
Happy Reading🌚
-
-
-
-
-
-
Follow ig:malikamulki9
Sinar mentari yang menembus celah- celah gorden kamar seorang gadis cantik. Membuat sang empu terbangun dari mimpinya.
"Eunghh..." gadis itu menggeliat seperti khas orang bangun tidur. Dengan malas, ia bangun dari kasur nya. Dan berjalan kearah kamar mandi.
Sekitar 20 menitan akhirnya selesai. Ia berjalan ke lemari untuk mengganti pakaian sekolah. Setelah selesai ia kemeja rias. Untuk mempoles sedikit mukanya dengan bedak bayi dan lip gloss.
Tok Tok Tok
"Kenya, kamu sudah bangun sayang?"
tanya seorang paruh baya, dari balik pintu kamar Kenya.
"iyaa bun, Kenya sudah bangun kok. Bentar lagi kenya turun" ucapnya sambil memakai sepatu dan memakai tas berwarna pastel.
Kenya menuruni anak tangga, dan menghampiri bunda nya. Yang ada di meja makan bersama Ayah dan Abang nya.
"Kenya, ayo sarpan dulu" ujar Yesi. Bundanya Kenya, yang baru saja menyiapkan sarapan.
"Iya bun," balas Kenya sambil duduk menarik kursi. Dan duduk disebelah Abangnya.
Mereka semua memakan makannya dengan hening, hanya ada suara dentingan piring, sendok dan garpu.
"Bun, Yah. Kenya berangkat dulu ya. Abang ayo" pamit Kenya pada Bunda dan Ayah nya.
"Kamu tidak mau bareng bersama Ayah?" tanya Dito
"Enggak usah, yah. Kan Surya bawa motor" jawab Surya. Dan diangguki oleh Dito.
"yaudah kita berdua jalan dulu ya, Assalamuallaikum" ucap keduanya.
"iya, Walaikumsalam," balas Dito dan Yesi.
"hati hati Surya bawa motornya" lanjut Yesi
"Iya sip bun"
•••
Diperjalanan menuju sekolah pus tidak ada yang saling bicara, hening. Setelah beberapa menit perjalanan. Akhirnya keduanya sampai di depan gerbang sekolah.
"Bang, nanti lo jemput gue. Jangan sampe telat kek kemarin marin" peringat Kenya ke Surya.
"Iya iya maaf deh, gue kan harus latihan basket. Jadi agak telat" balas Surya dengan nyengir kuda nya
"Yaudah, gue masuk duluan" ucap Kenya, sambil berjalan kearah koridor sekolah. Banyak pasang mata yang memberi pujian dan beberapa ucapan sinis dari siswi.
"Haii, Kenya"
"Wih Kenya makin hari makin cantik aja"
"Subahanallah, Neng Kenya geulis pisan"
"idih, sok cantik amat tuh. Cantikan juga gue."
Sapaan, pujian serta ucapan sinis dari siswi yang terdengar jelas ketelinga Kenya. Tetapi, Kenya tak menanggapi itu semua. Hanya buang buang waktu saja pikirnya.
Tak terasa, akhirnya Kenya sampai dikelas Xl IPA 1, ia berjalan menuju bangkunya. Lalu, Kenya manaruh Tas berwarna pastel kebangku.
"Woii Ken, lo tugas dari Pak Darto udah?" tanya Lorien, yang kerap dipanggil Lori. Ia adalah salah satu sahabat Kenya.
"Bentar bentar. Emang ada ya?" ucapnya balik nanya. Membuat Lori memutar bola mata malas.
"Aihss, ogeb banget si lo! ada dari halaman 150-160" ucapan Lori membuat Kenya membuka matanya lebar lebar.
Pak Darto adalah guru sejarah, guru paling galak. Kalo ngasih tugas enggak kira kira. Untung guru kalo bukan, gue pites kek kutu.
"Aduh, gue beloman lagi. Gimana nih, Ri." ucap Kenya yang mulai cemas.
"Ya, mau gimana lagi. Lo sih kebanyakn tidur," ledek Lori.
"Ah lo, bukannya bantuin kek. Mana bentar lagi bell lagi" kata Kenya yang mulai frustrasi.
"Udah alamat kena hukum. Ahahha"
Kenya hanya memutar bola matanya malas, Lori bukannya bantuin cari solusi. Malah nambah bikin ia tambah stres.
Tring Tring Tirng
Bell pertanda masuk telah berbunyi, Kenya hanya bisa pasrah. Alamat kena hukum. Dari arah pintu kelas, terlihat seorang laki laki paruh baya. Tengah berjalan masuk kedalam kelas. Ya, dia Pak Darto.
