My Great Wife

My Great Wife
Episode 12



“baiklah” kata sang kelayen yaitu Jhoni. Mendengar perkataan sang kelayen Kenzo pamit dan bergegas kembali ke luar menyusul bosnya,


“pah aku menginginkannya” rengek Angela, saat Kenzo sudah menghilang dari pandangannya


“ tenanglah aku akan membantumu untuk mendapatkannya dan kau juga harus memilikinya” jelas Jhoni, terlihat senyum liciknya


“apa pun yang terjadi aku harus mendapatkan mu dan menjadi nyonya FrangliOrland “gumamnya dalam hati sambil tertawa jahat, saat pertama kali melihat Darren ia sangat terpesona dengan ketampanan dan kekayaannya yang begitu berlimpah,


Di tempat lain


“Ken bagaimana dengan markas?” tanya Darren yang saat ini sudah di dalam ruang kerjanya , karena Restoran yang ia kunjungi tadi begitu dekat dengan kediamannya,


“semua baik2 saja bos” jawab Kenzo,


“bagus, minggu depan kita ke sana untuk melihat nya” kata Darren


Di tempat lain,


di beijing;


saat ini Will dan Audy sudah pulang lima belas menit yang lalu, sebelum mereka berdua pulang dari rumah sakit dokter mengabarkan bahwa Rara di perbolehkan pulang besok, jadi mereka berdua akan kembali ke rumah sakit lagi esok harinya


Will sedang mandi dikamarnya untuk membersihkan badannya yang lengket, sedangkan Audy membereskan kamarnya yang berantakan,


" aduh lelah banget" ucap Audy sambil menjatuhkan diri nya di atas ranjang-nya, "tapi, aku lapar" katanya sambil mengelus2 perutnya yang lapar,


ia tidak bisa menahan laparnya, kemudian ia bangkit dari ranjangnya dan mandi


lima belas menit melakukan ritual mandinya telah selesai, setelah berpakaian rapi ia bergeges keluar pergi ke dapur, saat ia mau keluar kamar ia berpapasandengan Will,


"kau mau kemana?" tanya Will dengan ekspresi seperti biasanya,


"aku lapar jadi aku handak masak" jawab Audy, "jika kakak lapar akan ku buatkan" sambungnya,


"baiklah seperti bi...." ucap Will terpotong karena mendengar triakan seseorang dari bawah,


"LUKAS, WOY" triak seseorang yang berada di lantai bawah,


"apa apaan sih" Will mengerutu sambil berjalan menuruni anak tangan satu persatu, sebelum menuruni anak tangga terakhir will berhenti lalu berkata


"brisik, kalian kesini ada apa" kata will sangat ketus,


"ya elah bro, santai aja kali ngomongnya napa" kata seseorang yang sudah duduk di kursi ruang keluarga, yaitu Chen


" seterah gue" jawab will santai sambil berjalan menuju ruang tamu


" ada apa?" sambungnya lagi, lalu mendudukkan dirinya di sofa


" gue ke sini ya mau main aja, gue rindu ama lho" kata seseorang yang satunya dan dengan saintai mengatakannya, yaitu Lee


" ehem" suara seseorang di samping Lee,


" napa sih, kebiasaan deh lho, Xi, sono jauh2 dari gue " kata Lee sambil mengeser tubuhnya untuk menjauhi dari Xi,


"idih, pede amat lho, gue ni bukan homo," kata Xi lalu memindahkan dirinya ke kursi yang lumayan jauh dari kursi ruang tamu,


"lah, jauh amat lho pindahnya?" tanya Chen, ia melihat Xi memindahkan dirinya di sofa dekat vas bunga,


"gue ngak mau di bilang homo" kata Xi ketus


" siapa yang bilang homo be**" ujar Lee,


"CUKUP" teriak Will,


catatan kalau will dengan teman2 nya ia memakai nama "gua lho", karena mereka berempat adalah teman dari waktu kuliah, mereka kuliah di indonesia jadi wajar saja merika manggilnya "gua Atau lho",


"iya iya, ma.." ucap Lee dan Xi berhenti karena melihat sosok perempuan yang sedang berjalan melewati mereka


" wah, siapa dia, gila?" tanya Xi dan Lee kompak,


"istri gue" jawab Will santai,


"APA!!" triak mereka berdua, yang benar saja Will pria dingin dan berdarah kejam, sudah menikah?,


seketika mereka bertiga terkejut menatap satu sama laian, dan kemudian tertawa terbahak2, yaa mereka mana percaya


"ah, bercandanya jangan berlebihan napa bro" canda Lee,


"apa muka gau kayak bercanda" ucap will datar,


"ya ngak sih tapi," ucap Xi memotong,


" kuliah di fudan unifersity" kata Chen santai,


" tepat" jawab will,


"owh" mereka berdua hanya ber o ria, lalu melanjutkan obrolan lainnya,


__________///


ok sampai sini dulu di episod selanjutnya ada visual dan latar belakanng Lee, Chen dan Xi,


Happy reading jangan luapa vote, like dan komen


Bonus Lucas (Will)