
setelah itu mereka berdua dan juga ibu Rudi masuk ke rumah.
"permisi." kata Rui yang baru pertama kali masuk ke rumah Rudi.
bibi pun ke dapur untuk membuat teh hangat.
setelah itu hujan semakin reda dan tidak hujan lagi.
siang pun berlalu sore pun tiba.
"aku pulang." kata Rudi yang baru pulang kerja dan membuka pintu.
terlihat ibu Rudi sedang memasak di dapur dan ibu Rudi menyempatkan untuk ke depan pintu dan berkata ;
"selamat datang."
"pulangmu cepat juga, yah."
"manager menyuruhku libur."
setelah itu Rudi pergi ke kamarnya dan dia membuka pintu kamarnya.
di sana terlihat touma dan Rui sedang duduk berdampingan namun sedikit jauh juga.
Rudi yang melihat mereka berdua berkata dengan nada rendah;
"duh penghuninya jadi bertambah, nih."
Rudi berkata kembali dengan nada tinggi;
"touma, apa maksudnya coba?!"
"padahal kamu itu numpang, kenal bawa cewek segala?"
di saat yang sama adik Rudi pulang dari belajarnya.
dia adalah adik Rudi, dia masih sekolah SMP dan dia terlihat sedang membawa tas dan berseragam sekolah SMP, dia juga memakai kacamata dan rambutnya dikuncit menjadi dua yang membuat dia terlihat lucu.
adik Rudi yang mendengar pembicaraan kakaknya pergi ke kamar kakaknya dan membuka pintu kamar.
dia melihat kakaknya sedang berkelahi dengan touma dan melihat ada wanita di sampingnya yang membuatnya kaget dan berkata dengan nada tinggi;
"siapa dia?!"
"jangan-jangan,pacar kakak?!"
Rudi yang melihat adiknya bersemangat, dia berkata dengan santainya dan bermuk datar kepada adiknya itu;
"benar."
touma yang melihat Rudi berbohong kepada adiknya berkata;
"jangan bohong dengan muka datar begitu!"
setelah mendengar kakaknya sedang berbohong adik Rudi terlihat tidak bersemangat lagi dan menutup pintu kamar dengan pelan.
setelah itu touma menceritakan permasalahan nya dengan Rudi, yang juga di dengar oleh Rui.
setelah selesai menceritakan masalahnya Rudi pun berkata dengan nada rendah;
"begitu!"
"jadi kamu bertengkar dengan kakak mu......"
"apa kamu memberitahu Rui alasanmu kabur dari rumah."
"tidak, nggak kuberitahu."
Rui yang berada di sebelah touma terlihat sedang duduk dan memakai baju tidur, dia terlalu santai dan memaki baju tidur, Rui pun berkata dengan nada rendah;
"aku tak berniat menirumu yang kabur dari rumah."
touma yang melihat Rui sangat santai di rumah temannya dan memakai baju tidur pun berkata;
"kamu benar-benar terlalu santai berada di rumah orang!"
Rui yang tak memerhatikan ucapan touma berkata lagi dengan nada rendah dan duduk dengan posisi miring;
"ini merupakan bentuk boikot dariku."
Rudi yang seperti tidak mengerti apa yang dimaksud Rui pun bertanya;
"boikot?"
touma pun menerangkan kepada Rudi yang tidak mengerti, touma berkata dengan nada rendah sambil melirik ke arah Rudi;
"sepertinya dia sudah tahu duluan.....mengenai buguru yang jadi selingkuhan."
kemudian Rui menjelaskan sambil mengingat kejadian dia yang mendengarkan pembicaraan Bu hina saat di rumah lama mereka, Rui menguping pembicaraan buguru dan berkata kepada touma dan Rudi;
"aku mendengarnya dari pembicaraan saat di telepon....."
"dan tingkahnya pun jadi aneh sejak saat itu.
"kak hina biasanya ceria, menyayangi keluarga, usil dan memiliki rasa keadilan yang tinggi."
touma yang mendengar itu berkata dengan nada rendah dan melihat kearah Rui;
"kamu mengatai orang lain usil?"
Rui yang tak peduli dengan perkataan touma pun melanjutkan kata-katanya;
"aku menyukai sikap kak hina yang dulu"
"aku pernah sekali membahasnya."
(mengingat kembali kejadian masa lalu)
disana terlihat Rui sedang berdiri berada di kamar kak hina dan kak hina terlihat sedang duduk di meja belajar di kamarnya.
