
Setelah sampai di depan pintu touma di kejutkan dengan suara kak hina dan kak hina terburu buru menutup pintu.
"sudah cukup." teriak kak hina yang kedengarann touma dan membuat touma terkejut.
Setelah itu Bu hina menutup pintunya dan berdiri sambil membelakangi pintu dan terlihat oleh touma.
melihat itu touma menghampiri Bu hina dan berkata;
" Bu guru"
" ada apa bu guru?"
" apa telah terjadi sesuatu, Bu guru"kata touma panik karena melihat Bu guru yang ada di pintu dan tiba tiba sedih.
tak sempat melanjutkan pertanyaan nya touma di hentikan oleh bu Guru hina, dan Bu guru hina berkata dengan sedih dan menundukkan kepala;
"aku baik baik saja."
"tidak ada apa-apa."
"aku baik baik saja......"
mendengar perkataan Bu hina yang sedih membuat touma menghampiri Bu hina dan touma menyentuh bahu Bu hina dan membalikkan badannya sambil berkata;
"mana mungkin begitu!"
"melihatmu saja sudah jelas."
"bahumu sampai gemetaran begi..."
tak sempat melanjutkan kata-katanya touma terkejut mendengar bel pintu berbunyi, sempat beberapa kali touma mendengarnya tapi tak di bukakan pintu.
Bu hina dengan nada sedih berkata;
"sudahlah"
"tak perlu di bukakan"
"tapi" jawab touma dengan nada rendah.
di saat itu Rui yang mendengar bel berbunyi beberapa kali akhirnya Rui memutuskan untuk turun melihat apa yang terjadi. setelah sampai di depan pintu Rui melihat touma memegangi bahu Bu hina yang membuat Rui berkata dengan nada rendah;
"ada apa"
"kenapa tak di buka?"
melihat Bu hina dan touma tidak membukakan pintunya membuat Rui berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu tersebut.
setelah pintu di buka ternyata yang terlihat adalah ayah dan ibu touma yang terlihat sedang mabuk dan saling rangkul.
"kami pulang." kata ayah touma dengan nada rendah sambil mabuk.
"ayah?" jawab touma.
setelah itu pintu di tutup oleh ayah touma dan ayah touma berkata;
"yah, maaf yh kemalaman."
"duh, kalian sampai menunggu kami?"ucap ibu touma yang melihat semua orang di rumah sedang berdiri di depannya.
"oh, tapi kenapa lama sekali pintunya di buka?."
"padahal kami bawa oleh oleh."
tanya ayah touma.
"yah, mengenai itu sih....." jawab touma yang tidak menyangka yang mengetuk pintu dan membunyikan bel adalah ayahnya.
" kalian bertiga tidak apa-apa kan?" tanya Bu Tsukiko khawatir sambil tersenyum kearah touma, Rui, dan Bu hina.
" ya" jawab Bu hina yang memalingkan wajahnya.
setelah itu ayah touma dan Bu Tsukiko masuk ke rumah dan berkata;
"bagaimana kalau kita makan bareng."
" makanan nya enak banget loh."
"yah, tapi restoran tradisional juga menjual makanan barat, ya?"
"benar juga yh"
"tolong ambilkan piring dan garpu?." jawab Bu Tsukiko.
di saat yang bersamaan terlihat touma sedang berdiri di depan Bu hina, setelah itu Bu hina berkata dengan nada rendah;
"maaf yah...."
setelah itu Bu hina pergi meninggalkan touma dan terlihat touma sedikit murung lalu touma juga meninggalkan Rui, Rui masih ada di sana dan hanya mengamati saja.
setelah itu touma pergi ke kamarnya dan pergi tidur tapi touma tidak terlalu bisa tidur dan touma menutupi dirinya dengan selimut agar bisa tidur.
∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆
setelah itu malam berlalu dan pagi datang, seperti biasanya touma berangkat ke sekolah dan setelah sampai di sekolah touma terlihat tidak memerhatikan apa yang di sampaikan gurunya dan touma malah menulis novel nya.
di novel itu terlihat ada banyak sekali tulisan dan yang sekarang sedang di tulis touma itu berbunyi begini '.......sampai sekarang pun, aku masih ingat. aku tahu perasaan itu...... takkan bertahan lama......'
setelah itu kelas sudah selesai dan terlihat bel bunyi pertanda pulang.
terlihat banyak sekali murid yang keluar dari kelas dan sibuk membereskan apa yang mereka telah gunakan dan begitu juga dengan touma, dia membereskan bukunya dan menaruhnya di dalam tas dan bersiap untuk pulang.
saat setelah pulang touma bukannya ke rumahnya malah pergi ke bar tempat teman terbaiknya bekerja.
terdengar lonceng yang ada di depan pintu berbunyi.
