My Girlfriend Is My Teacher

My Girlfriend Is My Teacher
Murid pindahan



Keesekoan paginya touma bangun dari tidurnya dan memikirkan apa yang terjadi kemarin.


Saat itu touma yang hampir berciuman dengan hina di kagetkan dengan kedatangan Rui.


Rui membuka pintu kamarnya, sontak touma pun bergegas menjauh dari Hina dan terjatuh ke lantai.


Rui ber jalan ke arah hina dan membangun nya dengan cara menendang nya sampai jatuh.


"ayolah kak hina, kita pergi ke kamar."ucap Rui memegang tangan hina yang tadi jatuh.


"anu, apa gk nanti dulu aja ?" tanya touma.


"tenang saja, biasanya memang seperti ini." jawab Rui.


Rui menyeret kak hina yang tidur ke dalam kamarnya dan berkata;


" lagipula salah kak hina yang membuat dirinya lengah begitu."


Kembali ke touma yang memikirkan hal kemarin tidak sadar sudah jam 8,saat dia melihat jam, dia kaget dan berteriak;


"kenapa nggak ada yang bangunin.?"


Setelahnya touma bergegas ke sekolah, karena dia terlambat dia tidak sempat menata rambutnya.


"halo."


"tumben banget kamu terlambat." kata Romi.


"lalu, bukannya rambutmu acak acakan banget."


kata Romi yang melihat rambutnya tidak ditata seperti biasanya.


"habisnya gak ada waktu......" ucap touma.


"hei hei katanya ada murid pindahan di kelas dua." kata kanzaki yang berlari kearah mereka berdua.


"laki atau cewek?" tanya Romi bersemangat.


"cewek." kata kanzaki.


"katanya cantik !" terang kanzaki.


"mau lihat?" tanya kanzaki.


"hei, jam pelajaran pertama hampir dimulai kan?" ucap touma.


"nggak apa-apa." kata Romi memegang pundak touma.


"cuma lihat, cuma lihat." kata Romi berjalan ke kelas 2.


Setelah mereka bertiga sampai di kelas 2, mereka kaget karena murid pindahan nya adalah cewek yang mengikuti kencan buta.


"bukannya gadis itu.... di kencan buta tempo hari..." kata kanzaki dan Romi dalam hati.


Setelah itu Rui pun sadar jika dia dilihat oleh mereka bertiga dan berjalan kearah mereka.


"acak acakan sekali."kata Rui melihat rambut touma.


"kesini cuma bilang itu?" kata touma.


"melihatmu acak acakan, pasti kamu nggak bawa bekal, 'kan?" kata Rui


"padahal sudah ibu taruh di mej......" Rui kaget tiba-tiba touma membungkam mulutnya.


Setelah itu touma mengajak Rui ke belakang kelas untuk berbicara.


"apa?" kata Rui .


"kamu memutuskan pindah?" tanya touma.


"kamu nggak tahu?"


"nggak."


"aku nggak mau sekolah jauh jauh." kata Rui duduk di bangku yang ada di belakangnya.


"bagaimana dengan situasi kita?" tanya touma.


"hah."


"hubungan kita!, bagaimana cara menjelaskannya pada orang lain!" kata touma.


"hubungan?" tanya Rui.


"maksudnya setelah melakukan hubungan se*s, lalu menjadi saudara gitu?" jelas Rui .


"tidak, yang pertama itu harus dirahasiakan." kata touma menunduk.


"menurutku sih nggak perlu dijelaskan pada orang lain." ucap touma mengangkat kepalanya kembali.


"mengenai hubungan kita sebagai saudara."


"meskipun orang tua kita menikah, nama belakang kira nggak berubah, kalau gosip kita tinggal serumah menyebar nantinya akan jadi gosip tidak sedap." kata touma menjelaskan.


"rambutmu itu nggak di benerin?"kata Rui pura pura nggak denger omongan touma.


"kamu denger nggak, sih?"


"bagaimana kalau terserah kamu saja?" kata Rui.


"lagipula aku nggak suka menceritakan kehidupan keluarga ku."


"kamu ingin kita nggak saling berbicara di sekolah kan?"tanya Rui bangun dari duduk nya dan mulai berjalan menjauhi touma.


"oke."kata Rui melambaikan tangan nya.


"aku nggak bilang begitu, kan?" kata touma yang nggak di dengerin oleh Rui .


Touma nggak tahu kalau ada yang mendengarkan percakapan dia dengan Rui dan untungnya temanya itu nggak denger apa yang dikatakan touma.


