kenapa cuma pakek boxser? Cepet pakek banjunya." ujar Kenya mengalihkan pandangannya.


"Lupa," singkat Kevin dan membuka lemari untuk mengambil kaos polos berwarna hitam.


Kenya langsung merebahkan dirinya diatas kasur. Kevin yang melihat itu terkekeh geli melihat tingkah istrinya.


Kevin pun ikut berbaring disamping Kenya dan mendekatkan dirinya ke istrinya.


Menelusupkan satu tangannya dibawah Kenya dan satunya di atas pinggang Kenya. Lalu wajahnya menenggelamkan di leher Kenya.


Kevin mencium leher istrinya. Kenya yang merasa terganggu bergerak gerak tidak nyaman.


"Diem atau gue cium." ucapan Kevin membuat Kenya berhenti bergerak. Dan Kevin senyum kemenangan.


Hingga akhirnya mereka berdua tertidur dengan posisi Kevin memeluk Kenya.


**Haiii MIBMH upade capet......jangan lupa VOTE and COMMENT okurr....


Seeu papai🐮🌚**