
"Apa menjadi serkertaris pangeran, tidak maksud ku serkertaris Pak Dedi. Ini tidak mimpikan."Gumam fitri
Belum lama Fitri di pindakan menjadi serkertris Tuan Dedi, sudah banyak yang harus di kerjakan Fitri, sampai makan siang pun diantrakan oleh sahabatnya karna Fitri harus menyelesaikan perjaannya sebelum jam 13.00 siang.
.....................................................................
"Ded kamu tidak kasihan dengan wanita itu, kau menyiksanya." Ucap Riko
"Biarkan saja. Itu belum seberapa, siapa suruh menggangu ku waktu istirahat ku dulu." Ucap Dedi
"Ayolah Ded, diakan cuman ngajak kamu kenalan apa salahnya coba. kalau aku ya, ya mau-mau ajak di ajak kenalan sama Fitri secara dia cantik." Ucap Riko
"Bagiku semua wanita sama saja cuman mengincar harta saja, lagian dia sama sekali buka tipe ku." Ucap Dedi.
"Hati-hati dengan ucapan mu, siapa tau kamu yang akan jadi bucin kepadanya." Ucap Riko sambil tertawa terbahak-bahak.
Saat Riko tertawa ada mata yang memandang, siapa lagi kalau bukan Meli, ya Meli memang sudah lama jatuh hati pada pemuda itu saat di cafe xxx.
................................................................
flashback on
Di case xxx Meli sedang menagis sendirian, karna dia habis di tinggal pacarnya karna memili wanita yang lebih cantik,modis dan beruang. Kalau soal cantik Meli jauh lebih cantik dari wanita itu, mungkin karna wanita lebih beruang kali.
Disaat Meli menagis ada seorang pemuda yang tidak lain adalah Riko memberikan sesuatu kepadanya dan berkata.
"Tidak baik wanita menagis, disini." Ucap Riko sambil menyerakan sapu tangan kepada Meli
Sontak Meli menengok ke asal suara dan mengambil sapu tangan tersebut sambil tersenyum. "Terima kasih." Ucap Meli
"Aku tidak tau apa masalah mu. Tapi sebaiknya kamu tidak memperlihat kan kesedihan mu di depan umum". Ucap Riko
Meli cuman terdiam sambil menatap Riko. "Aku harus kembali ke kantor kamu tidak apa-apakan aku tinggal." Ucap Riko lagi
Meli cuman menggelengkan kepala tidak mengucapkan apa-apa.
Setelah mendapat jawaban dari Meli. Riko pergi meninggalkannya
Setelah sadar Riko sudah pergi. Meli pun menepuk jidatnya
"Kenapa aku bodoh sekali, kenapa aku tidak menanyak nama atau pun alamatnya, gimana ini aku harus mengembalikan sapu tangannya." ucap Meli sambil berjalan keluar
"Gara-gara tersihir akan ketampanannya aku jadi kayak orang gila pasti di depannya, bisa-bisanya mulut ini membeku Mudah-mudahan kita bertemu lagi."Gumam Meli
................................................................
"Ahhh aku lelah sekali, jahat banget si. bukannya tugas sekertaris mengikuti kemana atasannya pergi. Tapi ini, jagankan di ajak, menawarkan makan siang saja tidak. Mala di kasih pekerjaan banyak banget. Dasar pangeran jahat." Ucap Fitri sambil pura-pura menangis.
Tidak lama setelah itu Fitri telvon yang ad di dekatnya berbunyi, telvon itu labgsung tersambung keruangan pangerannya.
Setelah menutup telvon Fitri lansung bergegas ke ruanagan bosnya sambil bergumam dalam hati
"Dasar Bos Gila, untung saja kamu pangeranku ku kalau tidak udah aku robek itu mulut. Kalau aku berani si, di pecat dari sini aku mau kemana ."hehehehh
.......................................................................
toook took toook
Setelah mendengar suara dari dalam Fitri pun masuk, ini kali pertamanya berhadapan lansung dengan pangeran sekaligus bosnya, setelah sekian lama tidak bertemu setelah pertemuan itu rasanya jatungnya sudah tidak berdetang dengan teratur.
"Ada apa Bapak memanggil saya." ucapnya gemetaran
"Belum di apa-apain saja kamu sudah gemetaran seperti itu, gimana kalau aku melakukan apa-apa mungkin kamu sudah pingsan," ucap Dedi sambil memperlihatkan senyum jahatnya
"Maksudnya apa coba, dia tidak akan berbuat macam-macamkan, ya Allah tolong hamba, mengapa pangeran ku seperti ini, Gumam fitri
"Apa yang kamu fikirkan. Aku sama sekali tidak tertarik dengan mu." Tau arah fikiran Fitri
Fitri akhirnya menarik nafas lega sekaligus sedih dengan ucapa Dedi barusan bahwa pangerannya tidak tertarik dengannya. Tapi dia berusaha menyemangati dirinya sendri.
"Tidak masalah pangeran aku tetap tertarik denganmu."Gumam fitri sambil tersenyum
"Aku tidak memanggilmu untuk tersenyum di situ." Kesal karna Fitri bukannya down mala tersenyum tidak jelas.
"Ini dokumen yang harus kamu kerjakan, harus selesai sebelum jam 08:00 pagi besok." menyerakan setumpuk berkas ke pada Fitri.
"Apa Pak besok jam 08:00 pagi."Ucapnya terkejut.
"Dia tidak seriuskan, kalau serius berarti aku lembur dong." Tapi kalaupun ia, tidak apa hitung-hitung buat nambah uang sekolah Alif." Gumam fitri.
"Kenapa, tidak ma." ucap Dedi yang belum menyelesaikan ucapannya.
Memotong cepat yang mau di ucapkan oleh Bosnya itu, "Mau pak saya akan menyelesaikan secepatnya." Ucapnya yakin
"Bagus, buat dirimu berguna." ucap Dedi heran sambil melihat Fitri yang tertudung kebawah sambil memonyongkan bibirnya.
"Kenapa dia terlihat mengemaskan. ahh apa yang aku fikirkan, kenapa juga di sanggup. Gumam Dedi
"Kelurlah aku tidak membutukanmu lagi." ucap Dedi Kesal
"Baik pak saya permisi."
"*Apa aku salah mencintainya ahh, pangeran kenapa kamu seperti itu, kamu juga hati kenapa juga kamu bisa jatuh cinta kepadanya padahal kamu tau sifatnya seperti apa." akhh Aku membutukan mu Mey. Gumam Fitri sambil menagis tanpa mengeluarkan air mata.
Bersambung*