My Girlfriend Is My Teacher

My Girlfriend Is My Teacher
#8 Dimeja makan, masalah baru



"Masakan Bu guru enak nggak yh?"


kata touma di kelas sambil mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.


Akhirnya sekolah pun sudah selesai, touma pun bergegas ke rumah untuk mengetahui masakan Bu guru enak apa tidak.


Tak terasa sore pun tiba dirumah touma tepatnya di meja makan, dimeja makan tersebut ada banyak sekali makanan yang enak tersaji di meja tersebut sontak touma pun terkejut dan wajahnya berseri-seri dan pipinya memerah melihat makanan yang sangat banyak dan terlihat enak.


" nih makanlah." kata Bu hina yang berada di depan meja makan dan touma.


Di meja makan terdapat meja yang kotak yang terdapat banyak kursi di dalamnya.


" hebat!."


" ini semua buguru yang buat?" kata touma dengan wajah berseri-seri dan bersemangat.


" kami berdua, sih" jawab Bu hina tersenyum sambil memiringkan kepalanya.


"selamat makan" kata touma sambil menyantap makanan yang ada di depannya.


Sontak touma terkejut di buatnya karena masakan yang di masak benar benar lezat dan berkata;


" benar benar enak!"


" seperti masakan restoran, nih!"


" bu guru memang serba bisa, yah!"


Setelah itu terlihat suasana sedikit hening dan Bu hina pun berkata kepada touma;


" sebenarnya Rui sih yang masak"


Mendengar perkataan dari Bu hina touma pun meminta maaf karen salah paham terhadap bu hina dan Rui.


"eh..... maaf."


Mendengar pujian yang dilakukan oleh touma Rui pun sempat malu-malu dan pipinya memerah.


" lalu, mana yang di masak Bu guru?" tanya touma.


" sebentar..."


" yang ini, yang ini, dan ini" kata buguru yang menunjuk kan sawi, tahu kukus dan tomat.


Mendengar itu touma pun bertanya dengan nada rendah kepada Bu guru;


" itu masakan."


Pertanyaan itu di jawab oleh Rui dengan nada rendah sambil mengunyah makanan;


" kalau membiarkan kak hina yang mengolah bumbunya bisa kacau dan gawat."


Bu hina menjawab ucapan Rui dengan nada kecewa.


" Rui, kamu pelit....."


"apa kamu kecewa." kata kak hina kepada touma yang terlihat kecewa.


Dan langsung di jawab oleh touma dengan nada rendah sambil menggeleng kan tangan nya;


" tidak tidak tidak"


" tahu yang di rebus ini, tomat yang tebal ini juga nikmat." kata touma sambil memakan masakan yang di buat Bu Hina.


" touma, kamu baik sekali." jawab kak hina terharu.


" yah, memang beginilah Bu guru." kata touma di dalam hati sambil memakan mi yang di buat Rui.


Setelah itu touma, Rui dan Bu hina memakan masakannya dan tak terasa jam sudah menunjukkan jam 22:30.


Disana terlihat touma sedang bersih bersih di dapur dan bu gurub hina yang sedang minum bir.


" maaf yah, membuatmu bersih bersih."


" apa waktu menulis novel jadi berkurang?"


Kata Bu hina tersenyum sambil memegang gelas berisi bir.


" tidak apa-apa, soalnya kalian sudah masak."


kata touma sambil mencuci piring.


" di mana dia? tanya touma .


" Rui?"


" mungkin di kamar sedang baca buku."


" habis makan biasanya memang langsung ke kamar."


" sebagai kakaknya, aku jadi kesepian deh."


jawab Bu hina.


"bukannya gara-gara Bu guru yang hobi mabuk."


kata touma tersenyum.


" terlalu kaku!"


"sebutanmu itu!" kata Bu hina menunjukkan jari nya kearah touma.


"aku minta ma....."


"bukan."


"maaf" jawab touma dengan kaku


Mendengar itu Bu hina jadi tertawa dan berkata;


"habisnya mendadak sih."


"nggak bisa terbiasa."


"tapi, sekarang kita sudah jadi keluarga, kalau kamu sedang ada masalah kamu boleh curhat dengan Bu Gurumu ini, yah."


Mendengar Bu guru Hina berkata begitu touma jadi bengong dan pipinya memerah dan kemudian menunduk kembali dan bertanya;


"maaf kalau aku agak lancang, tapi..........."


"apa hubunganmu dengan pacarmu sedang tidak baik?"kata touma sambil menutup kran yang ada di depannya dan touma sudah selesai bersih bersih.


"kamu mendengarnya dari Rui?"


"nggak....." jawab touma mengelak.


