My Ice Boy My Husband

My Ice Boy My Husband
Chapter 05



"Hei Bun, lagi apa?" tanya Kenya yang tengah berada dibelakang Yesi.


"Eh, kamu sayang. Ini Bunda lagi buat makanan, sini yuk bantu bunda"ajak Yesi tanpa menoleh.


"Loh, ko Bunda bikin makanan nya banyak sekali? Memang siapa yang datang, " heran Kenya, tumben sekali Bundanya memasak makanan sebanyak ini.


"Heh kamu lupa? Malam ini kan kita akan makan malam bersama calon suami kamu." ujar Yesi, Kenya hanya menghelah napas berat. Ia masih tidak menyangka jika ia akan segera menjadi seorang istri.


Kenya menerima ini, karena ingin membahagiakan kedua orang tua nya. Ia tak ingin Bunda dan Ayah nya sedih, Kenya harus mengorbankan masa muda nya, dengan menikah. Diri nya tidak menginginkan semua ini, tapi apa  boleh ia buat. Mau menolak pun sudah terlambat.


"Kenya, makanan nya sudah selesai. Kamu dandan yang cantik, pake drass yang ada diatas. Tempat tidur kamu, bunda mau panggil Ayah kamu dulu" perintah Yesi dan diangguki oleh Kenya.


Kenya berjalan kearah kamarnya, setelah sampai dikamar. Kenya mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.


•••


Diwaktu yang sama, di tempat yang berbeda. Ruang tamu hening tidak ada pembicaraan sama sekali, hingga suara bariton yang memecah keheningan.


"Papah ngumpulin kalian kesini, karena ada yang pengen papah omongin, terutama pada Kevin." ujar Rian tegas.


"Papah mau ngomong apa memangnya?" tanya Kevin penasaran sama apa yang ingin dibicarakan papah nya.


"Papah ingin menjodohkan kamu dengan sahabatnya anak papah. Nanti malam kita akan ketemu dan Papah tidak menerima penolakan." jelas Rian, membuat Kevin menatap nya dingin.


Apa kata papah nya? Menjodohkannya? Dia? Sama anak sahabatnya? Yang bener aja, ini udah bukan zaman siti nurbaya, masih aja ada perjodohan konyol seperti ini.


Kevin tidak menjawab, melainkan pergi meninggalkan keluarga nya dan masuk kedalam kamarnya. Dia heran dengan papah nya itu, bisa bisa nya ia dijodohkan. Padahal usianya masih 17 tahun. Menyebalkan.


Kevin berjalan kearah balkon, dan mengeluarkan rokok dan menyalakannya. Kevin menghisap nya sampai 3 batang. Ia benar benar tidak menyangka jika harus menikah, apalagi ia belum mengenal siapa yang dijodohkannya.


Tok tok tok


"Kevin, siap siap kita akan makan malam bersama sahabat papah dan calon istri kamu," ujar Sarah dari balik pintu, Kevin hanya berdecih.


"Kevin belum menerima perjodohan ini mah, Kevin tidak mau pergi." jawab Kevin dingin, tanpa membuka pintu. Sarah yang mendengar itu hanya menghelah nafas gusar.


"Mamah tau kamu kecewa sama papah kamu, tapi mamah gak bisa bantu kamu sayang. Jadi kamu terima aja perjodohan ini. Pokok nya jam 7 kamu harus sudah siap siap." perintah Sarah setelah itu, ia pergi dari depan pintu anak sulung nya. Kevin hanya mendengus, mau tak mau ia harus pergi.


•••


Kenya sudah siap dengan dress selutut, dengan warna hitam yang sangat cocok dengan warna kulit nya yang putih, Kenya hanya mempoles sedikit wajah nya dengan bedak dan lip gloss. Suara ketukan dari balik pintu terdengar jelas di telinga Kenya.


Tok Tok Tok


"Kenya kamu sudah siap, ayo turun sahabat Ayahmu sudah datang." ujar Yesi dari balik pintu.


Kenya yang mendengar itu menghembuskan nafasnya kasar. Mau tak mau ia harus turun dan melihat siapa calon SUAMI nya itu.


"Iya Bun, Kenya sebentar lagi turun. Bunda duluan saja." jawab Kenya. Yesi yang mendapat jawaban dari putrinya, langsung turun kebawah.


Kenya menghembuskan nafas nya sekali lagi, saat berada di depan pintu. Lalu membuka pintu kamar nya dan melangkahkan kaki nya kearah meja makan.


"Selamat malam, Om, Tante." sapa Kenya kepada sahabat ayah nya.


