
"Bu guru nggak sedang jadi selingkuhan, kan?"
lalu dijawab oleh Bu guru dengan pura-pura bingung dengan apa yang touma tanyakan;
"kenapa tiba-tiba bilang begitu?"
"apa maksudnya?"
setelah itu touma menjelaskan bahwa temannya melihat Bu hina bersama laki-laki yang selingkuh dengan Bu guru...
setelah itu dijawab oleh bu Hina, bu Hina mencoba mengelak apa yang di jelaskan oleh touma dengan berkata;
"apa-apaan itu?"
"mungkin aku cuma kebetulan bersama seorang laki-laki."
setelah itu Bu guru mencoba menjelaskannya dan mengangkat tangannya lalu di tempelkan di dada dengan kondisi mengepal dan berkata dengan nada rendah;
"kalau belum-belum sudah dibilang jadi selingkuhan......"
sebelum Bu hina menyelesaikan kata-katanya di selat oleh touma. touma kemudian berkata dengan nada rendah dan serius;
"aku akan menceraikan istriku."
"tapi, takkan bisa kalau dalam waktu dekat...."
setelah mendengar perkataan touma Bu guru langsung terkejut sampai-sampai matanya tidak berkedip beberapa saat.
setelah lewat beberapa saat buguru sempat murung sejenak lalu tidak murung lagi dan berkata dengan nada seperti orang tak bersalah;
"hmm hmmm"
"lalu?"
setelah mendengar perkataan Bu guru kini giliran touma yang terkejut. touma terkejut dan berkata dengan nada tinggi;
"lalu"?
"jadi memang benar?!"
"tolong jawab!" kata touma berteriak sambil memegangi pundak buguru yang seakan tidak percaya apa yang dilakukan oleh gurunya tersebut.
lalu buguru pun tidak bisa menjawab. dia hanya menundukkan kepalanya lalu touma melanjutkan kata-katanya;
"apa yang Bu guru bilang masalah orang dewasa itu ..., masalah seperti ini?!"
terlihat touma sedang menantikan jawaban buguru dengan serius. lalu setelah beberapa saat Bu gurunya menjawab dengan mengatakan;
"iya."
"ini bukanlah dunia anak anak, tapi dunianya orang dewasa." kata Bu hina yang tidak menundukkan kepalanya lagibdan berkata dengan sangat serius. dan touma pun melepaskan pegangannya.
setelah itu buguru berkata lagi dengan nada yang ceria;
"baiklah, sudah cukup, 'kan?"
"pembicaraan ini sudah selesai." kata Bu guru yang menba mengusir touma dari kamar nya.
touma sempat tidak mau di usir seperti itu. dan Bu guru meyakinkan touma bahawa ini nggak ada hubungannya dengan touma. touma yang tidak bisa mengelak pun akhirnya memutuskan untuk mencium Bu hina ketimbang meninggalkan kamarnya.
sempat Bu hina merasa kaget dengan apa yang dilakukan oleh touma.
setelah beberapa saat berciuman Bu guru mulaimenolak ciuman touma dan mendorongnya sambil menamparnya.
setelah itu touma meminta maaf, sebelum touma meninggalkan kamar, Bu hina menarik bajunya dan menciumnya kembali.
kali ini bukan ciuman sesaat tapi ciuman yang lebih intim yang menjulurkan antara lidah dengan lidah.
"buguru" gumam touma dalam hatinya.
setelah itu buguru mendorong touma kekasur dan membuka sebagian bajunya, tentu saja ini membuat touma sangat terkejut.
Bu guru berada di posisi atas dan touma ada di posisi bawah.
setelah itu touma terlihat ketakutan dengan tingkah Bu guru, Bu guru yang melihat touma ketakutan pun mengelus kepalanya sambil berkata;
"tuh, 'kan?"
"ternyata kamu takut."
"sudah kuduga.."
