
kemudian Rudi menanyakan masalah apa yang terjadi kemarin sampai membuat touma menginap kerumahnya.
"jadi.....,apa yang terjadi kemarin malam?"
" yah, penyebabnya pasti aku yang salah ucap."
"aku sudah berbuat jahat,ya." kata Rudi yang merasa bersalah akan kejadian kemarin.
setelah itu touma membalikkan badannya kearah Rudi dan berkata dengan nada tinggi;
"enggak"
"bukan kamu yang salahi menunduk;
"karena aku yang berbuat yang tidak-tidak....." kata touma lagi yang menundukkan kepala dan memegang dadanya.
kemudian di jawab oleh Rudi dengan nada santai sambil tangannya berada di belakang kepalanya dan seperti mengeluskan tangannya ke rambutnya;
"yah, pada akhirnya akulah yang nanti diuntungkan,sih."
setelah mendengar perkataan Rudi touma sedikit terkejut dan kembali menatap Rudi;
"heh"
rudi berkata sambil menunjukkan jarinya ke arah touma an dengan nada rendah ;
"kalau akhirnya kamu nanti menyerah mendapatkan buguru,nggak apa-apa kalau ku incar,kan?"
kemudian Rudi berkata sambil membayangkan Bu hina yang memikirkan touma dan Rudi yang akan memberitahunya dan dia memberikan Bu guru saran akan hubungan gelapnya dan buguru berterimakasih kepada nya dan Rudi akan mendapatkan bugurunya, dia memikirkan itu sambil tangannya memeluk ke badannya sendiri seolah Rudi sedang memeluk Bu hina.
"Bu guru pastinya mengkhawatirkanmu yang kabur dari rumah."
"lalu, aku akan memberikan info keberadaan mu sambil mendekatinya.
"lalu,kuberi dia saran mengenai hubungan gelapnya."
"Rudi kamu baik sekali, yah." kata Bu hina dalam bayangan Rudi.
"begitu Bu guru pun jatuh ke pelukan ku.
begitulah pemikiran Rudi tentang apa yang terjadi kalau seandainya touma melepaskan Bu gurunya. tetapi touma tidak akan melakukan hal tersebut mengingat rasa cintanya kepada buguru bagaikan air di dalam samudra yang tidak ada habisnya.
setelah itu Rudi duduk di kursi yang seperti di warnet dan membalikkan badannya ke kanan sambil memikirkan apa yang di khayal tadi tanpa mempedulikan perselingkuhan yang di lakukan buguru. Rudi membaysngkan itu sambil tangan nya memeluk diri sendiri dan dia tersenyum sendiri.
setelah itu touma terlihat kesal dan berdiri dengan cepat dan berkata dengan nada tinggi dan kesal;
"kau....!"
"disaat ada temanmu dalam masalah, kenapa kau malah mengambil kesempatan?!"
touma mencoba memukul rudi tapi malah di pukul balik dan tangannya dikunci oleh Rudi.
pada saat yang sama ibunya Rudi yang terlihat sedang membawa sesuatu lewat di depan kamar anaknya dan saat terdengar suara seperti orang yang jatuh, ibu Rudi pun membuka kamar anaknya dan berkata dengan nada tinggi;
"hei, kalian berdua sedang apa?"
Rudi yang telihat sedang mengunci tangan touma dan melihat ibunya masuk mencoba mengelak;
"yah, touma dari tadi mengurung diri di kamar, dan tubuhnya jadi kaku, makanya kubantu dia melemaskan tubuhnya!"
touma terlihat ke sakitan mencoba untuk memukul kaki Rudi dengan lemah yang terlihat seperti seorang petinju yang sedang mau menyerah.
ibu Rudi yang percaya pada anaknya karena dari pagi touma terlihat hanya berada di sana tanpa melakukan apapun berkata sambil menutup kembali pintu kamar Rudi;
"oh, begitu....."
kemudian ibu touma meninggalkan kamar mereka dankemvali ke urusan awalnya.
setelah melihat ibunya pergi, Rudi akhirnya melepaskan tubuh touma dan terlihat touma sedang menghela nafas sambil terlihat gemetar kesakitan.
Rudi yang seperti tidak bersalah berkata sambil tersenyum dengan nada rendah;
"ternyata kamu masih punya energi buat berkelahi gitu!
"kalau begitu, aman"
touma yang mendengar perkataan Rudi pun menatap Rudi sambil kaget, tak disangka sahabatnya sangat baik kepadanya.
setelah itu Rudi berdiri dari kursi yang di dudukinya dan berkata sambil memegang tangannya yang seperti orang menasehati;
"lagian, kamu terus berdiam diri dan terlalu banyak berfikir, tahu."
"apa cita-cita mu?"
touma menjawab pertanyaan Rudi dengan nada rendah;
"menjadi penulis novel."
"betul"
"kalau begitu jangan sia-siakan waktumu."
