
Setelah pulang sekolah touma penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh ayahnya, tapi ayahnya sedang bekerja.
Dan malam pun tiba, setelah malam terdengar bunyi "krieet" pintu di buka, ternyata oleh ayahnya touma.
Setelah itu ayahnya touma yang bernama Fuji itu pun ke kamar touma tanpa mengetuk pintu dulu .
"krieet" (pintu di buka)
"touma ada yang ingin aku bicarakan sama kamu "
" sebenarnya aku mau menikah lagi " kata ayah touma.
"apa... kenapa mendadak sekali " jawab touma bangun dari tempat tidurnya.
"tidak masalah sih, ibu sudah meninggal 10 tahun yang lalu " kata touma lagi dan kembali tidur.
" mereka akan datang sebentar lagi ".
" kenapa mendadak sekali".kata touma
"Ting tong " terdengar suara bel berbunyi.
"sepertinya mereka sudah datang, ayoh ayoh ke pintu depan untuk melihat mereka " kata ayah touma menarik touma dan bergegas lari ke pintu depan.
"eehhhh, tunggu jangan di tarik-tarik " kata touma.
Setelah itu ayah touma membukakan pintu dan terlihat ada seorang perempuan yang lumayan tua dan juga cantik yang berada di balik pintu.
"halo".kata ayah touma sambil membukakan pintu.
"halo"
"terimakasih sudah mengundang kami untuk kesini ". kata wanita itu.
"silahkan masuk ". kata ayahnya touma.
" kalian juga memperkenalkan diri dong?".kata wanita itu menengok ke arah putri mereka.
Dan secara tidak sengaja touma ikut melihat putri wanita itu, dan touma pun terkejut melihat putri calon ibu touma ternyata Hina (guru yang di sukai touma), dan adiknya yang bernama Rui (orang yang mengambil keperjakaan touma).
"aku dengar pak Fuji memiliki seorang anak laki-laki, ternyata touma kah" kata Bu Hina.
"apa yang terjadi ".
"Bu guru adalah anak dari wanita yang ingin di nikahi ayahku"
"aku tidak mengerti lagi"
"kenapa bisa seperti ini " kata touma lagi.
Dan sontak touma yang terkejut pun pingsan melihat putri calon ibunya adalah wanita yg dia cintai dan wanita yang mengambil keperjakaan nya.
"gubraakkkk" (suara touma yang jatuh )
Setelah itu mereka bertiga pun masuk dan pergi kemeja makan.
Di meja makan tampaknya sudah di persiapkan makanan dan kursi yang cukup untuk mereka berlima.
Beberapa saat kemudian touma bangun dari pingsan nya.
"kmu tidak apa-apa".kata wanita itu.
"iyh aku tidak apa-apa, cuma sedikit pusing saja". kata touma mengambil handuk yang ada di kepalanya.
"benar benar mengejutkan, tak kusangka anak dari paman fuji...........tak kusangka akan menjadi keluarganya touma" kata bu Hina yang sedang duduk di kursi.
"masih terlalu cepat bilang begitu " kata calon ibu touma yang berada tidak jauh dari Bu Hina.
"tak kusangka touma itu adalah muridmu....". kata ayah touma.
"mungkin ini takdir ".jawab calon ibu touma.
"ah,iya ini adalah adikku Rui, dia mungkin satu umuran yang sama dengan kamu, tapi mungkin dia sedikit pemalu".kata Bu Hina memegang pundak Rui.
Karena mereka berdua (touma dan Rui) nampak memandang satu sama lain dan tidak berbicara Bu guru hina mengira mereka itu sudah kenal tapi Lang sing di bantah oleh Rui .
"jangan-jangan kalian sudah saling kenal?"tanya Bu Hina.
"tidak ,ini pertemuan pertama kami " bentak Rui .
"iyh ..... hahaha" senyum touma
"baik, sekali lagi "
"aku sudah berhubungan lama dengan ayah mu nama ku Tachibana Tsukiko, salam kenal yh "
kata calon ibu touma yang memperkenalkan dirinya sambil berdiri di depan meja makan.
"halo, saya putra beliau ,touma". kata touma menundukkan kepalanya.