"aku lagi nggak mau membicarakan masalah itu....."


"maaf...."


Setelah itu touma pun mendekat ke arah Bu hina setelah selesai bersih bersih di dapur dan berdiri di depan Bu hina sambil mendengarkan Bu hina bicara.


"kamu nggak perlu menghawatirkanku!"


"kamu pasti punya masalah kan?"


"coba beritahu kakak mu ini!" kata kak hina dengan nada tinggi.


"masalah?"


"apa, ya" kata touma bingung karena selama ini nggak punya masalah berarti kecuali masalah dengan Rui yang tidak bisa di beritahukan kepada kak hina.


Dan kak hina sedang serius mau mendengarkan keluhan touma pun membuat touma mencari cari masalah apa yang di milikinya dan berkata;


" mungkin rambut ini kali" kata touma sambil memegang rambutnya.


"kemarin Bu guru lihat sendiri, 'kan?"


"tiap pagi aku sampai kerepotan, Lo."


Mendengar hal itu Bu hina berdiri dan berjalan ke arah touma Sambil berkata;


"heeh... memangnya itu masalah serius?"


"padahal nggak perlu kamu anggap serius!"


"padahal rambut gelombang mu itu bagus!"


"aku malah iri loh." kata Bu hina sambil memegang touma yang membuat touma malu-malu pipinya memerah.


"rambutku itu lurus dan agak tipis, nggak ngembang sama sekali...." kata Bu hina yang sudah menjauh sedikit dari touma dan memegang rambutnya.


"nih, coba sentuhlah."kata bu hina.


Setelah itutouma memberanikan diri untuk menyentuhnya, tapi sebelum tersentuh oleh touma, Bu hina membuat rambutnya menyentuh pipi touma yang membuat touma kaget dan membuat Bu hina tertawa.


"hahaha" tawa Bu hina yg menjahili touma.


"hei" jawab touma.


"kena, deh!"


"habisnya ,..... kamu mudah dihahili, sih!"


kata Bu hina dengan nada bercanda.


" apa apaan itu." jawab touma dengan nada tinggi.


"habisnya kamu terlalu lengah..." kata Bu hina sambil melipat tangan nya di belakang dan mundur yang membuat Bu hina kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh.


Kemudian touma yang melihat hal itu langsung reflek memegang punggung kak hina dan berkata;


" bahaya, loh...."


"maaf" jawab Bu hina.


Dan touma memegang punggung Bu hina sedikit lama dan disaat genting malah ponsel Bu hina bwrbunyi.


"kriiiing.......kriiiing......kriiiiing" (sfx:suara ponsel berdering).


Terlihat di handphone Bu hina nama Hagiwara shuu yang memanggil.


Touma akhirnya melepaskan pegangannya dan Bu hina berjalan ke arah telepon yang ada di meja makan dan mengangkat panggilannya ;


"halo."


"sekarang"


"baiklah"


"sudah, ya" kata Bu hina. (yang menelfon tidak terdengar suaranya hanya suara Bu hina yang touma dengar)


Di saat bersamaan touma pun berkata dalam hatinya;


"Hagiwara shuu"


Setelah panggilan di tutup Bu hina melihat ke touma dan berkata;


"aku keluar dulu, ya"


"malam-malam begini?"jawab touma.


Tanpa menghiraukan touma Bu hina pun berjalan ke arah luar dan diikuti oleh touma di belakangnya.


" bahaya loh!"kata touma sambil berjalan di belakang Bu Hina.


"tenang saja, dekat rumah kok!"kata Bu hina sambil berjalan ke arah luar.


" kamu di rumah saja yah?" kata Bu hina menoleh kearah touma dan memakai sandal.


Kemudian Bu hina membuka pintu yang di kunci dan berjslsn keluar, touma hanya bisa melihat dengan bengong dan duduk di tangga menunggu Bu hina pulang.


Setelah itu 20 menit pun berlalu dan Bu hina masih belum kembali juga membuat touma terpikirkan untuk mencari nya.


Setelah sampai di depan pintu touma di kejutkan dengan suara kak hina dan kak hina terburu buru menutup pintu.


"sudah cukup." teriak kak hina yang kedengarann touma dan membuat touma terkejut.


Setelah itu Bu hina menutup pintunya dan berdiri sambil membelakangi pintu dan terlihat oleh touma.


________________________________________________


apa yang membuat Bu guru buru-buru menutup pintu.


nantikan kelanjutan nya di chapter selanjutnya.


bagi kalian yang suka novel ini, kalian bisa memberi dukungan dengan like, follow/subscribe, membaca dan memberikan saran atau kritik.


jangan lupa juga untuk memberikan hadiah.


siu next time Bai bai.