My Girlfriend Is My Teacher

My Girlfriend Is My Teacher
Kegugupan Rui



di tempat tidur terlihat touma sedang duduk cemas, setelah beberapa saat terdengar suara pintu di buka dan ternyata itu adalah Rui.


setelah Rui mengambil ponsel Bu hina, Rui cepat-cepat pergi ke kamar touma setelah masuk dan menutup pintu kamar touma, touma yang duduk di tempat tidur bertanya. "berhasil kamu ambil tanpa ketahuan kah?"


"iya."


"syukurlah."


Rui menjawab pertanyaan touma dengan yakin, ia telah berhasil mengambil ponsel Bu hina, dan diakhiri dengan rasa syukur touma.


kemudian Rui berjalan ke arah touma dambil menggenggam ponsel di tangan nya dan duduk di sebelah touma.


disaat bersamaan touma bertanya kembali ke Rui, "bisa kamu buka kuncinya?"


"kalau tak salah, kuncinya pakai tanggal lahir."


Rui kemudian membuka kunci sandi ponsel Bu hina dengan tanggal lahirnya, ia membuka nya dengan mengetik tanggal lahir Bu hina.


Rui membuka kontak Bu hina dan ketemu dengan namanya 'shuu' yang di prediksi adalah pacar Bu hina. "ketemu!" perasaan gembira muncul di benak Rui dan touma juga berwajah serius dan berkata, "yosh."


"dengar, yah"


"tirulah suara Bu guru semirip mungkin, ya."


"ya."


"pastikan kata "putus"-nya jelas yah!"


setelah itu Rui menelfon pacar Bu hina dan menaruh handphone Bu hina di telinga kanannya sambil di pegang.


terdengar suara telepon berbunyi. setelah beberapa saat berbunyi kemudian diangkat oleh 'shuu'.


"halo."


mendengar suara pria di telpon Rui yang semula tenang langsung kaget dan panik,selama ini Rui tak pernah berbicara dengan laki-laki lain selain touma dan ayahnya, Rui di sekolah selalu diam dan tidak pernah ngomong sama sekali yang membuat Rui panik saat mendengar suara 'halo' dari "shuu"


"ah....uh.....anu......" Rui berbicara dengan gagap dan kakinya gemetar seperti ketakutan oleh sesuatu padahal tidak ada apa-apa di depannya , hanya suara saja.


"hina?."


"eh....anu......itu......" Rui semakin panik dan menutup telepon nya melihat itu touma sedikit marah kepada Rui. "woi."


"sa-saat mendengar suaranya.....isi kepalaku jadi kosong....." kata Rui dengan panik,bahkan memegang ponselnya saja sampai gemetar.


setelah itu, touma yang mendengar perkataan Rui berkata di dalam hatinya,"ah gawat...aku lupa kalau dia kesulitan berkomunikasi."


" A-aku harus menyusun kata-kata dulu..." kata Rui sambil gugup.


setelah itu, tiba tiba telfon berbunyi, sampai mengagetkan Rui. "krriiing"


"waaaah"


"Ba-ba-bagaimana ini?." kata Rui dengan panik.


"ja-jawab!"


"bilang kalau ingin putus!"kata touma mengingatkan


setelah itu, telfon diangkat oleh Rui.


"hal-"


saat Rui mau mengatakan sesuatu, keburu di cegat oleh shuu"


"kamu baik baik saja?."


"apa terjadi sesuatu?"


"he... terjadi sesuatu?" Rui dengan paniknya mencoba untuk mengatakan kata putus kepada shuu


"ti-tidak.... sebenarnya tidak terjadi sesuatu."


"cuma aku mau bilang,aku mau putus sama kamu."


"haa... putus?."


"kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu..?"


"apakah terjadi sesuatu?"


Shu yang tidak tau bahwa yang menelponnya bukan hina menjadi kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa hina yang lemah lembut tiba tiba ingin minta putus ?


"Hina apa yang terjadi padamu, kenapa minta putus.Hina hina?"


Rui menutup telfon itu sebelum shuu bisa menanyakan nya lebih jauh, kemudian Rui meletakkan ponsel hina ke tempatnya semula.


setelah itu touma dan Rui kembali ke kamarnya masing-masing seperti tidak terjadi apapun.


****


Rui dan touma sekolah seperti biasa, setelah selesai sekolah Rui dan touma menyatakan hasilnya kepada Rudi di kafenya.


pada saat touma dan Rudi sedang mengobrol, tampak sepasang kekasih bejalan menuju kafe tempat Rudi bekerja.


dan sialnya pasangan itu adalah Bu hina dan selingkuhannya. melihat itu touma langsung berdiri dan berjalan ke arah Bu hina dengan cepat.


setelah sampai di dekat Bu hina dan shuu touma berkata yang membuat Rudi dan menejer sangat terkejut.


"Tolong pytuslah dengan Bu hina!." kata touma dengan marah.


"Eh kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu?."


"Kamu sudah punya istri kan tapi kenapa kamu masih berpacaran dengan Bu hina.padahal kamu sudah punya istri?."


"Bu hina juga, sudah tahu dia sudah punya istri tapi kenapa Bu hins masih berpacaran dengannya?."


"Sebaiknya kaliam duduk dan bicarakan masalah ini baik baik." kata menejer melerai.


"Baiklah"


******


jangan lupa subscribe dan likenya yh.


penulis akan Hiatus sementara waktu. tenang ini tidak akan lama kok.