"untuk sekarang, kamu coba saja menulis cerita lain."
touma pun mengangguk pertanda setuju apa yang di sarankan oleh Rudi.
setelah itu hujan pun terjadi. terlihat touma sedang menulis novel di kursi yang tadi di duduki oleh Rudi.
setelah beberapa saat menulis pikiran touma tidak fokus, dia sepeeti memikirkan kejadian kemarin malam yang terjadi antara dia dan Bu hina.
touma terlihat mengelus kepalanya sendiri sambil terlihat kesal.
karena touma tidak fokus menulis novel dia mencoba menenangkan dirinya.
touma berdiri dari kursi dan berjalan menuju ke arah jendela, saat itu di jendela tampak terbuka sedikit, dan touma pun membukanya kembali dengan lebar.
setelah jendela di buka lebar touma melihat kearah atas di mana hujan sedang terjadi, dan dia melihat ke arah bawah, di bawah terlihat banyak orang lagi di jalan sambil bawa payung.
touma melihat ke kiri dan ternyata ada Rui, dia sempat kaget melihat Rui di sana.
kemudian Rui berjalan dan melihat ke mobil, tempat sampah dan ke rumah saat pandangannya menuju ke atas dia melihat touma.
disaat yang bersamaan touma berkata dalam hatinya;
"apakah dia sedang mencari sesuatu?"
setelah itu Rui melihat ke arah jendela tempat touma berada dan touma membukakan jendelanya.
"akhirnya ketemu juga."
"jadi disini rumah temanmu?"
touma yang mendengar ucapan Rui terkejut karena Rui yang mencarinya, dan berkata dengan nada rendah;
"ah....,iya."
"kamu sedang mencariku?"
"yah."kata Rui mengangguk.
kemudian Rui bertanya lagi, pertanyaan yang di ajukan Rui membuat touma kaget bukan main.
"apa aku boleh menginap di rumah temanmu juga?"
"hah?"
"nggak ngajak aku pulang kerumah?!"
"nggak boleh?"
"kalau begitu aku aku cari warnet saja." kata Rui memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan touma.
sebelum Rui pergi menjauh touma menghentikan Rui, touma menghentikan Rui dengan tangannya yang seolah meminta Rui untuk tidak pergi;
"hei tunggu dulu!"
setelah itu touma pergi keluar, dan begitu juga Rui yang berjalan pergi ke depan rumah sahabat nya touma Rudi.
setelah sampai di sana touma menanyakan alasan kenapa menginap dan sekolah nya bagaimana;
"sekolahmu gimana?"
yang di jawab oleh Rui dengan hanya menggelengkan kepala.
"lagian mana mungkin aku menginap di bawah mobil"
"aku bukan kucing atau anjing." kata touma yang melihat tadi Rui melihat ke bawah mobil yang ada di dekat touma.
Rui pun menoleh ke touma dan berkata dengan nada rendah;
"kukira kamu akan kabur dari rumah lalu bunuh diri......"Rui mengatakan hal yang mengerikan dengan santainya.
"jangan bilang begitu."
touma berkata lagi sambil memegang kan tangannya kanannya ke rambut dan mengelusnya dan tangan kirinya di taruh di saku celana;
"meski kamu ingin nginap di sini, yang memutuskan itu bukan ak...."
saat touma mau melanjutkan kata-katanya ia di berhentikan oleh ibu Rudi yang terlihat dari pasar dan membawa payung;
"ada apa touma?"
"dia temanmu?"
perkataan ibu Rudi membuat touma yang bertatapan dengan Rui mengalihkan pandangannya dan menatap ke ibu nya Rudi dan begitu juga dengan Rui.
setelah itu touma berkata dengan nada rendah dan sopan kepada ibu Rudi;
"bibi......"
"tidak, kalau di bilang teman....."
"orang tua kami menikah, jadi dia adikku..."
saat touma mengatakan 'dia adikku' Rui juga mengatakan kalau dia adalah kakaknya yang membuat touma berpaling dan kembali menatap Rui, begitu pula dengan Rui.
setelah itu touma menanyakan tanggal lahir Rui dengan nada rendah;
"kamu lahir kapan?"
"tanggal 5 September."
"aku tanggal 13 Juli."
mendengar itu Rui menjadi cemberut di mana pipi ya di besarkan sambil berekspresi cemberut berpaling dari touma.
"hehhhhh" Rui menghela nafas dan cemberut.
setelah itu dengan bangga nya touma mengatakan kepada bibinya dengan tangan di angkat dan mengepal seperti orang yang bersemangat.
"dia adikku!"
melihat itu ibu Rudi jadi tertawa dan setelah tertawa dia berkata;
"kalau bicara disini nanti kehujanan."
"ayo ajak masuk saja"! kata ibu Rudi menyuruh mereka berdua masuk.
setelah itu mereka berdua dan juga ibu Rudi masuk ke rumah.
________________________________________________
sekian dulu kita lanjutkan di chapter berikutnya.
bagi kalian yang suka dengan novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara:
{baca} √
{like} √
{komen} √
{share} √
{follow/subscribe} √
{memberikan hadiah atau gift} √
kalian juga kalau ada saran jangan malu-malu Langsung komen di kolom komentar.
siu next time Bai bai.