My Great Wife

My Great Wife
2. Pandangan pertama



Okey sekrang kita berangkat aku sudah meminta izin pada ibu, sambil menaruh hp kedalam tasnya. ia fitri selali menghubungi ibunya kalau mau mampir ketempat lain bukan karna apa, dia cuman tidak mau ibunya mencemaskannya.


Kini fitri dan meli sudah berada di dalam taxsi yang mereka pesan sebelumnya untuk menuju Cafe xxx, cafe yang di maksud meli, setelah lama meli membujuk fitri.


Di Dalam Taxsi


Sebenarnya kamu kenapa si mey, tiba-tiba ngajak makan disana, masih bingung dengan sikap sahabatnya ini.


emmmhh,gak apa-apa cuman pengen aja, sambil senyum-senyum memperlihathatkan gigi putihnya.


...................................................................................................................................................................................................


setelah sampai di cafe meli sengaja memili duduk tidak jauh dari pintu masuk, entah apa sebabnya cuman dia yang tau.


fitri yang heran dengan kelakuan sahabatnya pun bertanya,


Kamu kenapa si mey dari tadi aku lihat kamu selalu memperhatikan pintu masuk, ada yang sedang kamu tunggu. tanya fitri


meli mengeleng sampil tersenyum, fitri pun heran dibuatnya.


Tidak lama mereka duduk datang lah pelayan memberika buku menu pada mereka, dan seperti biasa mereka selalu memesan dengan menu yang sama yaitu jus jeruk dan Beef bulgogi bowl salah satu makana dari korea selatan



setelah cukup lama menunggu akhirnya pesenan mereka datang juga. fitri pun makan dengan lahap karna sedari tadi dia sangat lapar, tapi tidak dengan meli sedari tadi dia terus memandangi pintu masuk tapi sepertinya orng yang dia tunggu tidak kunjung datang.


Mey kamu kenapa si, makanan kamu cuman di lihatin keburuh dingin gak enak tau, sambil memasukan suapan terakhir ke mulutnya.


Tiba-tiba gak selera makan fi. melepaskan sendok yang di pegang dan menyandarkan kepala ke tangannya.


kok kamu aneh si, tadi kamu yang maksa aku kesini trus sampi disini kamu gak berselera, kamu kenapa mey kamu sakit apa mau kita pindah tempat makan saja. khawatir akan keadaan sahabatnya.


Meli cuman diam dan bergumam dalam hati, kayaknya dia gak dateng deh.


fitri yang heran pun tidak berani bertanya apa-apa.


..................................................................................................................................................................................................


Di salah satu perusahaan Anggara


Rik, aku pergi dulu jika ibu bertanya bilang padanya aku di apertemen ku, bejalan meninggalkan riko


Kamu mau kemana Ded, setengah berteriak tapi dedi sudah pergi dengan mobil sport berwarna merahnya


ahhh anak itu selalu semaunya, mengacak rambutnya frustasi dengan sikap bos sekaligus sahabatnya itu.


Lagi-lagi aku berbohong pada mama Ayu gara-gara bocah itu, ucapnya sambil berjalan meninggalkan Perusahaan Anggara.


Visual mobil Dedi revi anggara



..................................................................................................................................................................................................


setelah sekian lama akhirnya meli tenang juga dan mengajak pulang tapi sebelum pulang fitri izin ke toilet dan setelah selesai dia berpapasan dengan pemuda tampan dan berkharisma membuat hati fitri dag dig dug dibuantnya


Masya Allah betapa sempurnanya ciptaanmu, Gumamnya sambil memengang dada yang hampir copot katanya,


Meli yang heran melihat sahabatnya seperti itu pun mengarahkan padanngannya, di tempat mata sahabatnya tertujuh, dan betapa terkejutnya saat objek yang di lihat sahabatnya adalah laki-laki.


Kamu kenapa fi,demam sampil menaruh tangannya di kening fitri memastikan sahabatnya ini tidak apa-apa, karna jujur fitri belum pernah seperti ini. bukan karna fitri tidak laku banyak pemuda yang mengejarnya tapi semua di tolak alasan karna dia mau fokus kerja dan mengurus ibu dan adiknya.


kali ini fitri yang menggeleng dan tersenyum sambil melihat pemandaangan indah di depanya bahkan dia mungkin tidak berkedip.


Apakah ini yang namanya cinta pada pandangan pertama kalau pun ia ku mohon tuhan berikan dia untuk ku. Aku akan mendapatkanmu pangeran ku. Gumam fitri


Meli yang melihat fitri seperti ini membuatnya takut dan langsung mengajaknya pulang.


Stres ni anak, fi ayo pulang sambil menarik tangan fitri yang di tarik sama sekali tidak mengalikan pandangannya.


Hingga akhirnya dia melepaskan tangannya dari meli dan berjalan menuju meja pangeran katanya


Meli pun syok di buatnya pasalnya fitri tidak perna seperti itu pada laki-laki. ini kali pertamanya mendatangi laki-laki.


Meli terus memanggilnya tapi fitri tidak menghiraukan panggilan meli.


Kini fitri sudah berdiri di depan pangerannya, Hai boleh aku duduk.


Laki-laki cuman melihat sekilas dan lansung fokus ke hpnya kembali.


Hai boleh aku duduk, bertnya sekali lagi karna pertnyaan yang tadi tidak di kubrisnya.


Kalau mau duduk, ya duduk aja gak usa permisi jawabnya cuek


Kaku bnget si, tapi aku suka gumamnya.


setelah lama diam akhirnya fitri membuka mulutnya karna dia sudah tidak tahan lagi.


Emmhhh, Nama ku fitri siapa nama mu sambil mengulurkan tangan di hadapan laki-laki itu.


Melihat sahabatnya tidak di kubris meli meinisiatif menarik tangan sahabatnya untuk keluar dari Cafe tersebut.


Fi, ayo pulang ini sudah malam nanti ibu mencemaskan kita.


karna mendengar nama ibu sontak fitri lansung mengikuti kata meli untuk pulang.


Bersambung


Maafkan 🙏🙏 Author yang banyak typo dimana-mana


jangan lupa kritik dan saran