"meski berani bilang sampai sejauh itu..." kata Bu hina,
dan Bu hina menguatkan jepitan antara kaki touma dengan dia dengan kebih kuat dan berkata lagi;
"matamu itu masih mata anak-anak, tahu?"
setelah itu Bu hina melepaskan genggaman nya dengan touma dan berdiri lalu menuju ke depan pintu dan touma duduk di kasurnya.
melihat itu touma pun bergegas keluar dari kamar buhina setelah sampai di depan Bu hina touma berdesih dan touma pun keluar dari kamar Bu hina.
setelah itu Bu hina yang berdiri membukakan pintu kembali menutup pintu kamarnya dan Bu hina yang semula berdiri menjadi terduduk di belakang pintu sambil memegangi kepalanya.
"apa yang sudah kulakukan, coba?" kata Bu hina dalam hati.
lalu touma pun sampai ke dalam kamarnya sendiri dan setelah sampai, touma yang semula berdiri terjatuh dan menangis tersedu-sedu.
setelah itu pagi pun tiba.
di pagi harinya terlihat di ruang tengah terlihatBu guru yang duduk sedang minum kopi, Rui yang bersiap untuk pergi ke sekolah dan Bu Tsukiko yang sedang memasak.
tiba-tiba ayah touma berlari ke arah mereka bertiga sambil membawa sebuah kertas yang ternyata isi dari kertas adalah surat touma.
"gawat"
"barusan aku ingin membangunkan touma, lalu...! ada secarik kertas di kasurnya." kata ayah touma dengan nafas yang terengah-engah.
rupanya touma kabur dari rumah setelah apa yang terjadi kemarin malam dan touma menginap di rumah temannya.
ayah touma dan Bu Tsukiko mengira bahwa touma tidak menerima pernikahan mereka dan kabur dari rumah. mereka tidak tahu kalau touma kabur karena masalahnya kemarin malam dengan Bu hina.
setelah itu Rui yang sedikit paham dengan siruasi yang terjadi tapi dia tidak tahu kalau touma suka dengan Bu hina, dia hanya tahu kalau touma mencoba menenangkan Bu hina. Rui pun memanggil Bu hina.
∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆
di dalam bar terlihat manager dan Rudi sedang bekerja, Rudi terlihat sedang membersihkan barang setelah itu manager memanggil Rudi dan memperbolehkan nya pulang lebih awal.
"Rudi."
"hari ini, kamu boleh pulang lebih awal."
"bukankah sebaiknya kamu pulang lebih awal?"
kata manager dengan suara laki-laki dan bernada banci kepada Rudi.
"oh, boleh?"
"maaf." jawab Rudi dengan nada rendah.
tampaknya manager sudah tahu apa yang terjadi dengan touma mengingat kemarin malam touma kabur ke bar dan menceritakan apa yang terjadi kepada mereka berdua dan oleh karena itu dia diperbolehkan menginap dirumah rudi.
setelah itu Rudi bergegas pulang kerumahnya setelah sampai di kamarnya dia membuka kamarnya dan melihat touma yang sedang tidur di lantai dan posisi tidurnya tidak berubah sedikitpun.
"aku pulang."
"selamat datang." jawab touma dengan tidak semangat seperti tidak ada niatan untuk hidup kembali.
"posisi mu nggak berubah dari saat aku berangkat, ya."
"itu artinya, kamu nggak sekolah?" kata Rudi sambil melepas sepatunya dan menaruh tasnya di meja.
setelah itu touma beranjak dari tidur nya lalu duduk dan berkata;
" kurasa sebaiknya aku bolos dulu."
"begitu."
setelah itu Rudi bertanya apakah ada yang menghubungi nya dan di jawab oleh touma sambil melihat hp nya;
"pesan dari ayahku, Yuya dan Kazu juga mengirimiku pesan dari sekolah"
terlihat di hp touma sebuah pesan dari ayahnya yang menghawatirkan nya dan pesan dari Yuya yang mengatakan dia mirip dengannya karena dua bolos sekolah.
Yuya adalah cewek yang ada di kelasnya touma dan seri gkali bolos sekolah, penampilannya seperti gadis gaul.
kemudian Rudi menanyakan masalah apa yang terjadi kemarin sampai membuat touma menginap kerumahnya.
________________________________________________
sekian dulu kita lanjutkan di chapter berikutnya.
bagi kalian yang suka dengan novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara:
{baca} √
{like} √
{komen} √
{share} √
{follow/subscribe} √
{memberikan hadiah atau gift} √
kalian juga kalau ada saran jangan malu-malu Langsung komen di kolom komentar.