Semua murid diam, tidak ada yang berani berbicara. Karena guru nya sangat galak. Melebihi Cewek PMS. Lebay.
"Selamat pagi!"
"Pagii pak" Jawab semua murid.
"Sialakan kumpulkan tugas yang Bapak kasih kemarin." ucap Pak Darto dengan suara Tegasnya.
Kenya yang berada dibangkunya, sudah ketar ketir. Pak Darto ketika mengasih hukuman tidak pandang bulu. Mau dia pemilik yayasan, Direktur, laki laki atau pun perempuan.
Semua murid sudah menggumpulkan tugasnya, termasuk Lori sahabatnya. Tinggal Kenya saja yang belum menggumpulkannya.
"Kenya! Mana tugas kamu" ucap Pak Darto dari depan papan tulis.
"emm...anu Pak itu itu itu.." jabwanya gugup.
"Itu apa Kenya!" ucap Pak Darto meninggi
"Itu pak...emm s-saya, enggak ngerjain tugas" jawabnya terbata bata. Keringatnya sudah berkucuran di dahi nya.
"Apaa!!! Kamu tau kan, saya ini paling tidak suka jika ada seorang murid yang tidak mengerjakan tugas yang saya berikan! Sekarang berdiri ditiang bendera. Sampai jam istirahat pertama!!" teriak Pak Darto.
Kenya hanya menuruti saja, dari pada dihukum lebih sama gorila berbentuk manusia. Bisa bahaya.
Kenya keluar dari kelas dan menuruni anak tangga satu persatu. Hingga sampai dilapangan, ia langsung hormat tiang bendera. Sampai jam istirahat pertama, seperti yang dibilang tadi.
•••
Jam terus berjalan, sampai akhirnya bell istirahat berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelas, untuk menuju kantin dan mengisi perutnya. Begitu juga dengan Kenya, ia sudah terbebas dari hukuman Pak Darto. Kenya langsung menuju kantin, pasti sudah ditunggu dengan sahabatnya.
Kenya ke kantin dengan wajah cemberut, membuat para sahabatnya mengkerutkan dahi. Pasal nya, setelah ia dihukum jawahnya jadi berubah.
"Lo kenapa sih Ken?" tanya Fira sahabat Kenya.
"Tau, muka lu kenapa. Cemberut gitu?" ucap Lori terheran heran.
"Ishhh, gue gedek banget sama tuh gorila." kesal Kenya membuat para sahabatnya ketawa terpingkal pingkal.
"Ihh lo, kok pada ketawa sih," sebal karena melihat sahabatnya. Mempertawakan dirinya.
"Lah lo mah aneh, kayak gak tau aja Pak Darto orang nya gimana." balas Lori.
"Ahh udah lah. Lo semua nyebelin" ujar Kenya kepada kedua sahabatnya. Lalu melenggang pergi dari kantin.
"Woii, baperan amat elah." teriak Fira. Namun, Kenya tak menghiraukannya.
•••
Tidak kerasa bell masuk berbunyi, seluruh murid masuk kedalam. Kelas nya masing masing dan memulai pelajaran.
Beda dengan Kenya, ia tengah berada taman belakang sekolah. Kenya bolos pelajaran, ia sudah tidak mood dalam belajar.
Kenya sedang duduk dikursi yang ada di taman belakang sekolah. Menikmati angin sepoi sepoi. Terasa damai, dan tidak ada kebisingan. Hanya ada ketenangan.
Seiring berjalannya waktu, bel pulang pun terdengar kepenjuru sekolah. Akhirnya Kenya memutuskan untuk kedalam kelasnya. Untuk mengambil tas. Tetapi saat berjalan kearah kooridor ia menabrak seseorang.
"Aduhh...sorry ya. Gue enggak sengaja" ucap Kenya sambil berdiri membersihkan belakang rok abu abu nya.
"Eh, sorry ya sekali lagi. Gue duluan bye" ucap Kenya sekali lagi. Namun tidak ada balasan, hanya tatapan dingin yang terlihat. Tapi kenya tidak perduli itu, ia hanya mengangkat bahu nya acuh. Dan meninggalkan cowok itu.
Kenya berjalan kearah gerbang sekolah, untuk menemui abangnya. Namun, tidak ada siapa siapa di depan gerbang sekolah. 'Aihh bang Surya kemana cobak. Kebiasaan benget, dari pada nunggu yang gak pasti. Mending naik taxi. Ucap Kenya dalam hati.
bersambung.....