"ah, maaf ... apa yang kamu suka dari ayah saya ?" tanya touma yg mengangkat kepalanya dan memandang Bu Tsukiko.
"ada banyak , mungkin aku menyukai ketulusannya, mantan suamiku pergi tanpa pamitan, dan kukira aku tidak bisa menyukai laki-laki lagi , tapi ayahmu, dia sangat tulus kepadaku."jawab Bu Tsukiko tersenyum kepada touma.
"Tsukiko " kata ayah touma memegang tangan Bu Tsukiko.
"ayah sampai jadi lebai gitu. " ucap touma dalam hati.
"buahhh..... minum bir setelah bekerja memang yang terbaik" kata Bu Hina.
"Bu guru minum bir yah" jawab touma.
"sayang sekali kamu belum dewasa, kalau kamu sudah dewasa mungkin aku akan mengajakmu minum."kata Bu hina lagi.
Dan touma pun menanggapi nya dengan senyum dan pipinya memerah /malu malu.
Setelah itu touma pamit untuk ke kamar mandi dan diikuti oleh Rui.
Selesai di kamar mandi dan keluar, touma terkejut melihat Rui yang ada di sebelah kamar mandi.
"jangan-jangan kamu sudah mengetahui hal ini ?." ucap Rui yang menunggu touma keluar dari kamar mandi dan menanyai touma dengan curiga.
"aku tidak tahu." Jawab touma.
"begitu "
"terus bagaimana dengan pernikahan mereka, soalnya kan....?" tanya touma .
"aku sih setuju, soalnya setelah ibu bercerai dia menjelekkan ayah ku dan aku tidak suka itu , tapi setelah ibuku mengenal pak Fuji dia menjadi bahagia kembali , karena itu aku tidak ingin merenggut kebahagiaan ibuku hanya demi hal bodoh seperti itu." jawab Rui
" kalau kamu yh terserah kamu." kata Rui sambil meninggalkan touma .
Setelah itu perjamuan makan selesai dan mereka bertiga pulang kembali ke rumah mereka dan touma pun setuju ayahnya menikah.
Setelah itu ayahnya touma memutuskan untuk membeli rumah baru.
Dan touma pun pergi kerumah Rudi untuk menceritakan apa yang terjadi.
"eh, kamu menjadi saudara nya orang yang kamu ent*t dan guru sekolahmu?" tanya Rudi sambil terkejut dan menjatuhkan kursi yang ada di sampingnya"
"iyh" jawab touma
"kalau begini sih ini menjadi semakin rumit,
"hahh" kata touma yang terkejut atas perkataan Rudi.
Sepertinya mustahil bagi touma untuk menembus batasannya tapi, karena touma sangat mencintai Bu Hina itu tidak menjadi halangan untuk cintanya.
Keesokan harinya touma pun pindah ke rumah baru.
Disana terlihat suasana yang sangat asri dan lingkungan yang bersih yang membuat suasana menjadi nyaman untuk di tinggali.
Di rumah itu juga terdapat dua tingkat yang membuat nya besar dan cukup untuk di tinggali mereka berlima.
Disini terlihat touma yang sedang mengangkat barang bawaan nya dari mobil box menuju ke rumah yang baru.
Sesampainya di rumah baru terlihat sosok lain Bu Hina, Bu Hina terlihat memakai pakaian biasa yang membuat pipi touma memerah.
Touma terlihat meletakkan barang bawaannya ke dalam kamar dan disambut Bu Hina.
"kalau ada barang bawaan yang berat lagi bisa panggil aku." kata Bu hina yang mendekat ke arah touma.
"Iyah Bu Hina" kata touma menjawab.
"tetapi, kita akan menjadi keluarga bukannya tidak baik jika kamu memanggil aku dengan sebutan Bu."
"kamu boleh memanggil aku Hina loh saat kamu berada di luar sekolah" kata Bu hina menerangkan dan menunjuk jarinya ke hidung touma..
"neh.... coba panggil aku Hina sekarang " jahil Bu Hina kepada touma.
"ehh "
"ayolah" kata Bu hina menjahili touma.
"hhhh....Hina Chan"kata touma yang malu malu saat memanggil Bu hina dengan sebutan namanya.