"Eh, malam juga. Ini Kenya? Cantik nya calon mantu saya" ujar Sarah membuat Kenya tersipu malu.


"Oh itu, dia lagi jalan kesini. Sebentar lagi juga sampai " jawab Sarah, sedangkan Kenya hanya diam sambil menundukkan kepala, ia takut jika yang dijodohkan adalah om om gendut dengan kepala botaknya.


Sampai akhirnya ada suara berat dari arah belakang, membuat semua yang ada dimeja makan menoleh kearah suara tersebut.


"Maaf saya telat," ujar cowok itu.


Kenya melihat cowok tersebut, betapa kaget nya Kenya ketika melihatnya. Membuat ia berhenti bernapas, ia tahu betul dengan cowok yang dihadapannya ini. Ini gak mungkin, pasti hanya mimpi.


"Nah, ini anak saya Kevin." ujar tante Sarah.


DEG!!!


Apa apan ini? Yang benar saja, dia dijodohkan oleh Kevin. Kalo dia tau yang di jodohkan dengan nya. Adalah manusia kutub, Kenya bakal menolaknya mati matian. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Hanya bisa pasrah, pasrah, dan pasrah.


"Kevin ayo duduk." ajak Yesi bunda nya Kenya.


Semua keluarga duduk, Kenya duduk disebelah Kevin. Ia masih tidak percaya. Pasti ini hanya mimpi, iya kan. Ini mimpi. Kenya memcubit lengannya sendiri, tapi---.


"Awww..." ringis Kenya, membuat seluruh orang yang ada di meja makan, menatapnya heran.


"Eh, kamu kenapa Ken" tanya Rian selaku mertua nya, eh.


"iya kamu kenapa Kenya?" kini giliran Ayah nya, Dito.


"Enggak kok yah, om heheh" jawab Kenya menyengir kuda, membuat semua keluarga menggeleng gelengkan kepala. Tapi tidak untuk Kevin. Ingat TIDAK UNTUK KEVIN!.


Makan malam berjalan dengan lancar. Dua keluarga sekarang tengah berada di ruang tamu. Suasana jadi awkrd. Sampai suara om Rian, yang memecah keheningan.


"Ekhmm....jadi gimana kalian menerima perjodohan ini bukan?" tanya Rian, kepada Kenya dan Kevin. Keduanya sama sama menghelah napas.


"saya gimana Kevin aja om, jika Kevin menerima. Saya juga menerima."ucap Kenya lantang. Ia berharap, Kevin bakal menolak perjodohan konyol ini. Semoga saja hahah.


"Kevin nerima perjodohan ini pah, bukan kah papah tidak menerima penolakan." ujar kevin, membuat semua keluarga senyum. Tapi tidak untuk Kenya. Apa apan ini, ia kira Kevin bakal menolak nya. Tapi kenapa ia menerima, agrhhhhh...


"oke kalian berdua sudah sepakat, jadi kita tinggal menentukan tanggal nya saja." ucap Dito dan dianggukki kedua nya.


"Bagaimana jika dua minggu lagi?" saran Yesi bunda Kenya. What! Kenya tidak setuju itu, Kenya mengasih kode agar Ayah nya tidak setuju dengan saran bunda nya.


"Baiklah dua minggu lagi kita adakan acara pernikannya,"


"Apa ini gak kecepatan yah bun, aku masih sekolah. Gimana kalo semua teman teman sekolah Kenya tau dan pihak sekolah tau, bisa bisa Kenya dikeluarkan dari sekolah. Kenya gak mau sampai ini terjadi" curhat Kenya panjang lebar.


Membuat Yesi, dan Dito geleng geleng kepala. Sedangkan kedua mertua nya, malah terkekeh dengan calon menantu nya itu. Ia merasa gemas sekali.


"calon menantu mamah lucu sekali, mamah jadi gemas"ujar sarah, sambil mencubit pipi chubby Kenya.


Wajah Kenya memanas, ia malu sekali jika ketawan seluruh keluarga jika ia bulshing. Kenya menoleh kearah Kevin, yang sedari tadi hanya diam saja. Tidak mau menimbrung obrolan sedikit pun. Kenya memutar bola mata nya jengah.


bersambung.........


Hai hai, akhirnya aku update lagi huftt..... Jangan lupa Vote jika kalian suka dengan cerita ini...Dan jangan lupa Komen. Ingat KOMEN jika ada kesalahan dalam penulisan... Karena itu penting banget buat Author...


Seeu papai≧ω≦