Dan mereka mendekati touma setelah Rui meninggalkan nya .


"to-u-ma! " kata Romi (orang yang menguntit pembicaraan touma).


"ada sesuatu yang ingin ku tanyakan, nih!" kata kanzaki dengan wajah kesal ke touma.


"sakit, sakit,sakit. "


"setelah menghilang di acara kencan buta, kamu nggak jelasin apapun, ' kan?"kata Romi yang mengunci tangan kiri touma.


"sumpah, nggak ada hubungannya, tahu."kata touma menahan sakit.


"dia saja nggak peduli..." kata touma murung.


setelah itu di lepaskan tangan nya oleh temannya, dan bel berbunyi, mereka kembali ke kelas.


setelah itu touma terlihat berjalan jalan dengan temannya.


"aku mau ke toilet." kata touma


"mau eek. " jawab kanzaki.


"Iyah iyah eek eek."kata touma meninggalkan mereka berdua ke toilet.


Setelah selesai di toilet touma membasuh mukanya dan melihat mukanya sendiri di cermin, dan mengingat kejadian tadi bersama Rui.


"apa apaan,-coba?"


"memangnya aku yang salah?" kata touma di dalam hati.


Lalu touma berjalan kembali ke kelasnya saat di tengah jalan touma nggak sengaja ketemu Bu hina.


"hei, ada apa dengan rambutmu itu?" tanya Bu Hina yang membuat touma berhenti berjalan dan menoleh ke belakang.


"Bu guru!"


"tadi pagi nggak ada waktu menatanya.... " jawab touma.


"eh padahal aku menyuruh Rui membangunkanmu." kata Bu hina menempelkan tangan nya ke bibirnya


"dia pasti cuma sekali memanggilmu."


"bangun." kata Rui tadi pagi (dalam bayangan Bu hina.)


"dia itu"


"karena banyak yang mengejek, niatnya mau ku rapikan..... "kata touma menjelaskan.


"biarin begini saja, rambut mengambang itu lucu loh. " kata Bu hina mengusap kepala touma dan tersenyum.


Touma pun juga tersenyum, pipinya memerah.


"anu.... ngomong ngomong, apa di sekolah ada yang ibu beritahu kalau kita sekarang bersaudara?" tanya touma.


" tidak, belum ada."


" menurutku, tak perlu memberitahukan nya."


" oohhh.... pasti akan memicu masalah buatmu ya,"jawab Bu hina


"oke oke." kata Bu hina lagi.


"apa aku menyinggungmu?" tanya touma kembali.


" kenapa, emangnya. "


" enggak kok." jawab Bu hina


"kalau begitu syukurlah."


" oh ya, apa Bu guru ingat kejadian semalam?" tanya touma malu malu.


" apa apa , jangan jangan...." kata Bu hina terejut


" kita sudah berciuman? " kata Bu hina berbisik kepada touma.


"tidak tidak tidak." kata touma terkejut.


" nggak, ya."jawab Bu hina


" nggak kok!" jawab touma lagi mengangkat kedua tangannya yang menandakan tidak.


"syukurlah."


" sebelumnya pernah kejadian aku mabuk lalu mencium temanku cewek, kukira kejadian itu terulang kembali." kata hina lega.


"ah jadi begitu yah." kata touma dalam hati dan menurunkan kedua tangannya.


" sesampainya di rumah aku terbiasa santai, sih nggak boleh terjadi lagi !" kata hina mengusap kepalanya.


" aku akan lebih berhati-hati lagi, tapi kalau aku merepotkan mu lagi maaf yah." kata hina menjauh dari touma dan melambaikan tangan nya.


"dengan senang hati." kata touma dalam hati dan membungkuk ke Bu Hina.


Touma pun masuk ke kelasnya dan bel masuk kelas pun berbunyi, bel istirahat berbunyi lalu touma pun ke kelas 2 dan melihat Rui yang tadinya di kelilingi oleh cewek cewek, sekarang terlihat sendirian.


Melihat itu touma memutuskan untuk mendekati Rui yang terlihat sedang membaca buku


________________________________________________


sekian dulu kita lanjutkan di chapter berikutnya.


bagi kalian yang suka dengan novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara:


{baca} √


{like} √


{komen} √


{share} √


{follow/subscribe} √


{memberikan hadiah atau gift} √


kalian juga kalau ada saran jangan malu-malu Langsung komen di kolom komentar.