
Semenjak kejadian itu, mama tidak pernah lagi membahas perihal perjodohan kepada anak semata wayangnya itu. Karna mama tidak mau Dedi marah lagi karna ini kali pertama Dedi marah dan tidak pulang kerumah.
"Rik, sudah kamu persiapkan semuanya." Sampil merapikan dokumen yang akan di bawah ke perusahaan Anggara karna hari ini dia akan memengang kendali di perusahaan Anggara walaupun masih di bawah pengawasan papa Revi.
"Sudah, kita tinggal berangkat saja." ucap riko
..................................................
Sedangkan di tempat lain, kedua sahabat itu tengah asyik berbincang.
"Fi kamu tau, Ceo perusahaan ini akan datang hari ini menggantikan Ceo yang lama, dan kamu tau dia itu masih muda dan tampan, yang lebih bagusnya lagi Ceo kita itu belum menikah."ucap Meli yang bersemangat ya Meli sangat bersemangat kalau bekaitan dengan laki-laki tampan
"Ya terus." ucap Fitri acuh karna yang dari ada dalam fikirannya cuman pangerannya, karna semenjak hari itu Fitri tidak pernah bertemu lagi dengan pangerannya itu.
"Kok kamu gitu si Fi. Kamu gak penasaraan apa dengan wajah Ceo kita". kesal dengan jawaban sahabatnya itu.
"Ya terus aku harus bagaimana, apa iya aku harus loncat-loncat atau guling-guling didepannya nanti." hahhahha sambil tertawa memberlihatkan gigi putih dan rapinya.
Meli yang kesal memukul kepala Fitri dengan pelan menggunakan pulpen . "Aduh sakit tau, kau menyakiti ku Mey." Sambil memegang kepalanya. ucap Fitri padahal sakit kerasa juga tidak dasar fitrinya aja yang lebay.
...............................................
Setelah lama menunggu akhirnya orang yang di tunggu datang juga. Para karyawan sudah berjejer di depan pintu masuk untuk menyamput Ceo baru mereka. Tidak lama mobil berhenti keluarlah sosok laki-laki tampan dan berkharisma berjalan di depan dan satu lagi laki-laki yang tidak kalah tampan berjalan di belakang.
Siapa lagi kalau bukan Ceo yang mereka tunggu dan Asisten pribadi sekaligus sahabatnya itu.
Sunggu ciptaan yang sempurna, di tambah lagi barang-barang yang melekat di tubuh pria itu semuanya barang limited edition. Dari mulai jas, jam tangan, dan sepatu.
*Andai saja dia mau jadi pacarku, gumam karyawan A
"Itukan pangeran, terima kasih ya Allah akhirnya Aku bertemu lagi dengannya." gumam Fitri Jantung Fitri kembali berdetak dengan cepat Saat Dedi melewatinya dan melihat ke arahnya.
"Dia melihat ke arah ku, gimana ini apa penampilan ku sudah menarik, ahh pengen teriak sebenarnya. gumamnya lagi
"Dia bekerja di sini juga, bagus kalau begitu aku jadi tidak susah mencari keberadaannya lihat saja apa yang aku lakukan pada mu." sambil memperlihatkan senyum licik yang muncul di bibirnya. Siapa suruh kau menganggu waktu istirahatku gumam Dedi
"Dia disini, sekian lama aku mencarimu." Gumam Meli Sambil menatap pria di belakang ceonya.
"Aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana ya, Gumam Riko Sambil berjalan mengikuti tuan sekaligus sahabatnya itu.
Setelah sibuk dengan fikiran masing-masing mereka pun kembali bekerja begitu pun Fitri sekarang dia sudah fokus melihat layar di laptopnya untuk mengecek semuanya jangan sampai ada yang salah.
Saat Fitri lagi fokus mengerjakan pekerjaanny, tiba-tiba pintu ruanganya di ketuk.
Tok tok tok anggap saja begitu
"Masuk." saat tau siapa yang datang kening Fitri berkerut. " Selikan duduk pak Herman ada apa? kok tumben kesini." ucap Fitri
"Fit bisa kamu kosongkan ruangan kamu sekarang." ucap pak Herman tiba-tiba.
Sontak Fitri terkejut dengan apa yang dikatakan pak Herman ".Apa pak maksudnya saya di pecat. Apa salah saya pak setau saya, saya tidak melakukan kesalahan apa-apa. Ucap Fitri yang hampir menangis
Karna jika dia dipecat dari disini dia tidak tau dimana lagi dia harus bekerja dan mencari uang buat Ibu dan Adik. Yang lebih parahnya lagi dia tidak bisa bertemu dengan pangerannya.
Bersambung
Penasarankan apa dengan yang terjadi pada Fitri apa benar dia di pecat.