My Great Wife

My Great Wife
Epesode 17



" kenapa kau peduli dengan anak itu" tanya will saat Audy sudah menyelesaikan ceritannya,


" A aku tidak tahu,aku merasakan bahwa aku sangat menyayanginya" katanya mulai terisak,


" sudahlah, berlalu biarlah berlalu" akhirnya Will mengakhiri percakapan,



hening,


tiga puluh menit berlau, dokter keluar dengan tergesa2. melihat itu Audy yang duduk segera berdiri dan menghampiri dokter tersrbut,


"dok ada apa?, dan bagaimana dengan Lucia dok? apakah dia baik2 saja" tanya Audy bertubi2 dengan hati yang cemas,


" maaf nona, nona Lucia harus di oprasi karena benturan di kepalanya" kata dokter tersebut, kemudian berlalu meninggalkan Audy yang mematung dan mulai terisak,


Will yang tadi fokus dengan hanponenya terganggu karena ada suara isakan, ia berdiri menghapiri wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut,


will hanya menepuk- nepuk pundak Audy untuk menenangkannya,


" apakah kau tidak menjemput adik mu?, bukankah hari ini kau akan menjemputnya?" pada akhirnya will yang mulainya,


" hiks, lalu Lucia bagaimana?"


"aku akan menyuruh seseorang untuk menjaganya, bagimana?"


" baiklah" Audy menghapus sisa air mata, "tunggu aku kata" hatinya berkata,


Audy mendahului will yang masih berdiri yang sibuk dengan hanponenya,


" Kim urus semua ini aku akan mengantar Audy ke rumah sakit sjxxx "


"baiklah, jaga dia"


"hemm"


ia mengakhiri teleponnya dan segera menyusul Audy yang sudah mendahului,


***


Audy berlari dengan tergesa - gesa, mencari ruangan Rara sedangkan will berjalan dengan gagahnya mengikuti Audy di belakang


saat menemukan raung adiknya ia langsung..


BRAKK


dengan santainya Rara berkata,


" apa yang kau takutkan?" tanya Rara mengalihkan pandangannya ke arah kakaknya, Karena Rara adalah orang yang sangat peka dengan keadaan apalagi kakaknya,


Rara menaruh bukunya di pagkuannya lalu membuka tangannya, Audy berjalan perlahan, lalu memeluk adiknya itu, (sungguh dramatis)


"tenanglah kak, aku di sini, ayo mari kita pulang" Rara menepuk2 pungung kakaknya lembut,


"ya ayo pulang, aku nanti akan menyiapkan makanan kesukaan mu" Audy tersenyum lembut mentap matik adiknya,


"aku akan beriakan waktu luangku yang berharga hanya untukmu nanti malam" Rara membalas dengan tatapan pedulinya tp dengan ekspresi dingin,


" terima kasih" ia kembali memeluk adik dinginnya itu, sedangkan rara hanya membalas pelukan kakaknya. Hangat itulah yang di rasakan Rara ia selalu merasakan cinta yang begitu besar, bagi Rara, Audy adalah sosok (Great hero) seorang ibu dan ayah, seorang penyelamat di hidupnya, ia sangat menyayangi kakak lugun sekaligus payah, melebihi hidupnya "aku berjanji aku akan selalu ada di setiap kesulitanmu, aku akan selalu ada untukmu" gumamnya memejamkan matanya karena merasakan sakit di dalam hatinya yang melihat kakaknya tersiksa,


" hei, apakah kalian melupakan seseorang di belakang yang sudah berdiri lebih dari lima menit?" suara bariton yang mengaketkan dua makhluk di depannya lebih tepatnya yang kaget adalah Audy karena melupakan Will,


"maaf"


"baiklah ayo kita kembali, bukankah kau akan kerumah sakit sebelah?"


"kenapa kakak selalu terlibat dengan orang lain " gumam Rara memutar bola matanya malas,


***



" untuk apa kesana" kali ini Rara membuka suara ,


"menjenguk bocah" kali ini yang menjawab Will bukan Audy,


"selalu memotong" grutu Audy


.....


di parkiran mereka turun menuju ruang VIP, di depan ruangan dengan pintu terbuka, ia mematung melihat seseorang yang sangat ia kenal,


" ka.... kak Aroon" suara rendah Audy, Aroon mendengar suara yang begitu akrap menoleh dan ia terkejut dengan kedatangan seseorang yang pernah mengisi hatinya,


begitupun Rara ia juaga terkejut melihat seseorang yg bernama Aroon, Rara mengepalkan tangannya kuat ia menatap tajam kearah orang tersebut,


"kenapa dia muncul lagi?" rahang Rara mengeras, tap ia tetap tenang dan tak bertindak,


" Ken" ia berdiri dan berjalan mendekati Audy,


"jangan sentuk kakakku" suara dingin rara menghentikan langkah Aroon,


" Ken aku..."


" sipa kau, berani menyentuh istriku tanganmu akan ku patahkan" sura Will tidak kalah dinginya,


TBC


********


siapakah Aroon? dan apa hubungannya dengan Audy? simak cerita senlanjutnya,


ok happy reading.


visual



William





Keanzia Maudy





Aroon