
"Ini semua gara bos gila, itu coba aja dia tidak seenaknnya sendiri, pasti tidak akan seperti ini. Gumam Meli
"Semoga kamu gak apa-apa Fi " Gumamnya lagi sambil menagis
Di saat dokter ke luar dari ruangan tersebut. Ibu datang, soalnya Meli tadi sudah mengabari Ibu Fitri. "Dok, bagaimana anak saya dia tidak apa-apa kan." Ucap Ibu
"Alhamdulilah pasien baik-baik saja, dia cuman kelelahan saja. Hari juga dia bisa pulang." Ucap dokter tersebut.
"Alhmdulilah." Ucap Ibu dan Meli bersamaan.
................................................................
Saat di ruang rawat, Meli pun Lansung memarahi Fitri, tidak peduli keadaan sahabatnya tersebut. "Puas kamu membuat ku khawatir aakhh. Aku kan sudah bilang jaga kesehatan mu kau tidak perlu lembur kerja seperti ini." ucap Meli sambil memeluk Fitri dan menagis.
Fitri pun membalas pelukan sahabatnya itu, Dia tau kalau sahabatnya ini sangat menyayanginya. Makanya dia cuma diam di saat Meli memarahinya. "Maafkan aku Mey. Aku janji tidak akan seperti ini lagi. Aku tidak mau membuatmu khawatir lagi." Ucap Fitri
"Berjanjilah dengan benar." Ucap Meli sambil sambil mengangakat tangan dan membuka jari kelingkingnya. Fitri melakukan hal yang sama. dan mereka pun menyatukan kelingking dan kening mereka. seperti itulah di saat Fitri dan Meli berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Ibu pun cuma bisa tersenyum melihat kelakuan putri dan sahabat putrinya itu, yang di anggap sebagai putrinya juga.
...............................................
Hari ini hari tepat hari di mana Mama Ayu dan Ibu Lia akan bertemu. Sebenarnya sudah minggu yang lalu berhubung Fitri anaknya Ibu Lia sakit jadi mereka akhirnya memundurkan jadwal pertmuaannya hingga minggu ini.
Di taman inilah mereka dulu menghabiskan masa muda sebelum Mama Ayu pindah ke kota, mengikuti orang tuanya. Dan sampai akhirnya mereka di pertemukan lagi di taman ini dengan status yang berbeda yaitu sudah sama-sama mempunyai anak.
"Sayang kita tunggu teman Ibu di sini ya, katanya dia sudah dekat." ucap Ibu Lia.
"Iya. tapi aku ke toilet dulu ya bu."ucap Fitri.
Tidak lama kemudia Mama Ayu datang dan mengampiri Ibu Lia. Bersama seorang pemuda tampan. Siapa lagi kalau bukan Dedi.
"Lia, kamu sudah lama."ucap Ayu
"Aku baru saja sampai."ucap Lia.
saat matanya melihat ke arah Dedi dia pun terkejut.
"Kamu bukannya, yang membawah Fitri kerumah sakit."ucap Lia
"Iya tante, perkenalkan nama saya Dedi tante anak mama Ayu dan bosnya Fitri." ucap Dedi
"Seminggu yang lalu, dia yang mengantarkan anak saya ke rumah sakit Ayu, karna dia kelelahan. Ucap lia.
"Jadi benar dia ibunya Fitri , trus Fitri kemana kok gak kelihatan."gumam Dedi
"Oh, maafkan aku Lia aku tidak tau kalau anak mu masuk rumah sakit. Dedi juga tidak memberi tau ku."ucap Ayu.
"Mana aku tau kalau mama mengenal tante Lia." ucap Dedi
"Banyak sekali alasan mu, Terus kemana anak mu Lia, dia tidak ikut." Tanya Ayu
"Dia tadi ke toilet." Tidak lama kemudian Fitri pun datang.
"Ini dia, sayang ini perkenalkan ini tante Ayu. Dan Ayu ini anak gadis saya."ucap Lia. Fitri pin mencium tangan Ayu
"Kamu cantik sekali sayang." ucap Ayu.
"Terima kasih tante, tante juga cantik." ucap Fitri
"Oh iya kamu pasti mengenal anak tante."ucap Dedi. Ayu pun menyuru Dedi berdiri.
"Pak Dedi."ucap Fitri senang.
"Jadi anak tante Ayu. Pak dedi." tanyanya lagi.
"Bisa gak kalau di luar kantor jangan panggil aku dengan sebutan pak, aku juga belum tua-tua amat lagi."ucap Dedi
"Baik pak....eh Dedi maksud saya." Ucap Fitri kaku.
Ibu Lia dan Mama Ayu hanya tersenyum-senyum melihat kelakuan anak-anak mereka. Mama aku pun sepertinya menyukai Fitri.
"Sepertinya Fitri menyukai Dedi. Gimana kalau aku menjodohkan Dedi dengan Fitri. Tapi bagaiman kalau Dedi marah lagi. Tidak-tidak kali ini aku akan berusaha supaya Fitrilah yang menjadi menantuku." Gumam Ayu.
Mereka makan bersama dan menceritakam masa muda mama Ayu dan Ibu Lia, Fitri sangat antusias mendengarnya dan terkadang menggoda ke duanya. Tak jarang juga Fitri tertawa. Dedi pun hanya sebagai pendengar sesekali tersenyum dan mencuri-curi pandang ke pada Fitri.
Bersambung.