" kleeengg.....kleeengg"( sfx: bunyi lonceng)
"halo" kata Matsui menyapa orang yang ada di sana.
di sana terlihat ada dua orang pegawai dan satu orang pemilik, terlihat ada yang membawa minuman orang itu bernama Rudi, dia adalah sahabat terbaik touma.
terlihat tubuhnya lumayan gemuk dan dia memalai baju pelayan dan sedang membawa minuman di tangan kanannya, dia juga memakai kacamata bundar berwarna putih.
"touma" kata seorang pelayan yang ada di sana, dia adalah seorang wanita yang bekerja di tempat itu dan terlihat tubuhnya lumayan bagus dan memakai baju pelayan berwarna putih hitam dengan rambut yang di kuncir satu di bagian belakang dan rambutnya berwarna kuning kecoklatan serta membawa buku catatan untuk mencatat pesanan
"wah, touma, selamat datang." kata pemilk bar menyapa dengan nada seperti seorang banci yang sedang menyapa (banci\= seorang laki-laki yang punya sifat perempuan)
" pak Kobayashi masaki, halo" kata touma tersenyum dan menyapa dengan mengangkat tangan kanannya sambil berjalan menuju kursi kosong.
"duh, bukannya sudah ku bilang berkali-kali, panggil aku Marie!"
"ma-ri-e"kata pak Kobayashi dengan nada banci nya.
namanya pak Kobayashi dia adalah pemilik bar yang sedang touma kunjungi, dia memiliki rambut yang lumayan panjang dan di kuncir di bagian belakang serta rambutnya bergelombang dan poni yang di julurkan kedepan dan bergelombang.
dia memakai pakaian yang sama seperti cewek yang membawa buku catatan, dan memiliki wajah yang lucu dengan sedikit kumis.
meskipun terlihat seperti banci, pak Kobayashi ternyata jago bertarung oleh karena itu tidak ada keributan di bar.
"ada apa?"
"telah terjadi sesuatu?" kata Rudi yang melihat touma murung.
"ah, tidak.... kalau di bilang terjadi sesuatu, sih...." ucap touma dengan nada rendah dan memalingkan wajahnya.
"pasti sesuatu yang rumit, jadi tunda dulu"
"sampai kerjaan ku selesai, bacalah buku dan tunggu di sini!"
"es coklat seperti biasanya,kan" kata Rudi dengan santai dan di respon dengan senyuman lebar oleh touma.
setelah itu sore pun tiba dan pekerjaan Rudi sudah selesai dan Rudi berkata sambil duduk di sebelah touma;
"jadi, kali ini ada apa lagi?"
"yah, kurang lebih bisa ku tebak sih....."
"pasti masalah terkait Bu guru dan si adik, kan?" kata Rudi sambil minum kopi yang ada di depannya.
"kemarin....."
" kemarin malam, Bu guru di ajak ketemuan sama pacarnya, karena terjadi suatu masalah, ia pun pulang kerumah....." kata tou.a sambil mengingat kejadian kemarin.
"tempo hari dia juga nangis sendiri....."
kurasa dia nggak bahagia dengan hubungan yang ia jalani, gitu...."
" tapi, akan jadi aneh kalau tiba-tiba aku ikut campur."
"akupun bingung mau berbuat apa.." kata touma sambil mencurahkan semua masalahnya.
"ada apa nih?"
"mau nikung pacar orang?"
"disaat seperti itu kasih tamparan keras, peluk dia erat-erat lalu beri ciuman hangat" kata pak Kobayashi sambil memperagakan ucapannya dengan tangan dan dengan suara bancinya.
"maaf, simpan saja nasihat bodoh itu." ucap Rudi mendengarkan nasihat yang di berikan oleh pak Kobayashi.
lalu pak Kobayashi dengan ekspresi ngambek dengan tangannya yang dilipat di bagian dada dan berkata;
"apaaan, sih"
"nasihat orang dewasa harusnya di dengerin tahu."
________________________________________________
.
nasehat apa yang akan dikatakan Rudi kepada touma yh, nantikan jawabannya di chapter berikutnya.
bagi kalian yang menyukai novel ini mohon beri dukungan dengan cara:
{baca} √
{like} √
{komen} √
{share} √
{follow/subscribe} √
siu next time Bai bai