"kak hina......"
"orang yang jadi pacarmu saat ini sudah punya istri, 'kan?"
"menurutku itu tidak baik,lo."
"sebaiknya kakak putus saja." kata Rui yang mengingatkan kak hina dengan nada rendah.
kak hina menjawab dengan bertanya balik ke Rui dengan nada rendah;
"apa kamu pernah....."
".....punya pacar sebelumnya?"
mendengar itu Rui jadi menunduk dan menjawab;
"memang belum pernah...."
"kalau begitu kamu nggak akan mengerti....."
(masa ini)
setelah menjelaskan hal itu kepada mereka berdua Rui berkata lagi dengan nada rendah;
"sejak dia mengatakan itu, aku tak pernah membahasnya lagi."
"kalau begini, sampai mereka putus sendiri, aku cuma bisa diam."
setelah mendengar itu Rudi berbisik kepada touma;
"hei, jadi hal itu yang membuatnya melakukan *** *** denganmu, dong?"
mendengar bisikan Rudi touma mencoba untuk mendiamkan Rudi;
"syuuuuuh" touma berdesis
Rui yang mendengar perkataan Rudi jadi marah dan berkata dengan nada marah dan serius;
"kamu memberitahunya?"
touma mencoba mengelak dengan mengatakan tidak disertai tangannya yang digerak gerakkan seolah mengatakan tidak di tangannya.
Rui yang tidak percaya lalu berkata kepada Rudi sambil mendekat sedikit dan dengan nada marah;
"kamu satu sekolah dengan kami?"
"tidak, nggak kok....."
setelah mendengar itu Rui merasa lega dan berkata dengan nada rendah;
"kalau begitu, biarlah."
"dibiarin?!" kata touma seakan tidak percaya apa yang di lihatnya saat ini.
kemudian Rudi memberikan nasehatnya sambil memegang kedua tangannya dan berkata dengan nada rendah;
"tapi, kalian nggak boleh terus-terusan begini."
"touma, apa yang ingin kamu lakukan?"
lalu touma menghela nafas.
"katakan sejujurnya."
"kalau nggak, solusinya nggak ada, lo.
setelah mendengar itu touma mengepalkan tangannya dan membulatkan tekadnya dan berkata;
"aku....ingin membuat Bu guru putus!"
mendengar itu Rudi jadi tersenyum dan berkata yang membuat touma dan Rui menengok ke arahnya ;
"Rui ingin kakaknya kembali seperti dulu."
"touma ingin buguru putus dengan nya."
"tujuan kalian sama, dong."
"ayo kita mulai rapat strateginya!"
setelah strategi selesai malam pun tiba, touma dan Rui sama-sama pulang ke rumah, saat sampai dirumah touma membuka pintunya.
ternyata pintunya tidak terkunci dan saat dibuka touma terkejut karena lampunya mati.
"lampunya mati."
"apa semuanya sudah tidur?" jawab Rui.
lalu touma berjalan dan menuju pintu ruangan tengah dan membukanya, saat di buka touma kembali terkejut karena lampunya mati.
disana terlihat ayah touma dan ibu Rui sedang duduk di kursi sambil murung, mereka mengira touma dan Rui pergi karena tidak menerima pernikahan mereka.
setelah itu lampu dinyalakan oleh Rui, ayah touma melihat ke arah touma dan Rui dan touma pun berkata;
"ka-kami pulang."
"kenapa lampunya dimatikan?"
ayah touma dan Bu Tsukiko yang melihat mereka berdua pun berkata;
"touma."
"Rui"
setelah itu Bu Tsukiko berlari kearah Rui dan memeluknya dan berkata;
"ah, syukurlah!"
setelah itu touma meminta maaf dengan menunduk ;
"maaf, dua hari kami pergi...."
sebelum touma mengakhiri kata-katanya touma terkejut melihat sebuah surat di meja.
touma kemudian berjalan ke arah meja dan mengambil surat tersebut dan berkata;
"eh, apa?!"
"surat perceraian?!"
________________________________________________
sekian dulu kita lanjutkan di chapter berikutnya.
bagi kalian yang suka dengan novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara:
{baca} √
{like} √
{komen} √
{share} √
{follow/subscribe} √
{memberikan hadiah atau gift} √
kalian juga kalau ada saran jangan malu-malu Langsung komen di kolom komentar.
siu next time Bai bai.