
"ehem" suara Will memecah keributan yang di buat Audy untuk Rara, "apakah kita bisa bicara?" sambung will. saat ini mereka berdua masih berada di rumah sakit.
mengalihkan pandangan " tentu, kita bicarakan di luar" kata Audy sambil mengangukkan kepala.
"bagaimana dengan pendidikan adikmu" kata will membuka percakapan
diam sesaat, " ya kan kakak tau sendiri bagaimana keadaan keuangan kami" jawab Audy seadanya dan itu memang benar, tapi ia tak mempermasalahkan karena pendidikan ia dan adiknya di bantu dengan beasiswa.
" kakak tak perlu mempermasalahkan keadaan adikku dan aku menyankut dengan pendidikan" kata Audy sambil sersenyum manis yang memperlihatkan lesung di pipinya.
" ehem, tapi kalian tetap tanggung jawab ku, jadi kalian tak perlu mempermasalahkan soal biaya" kata Will, ia memasukkan tangan ke dalam kantung celannya.
"aku tau tentang kehidupan kalian, dan aku tau juga kalian sekolah dengan beasiswa" sambung Will, ia memalingkan pandangannya ke tempat lain,
"terima kasih kak, suatu saat aku akan membalas kebaikan anda" ucap Audy, sambil mendudukan dirinya ke kursi yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit,
" hemm, nanti bawa adikmu ke mansion ku, soal sekolah biar kim yang urus, ia akan di pindahkan di sekolah yang lebih bagus" kata will menjelaskan
Di tempat lain _______
New York;
Embusan angin pantai begitu terasa menyejukkan ditambah dengan senja yang sangat cantik dan indah, pantai menjadi pantulan tenggelamnya matahari, hari ini adalah sore di kota New York ,
saat ini Darren sedang berdiri di bibir pantai sambil menikmati indahnya senja,
Ia terus memikirkan adiknya yang berada di Beijing, ia khawatir, sedih, senang, dan takut tercampur menjadi satu,
rasa khawatir kehilangan sosok adiknya, merasa takut adik yang ia tunggu bertahun2 tidak mengingatnya, senang karena menemukannya sosok yang ia cari.
“kak, berdirilah” panggil seorang gadis yang berparas cantik, rambut sepanjang pundak. Seorang gadis kecil di temani dengan seorang lelaki yang umurnya berpaut jauh dari sang gadis.
“hemmm” jawab seorang lelaki tersebut, ia tersenyum manis dengan sang gadis
“ayo kak cepat,(menarik tangan sang cowok) lihatlah kak mataharinya sangat indah” ucapnya sambil menunjuk matahari tenggelam dan menghiasi pantai yang luas,
“benarkah” menoleh ke arah sang gadis dan mengusap sayang kepalanya.
“iya kak, aku sangat menyukainya, dan ini adalah hari paling indah sepanjang hidupku” ujar sang gadis tanpa menoleh ke arah sang cowok.
“kalau begitu aku juga menyukainya dan...aku menyayangimu” ucapnya berkaca2, “jangan tinggalkan aku” sambungnya mendekap erat sang gadis.
“yah, janji?” melepas pelukan dan mengangkat tangan
“ok, janji” balas sang gadis,
Tak terasa buliran air keluar dari pelupuk matanya, tiba2 ada seseorang di belakan dan memanggil sang lelaki
“bos hari ini, ada pertemuan penting dengan kelayen di Cafe xxxxx ” ucap Kenzo membuyarkan lamunan Ren,
“hemmm” Ren hanya berdehem, tanpa memalingkan pandangannya
“baiklah kita kembali ke Mansion” katanya dingin, ia membalikkan badan dan mendahului Kenzo yang masih mematung si tempat,
Saat bosnya mulai menjauh, Kenzo segera berlari menyusulnya,
Saat di jalan hening tanpa suara, hanya ada suara kendaraan di luar mobil yang berlalu lalang,
“ken bagaimana perkembangan pembangunan perusahaan baru kita” percakapan di buka oleh will
“ lancar bos” jawab ken.
“kira2 berapa persen lagi?” tanyanya lagi,
“sudah delapan puluh lima persen bos, jadi kurang lima belas persen lagi, dan kemungkinan dalam empat bulan sudah selesai” jelas Kim, Will hanya mengangguk mengerti,
Darren telah membuka perusahaan baru kedua, ia membuka dengan usahanya sendiri yang bernama QA RETION bergerak di bidang persenjataan , sedangkan perusahaan pertamanya adalah perusahaan milik keluarga FrangliOrland dan sekarang kekuasaannya di kendalikan oleh Darren, ia berencana memberikan perusahaan kedua kepada adiknya
di Mansion bukan di rumah utama;
Saat mobil Darren mulai masuk ke gerbang, secara otomatis gerbang pintu terbuka. melihat tuan nya datang semua pelayan maupun Penjaga berjejer di depan pintu,
Darren keluar dari mobil, semua orang yang di depan pintu menunduk tanpa suara, Darren hanya diam dan berjalan lurus pandangan tetap ke arah depan.
Di dalam ruangan khususnya tepatnya di bawah tanah dan di temani dengan asisten sekaligus sekretaris yaitu Kenzo, tempat ini hanya di ketahui Darren dan Kenzo saja, bahkan keluarga nya saja tidak tahu bahwa Darren mempunyai ruangan khusus.
______///
ok jangan lupa like, koment dan vote y
happy reading😸😸😸