
hallo readers maaf banget baru up, karena saya masih seorang pelajar jadi susah untuk meluangkan waktu. Sekali lagi saya minta maaf,
happy reading_ 🍂
***
Di kampus tepatnya di dalam kelas,
" ikut ya?" tanya Niha menaik tutunkan alisnya,
"hemm, aku akan meminta izin dulu" jawab Audy melipat tangannya ke atas meja lalu meletakkan kepalanya di atasnya,
prior to class
" Audy, kamu nanti bisa ngak temenin aku ke resto?" Niha membuka percakapan, saat ini mereka sedang berjalan di koridor sekolah menuju kelas,
" ya, plase" menakupkan ke dua tangannya sambil memohon,
"aku tidak tahu, Niha " hanya bisa pasrah dan Audy bingung bagaimana caranya meminta izin untuk menemani Niha
Flashback on
"jam berapa memangnya?" Audy mengangkat kepalanya lalu menghadap ke arah Niha,
"malah jam tuju" jawab Niha antusias,
"akan ku coba" Audy memijat pelipisnya
"terima kasih" ucapnya girang dan langsung memeluk Audy, yang di peluh hanya mendehem dan tersenyum
***
Will saat ini berada di kampus Audy, ia menungu istrinya. istri? bahkan aku saja tidak tahu ia mengangap Audy sebagai apa dan siapa,
Will hanya berdiam diri di dalam mobil sambil mengotak atik hpnya. Ia sibuk sangat sibuk bahkan kemanapun dan di manapun ia akan selalu bekerja membuka leptobnya, atau hp kesayangannya (menurutku sih karena ia tidak pernah pisah dengan benda pipih itu)
"tuan, apakah anda tidak menelpon nona Audy?" Kim mulai membuka percakapan, karena sendari tadi Will hanya diam, tentu dengan benda persegi panjang yang ia pegang saat ini,
"hubungi dia" jawab Will singkat tidak mengalihkan pandangannya,
nona di mana, kim saat ini menghubungi Audy melalui fia telefon
aku di depan gerbang kampus, kalian di mana?, tanya Audy balik,
***
Audy, ia clingak clinguk mencari mobil Will
"itu dia" ia segera berlalu menyebrang jalan, tp tiba tiba dari arah samping dan
Brukk
tepatnya ada anak kecil yang sudah tergeletak dan darah yang berceceran,
" LUCIA " triak Audy sambil berlari ke arah anak tersebut,
sontak Kim dan Will yang berada di dalam mobil langsung keluar saat mendengar suara tabrakan dan jeritan seorang perempun yang mereka kenal,
" Tolong, tolong, cepat panggil ambulance" Audy berteriak ke pada orang2 yang mengerumuni anak tersebut,
" Nona?" panggil Kim,
namnya yang dipanggil, ia langsung membalikkan badan dan "Kim cepat bawa Lucia ke rumah sakit," Audy memohon dengan mata yang sudah berkaca-kaca,
Kim langsung membopong anak tersebut, dan membawanya ke dalam mobil,
"Audy, apa kau baik2 saja?" tanya Will, Audy tidak menhiraukan perkataan Will, dan langsung menyusul Kim,
ia langsung berlari menyusul Kim dan Audy,
***
" dok, selamatkan anak ini" pinta Audy, menangkupkan ke dua tangannya,
"kami akan berusaha" jawab dokter, langsung ke ruang IGD,
" jelaskan" suara bariton yang tiba2 membuat Audy pasrah dan menceritakan kejadiannya,
Kilas balik,
pagi tadi saat ia mau menuju gerbang kampus, tetapi ia urungkan karena melihat anak kecil yang sedang menangis di taman kampusnya,
melihat itu Audy menghampiri anak tersebut,
" hai, kenapa kau menangis, hemm" tanya lembut Audy, sontak anak tersebut terkejut dan menjauhkan dirinya,
"jangan takut, sini" Audy mengangkat tangannya supaya anak tersebut mau menghampirinya,
awalnya sedikit ragu, tapi anak tersebut mau menghampiri Audy dan memeluknya,
" siapa nama mu?" tanya Audy lembut, tapi anak tersebut hanya diam
bagaimana ini aku harus membawa anak ini kemana?, gumam Audy,
" Nak Lucia" suara tersebut membuat kedua insan berbalik,
anak yang di pelukan Audy langsung melepaskan diri dan berlari ke arah wanita paruh baya itu,
"Nona dari mana saja" paruh baya itu mengelus2 kepala anak yang berada di bawah kakinya,
"terima kasih nona" ucap wanita tersebut,
"tidak masalah, lain kali jaga adiknya (mengelus kepala anak itu), baiklah saya permisi dulu" pamit Audy sopan,
"iya silahkan, sekali lagi saya berterima kasih" ucap paruh baya tersebut, dan Audy mengangguk tersenyum,
"kakak" suara kecil itu menghentikan langkah Audy,
"iya?" Audy menghampiri anak itu lagi lalu berjongkook menjajarkan tubuhnya dengan akan tersebut,
"Siapa nama kakak cantik" tanya anak tersebut dan mengambil tangan Audy,
Audy tertegun "panggil kakak Audy" jawab nya sambil tetsenyum manis dan memperlihatkan lesung di pipinya,
"nama ku Lucia" anak tersebut menjabat tangan audy,
"teman" Lucia anak tersebut berucap,
"baiklah kita teman" Audy memeluk anak tersebut,
bagaimana bisa nona Lucia bisa seakrab ini dengan orang lain, apa lagi orang asing, gumam paruh baya itu,
semoga nona ini bisa menggantikan nyonya Desta, sambung Paruh baya itu
Flahsback on
TBC
____________________
cerita ku sampai sini dulu ya, jangan lupa vote, like dan komen di bawah
see you