"bercanda, kamu boleh memanggil aku kak Hina saat di luar sekolah."
"baiklah, kalo butuh apa-apa panggil saja aku" .
kata Bu hina.
Dan setelah itu Bu hina meniggalkan touma, dan touma pun ke lantai atas untuk menemui Rui.
Dan saat touma ke lantai atas terlihat Rui sedang membuka pintu nya dan keluar untuk berbicara dengan touma.
"lupakan yang terjadi kemarin, anggap itu angin berlalu saja, dan jangan bersikap malu malu saat melihat ku, sikap biasa aja " kata Rui yang memojokkan touma dengan gaya bahasa yang dingin dan telinga kucing berwarna hitam yang di pasang di kepalanya.
"kamu mengerti kan".kata Rui.
"kalau sudah mengerti berhentilah bertingkah aneh " ucap Rui meninggalkan touma dan masuk ke kamarnya
"tungg......." ucap touma dan pintu kamar di tutup oleh Rui.
Malam pun tiba touma tampak berada di sofa dan menonton tv dan terlihat Rui, dan ibunya berada di dapur, jarak antara sofa dan dapur tidak begitu jauh sehingga touma mendengar percakapan mereka.
"yah kalau makan bareng itu memang enak yah " kata ayah touma yang berada di dapur.
"aku juga akan membantu " jawab Bu Tsukiko.
"Rui kalau kakak mu selesai , kamu mandilah" kata Bu Tsukiko menoleh kepada Rui
"ya"jawab Rui
"mana mungkin aku bisa melupakan kejadian itu "gumam touma
"yah mandinya segar sekali" ucap kak hina yang dari kamar mandi tidak memakai baju hanya memakai handuk dan ****** *****.
"eehhhh" jawab touma yang menoleh ke arah tubuh Kak Hina.
"ahhhhh" teriak kak hina jongkok karena malu dan segera bergegas ke kamarnya.
"ahh kalau begini sudah tidak apa-apa kan" ucap kak Hina.
"lain kali aku akan berhati-hati" ucap kak hina lagi.
"nggak ada bedanya" kata touma melihat Bu hina telah ber pakaian dan celana pendek yang ketat.
"saatnya minum bir " kak Hina menuju ke kulkas dan meminum bir.
kak hina membuka bir dan meminum nya.
"bahhhh, setetes bir sama dengan setetes darah" kata kak Hina
"itu yang diucapkan pemabuk kan "gumam touma.
"apa acara di TV yah " kata kak Hina.
"hah aku ingin menonton acara ini " kata kak Hina.
Touma memandangi dada kak hina yang sedang menonton tv karena baju yang ketat yang dipakai kak hina.
"touma ayah mau tidur dulu kamu jangan tidur terlalu malam yh " ucap ayah touma memegang pundak Bu Tsukiko.
"Iyah" jawab touma.
"selamat malam"kata Bu Tsukiko.
"selamat malam "jawab touma.
Terlihat kak hina yang tidur di atas sofa dengan baju ketat dan celana pendek membuat touma memandangi Bu hina terus.
"ah bagaimana ini " kata touma dalam hati
Lalu touma menuju ke sofa untuk membangunkan kak Hina.
"kak hina, kalau kamu tidur di sini akan masuk angin loh ".kata touma menggenggam tangan kak hina untuk membangunkan nya.
"touma aku akan mencoba menjadi kakak yang baik " kata bu hina yang ngelindur dari tidurnya.
"aku sudah tahu, aku sudah tahu tapi, untuk terakhir kalinya untuk terakhir kalinya saja biarkan aku mencium mu "kata touma dalam hati.
Saat touma sudah mau mencium bibir kak hina datang lah Rui dari kamarnya yang melihat touma dan touma pun kaget beserta Rui.
________________________________________________
Cukup sekian saja chapter ini kita lanjutkan di chapter berikutnya
Bagi kalian yang suka novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara;
{baca} √
{like} √
{komen} √
{share} √
{follow/subscribe} √
{memberikan hadiah atau gift} √
Kalian juga kalau ada saran jangan sungkan-sungkan, kalian taruh saja di kolom komentar.
Siu next time Bai bai.