My Great Wife

My Great Wife
Episode 14



" kakak ku Darren Var.." Audy memutuskan jawabanya karena ada suara yang memanggil Will,


" tuan muda, di luar ada tuan besar" kata seorang pelayan sopan, Will hanya mendehem melihat tuanya menangapinya, pelayan langsung pamit


"ehem, kalian ngak mau menyamputku anak muda" mendengar suara Raka, semua orang langsung menoleh ke arah suara tersebut


"kakek" ucap mereka kompak kecuali Will yang biasa saja, dan Audy. Audy hanya diam saja


"kami tadi handak menjemput mu di depan, ternyata kakek sudah masuk, hehe" kata Lee cengengesan,


Raka berjalan ke arah sofa dan mendudukan dirinya, ia menihat seorang yang asing ada di sebelahnya ia mulai bertanya,


"nak, siapa nama mu?" tanya Raka dingin, karena itu sifat asli beliau


" saya keanzia Maudy kek" jawab Audy gugup, " kenapa suasannya jadi begini, ah" grutu Audy dalam hati,


" istrimu ya Will" tanya Raka beralih ke Will


"seperti yang kakek lihat" jawab Will santai


dret dret" suara getara ponsen milikXi, lalu ia mengangkatnya,


"em, maaf semua menggangu pembicaraan kalian, aku harus pamit sekarang karena hari ini ada penerbangan" kata Xi sambil berdiri dan memasukkan hanpone nya,


"ya pergilah dan jarang2 lah kesini" celetuk Lee,


"sepertinya kau benar (tertawa), lain kali aku akan berkunjung lagi, kek aku pamit (bersalaman) sampai jumpa daa" ucap Xi samil melambaikan tangannya,


"hais" ucap Chendan memutar malas bola matanya, ia merasa pusing jika mendengar ocehan temannya,


" sudah lah, sifat gandanya memang begitu" sambat Lee


" oh ya nak, kamu sekolah di sma mana?" tanya Raka lagi,


" saya kuliah di fudan university " jawab Audy jujur,


" oh" sebenarnya Raka terkejut tapi ia tutupi bagaimana anak semuda ini sudah kuliah, wah Will bagus juga pilihan mu, gumam Raka


mereka cukup lama berbincang bincang hingga malam semakin gelap, Lee dan Chen sudah pamit pulang karena besok mereka harus bekerja.


" kenapa aku ke pikiran terus dengan nama Darren, Darren siapa tadi, ahrghhh" ia mengacak2 rambutnya,


"aku seperti mengenalnya tapi di mana, ah sudhlah" ia bingung memikirkanya, ia juga curiga dengan Audy, ia merasa Audy bukan orang biasa


" kau kenapa Chen" tanya Lee, ia melihat Chen seperti ada masalah


" are you okay?" sambungnya ,


"yes, a'm okay" elak Chen, ia tidak mau menceritakan ini dengan orang lain dulu, sebelum ia memastikannya,


saat ini mereka berada di dalam mobil, Lee dan Chen selalu bersama jika berkunjung ke rumah Will, karena mereka satu apertemen bisa di bilang tetangga. sedangkan Xi mempunyai rumah sendiri


Ke esokan harinya;


" sudah pagi ya" gumam Audy yang masih memejamkan matanya, dan engan untuk bangun.


ia langsung bangkit dan pergi mandi dan bersiap, membutuhkan waktu tiga puluh lima menit untuk menyelesaikannya lalu ia bergegas ke bawah,


"aduh, kenapa ada kakek di bawah, ****** aku kalau di tanyai macam macam" ia melihat Raka sedang duduk di ruang tamu, Raka sesekali menyeruput kopinya dan sambil membaca koran,


" kau ke kampus?" tanya Will tiba tiba, membuat Audy terkejut dan membalikan badan,



hari ini Will memakai kemeja putih dan celana hitam, ia tidak memakai jasnya, dan ia mengunakan sepatu hitamnya.


"ya" jawab Audy singkat


" akan ku antar" ucap Will sambil mengambil kunci mobilnya yang berada di nakas, lalu ia turun mendahulu Audy yang masih mematung


"cantik" ucapnya melesat dari mulutnya yang tak pernah mengagumi orang lain, ini pertama kalinya Will merasakan hal yang berbeda, lirih, ia mengucapkannya sangat lirih hingga Audy tak mendengarnya,



"ini lebih baik" ucapnya, dari pada terlambat ia lebih baik di antar, bisa bisa kena semprot dosen, gumam Audy dalam hati,


Ia mengekor Will dari belakang, dan menuju ke arah dapur,


" kek aku akan mengantarnya dulu" Will langsung keluar tampa menghampiri Raka, sedangkan Audy menyalami Raka dan pamit,


"kek Audy berangkat" pamit Audy, Raka hanya mendeham,


"haduh, ni keluarga asli orang kutup ya, kakek dan cucu sama saja" grutu Audy dalam hati,


" kau ngak sarapan nak?" tanya Raka sambil menatap Audy,


" tidak kek, nanti saya beli di kantin saja" tolak Audy secara halus, ia tak mau terlambat


"Cepat" panggil Will dingin, medengar panggilan Will, audy segera bergegas untuk masuk ke dalam mobil


.


.


.


.


ada info dikit ni,


ok yang hemm, si Rara ku ubah jadi umurnya 16 ya soalnya kalo 10 tahun kekecilan jadi ku ubah


maaf banget ya.


**sampai sini dulu ya happy reading.


see you** **di Episode selanjutnya


---------->> B**ersambung,_____