
Touma pun mendekati Rui yang sedang membaca buku dan touma duduk di kursi yang ada di depan Rui.
Touma berjalan mendekati Rui
"kamu makan sendirian?"tanya touma
"salah?" jawab Rui.
touma duduk di depan Rui.
"nggak salah sih "kata touma.
"bukannya kita seharusnya tidak saling kenal?" kata Rui menutup bukunya.
"sudah kubilang daripada tidak saling kenal, setidaknya kita masih temenan!" kata touma menoleh ke arah Rui.
"oh ya...." touma mengamati sekitar.
"tadi pagi, banyak yang mendekati mu bukan?"
"tak ada yang mengajakmu makan siang bareng" tanya touma melirik ke arah Rui lagi.
"saat jam istirahat, yang mendekatiku mulai hilang" jawab Rui melirik ke arah lain.
"kamu nggak ngajak berantem, kan" kata touma.
Dan Rui pun mengigat kejadian tadi pagi.
saat tadi pagi banyak yang menanyai Rui, ada yang namanya kan nama nya, ada yang menanyakan alamatnya, ada yang memperkenalkan dirinya.
Banyak banget yang bertanya kepada Rui tapi Rui menjawab semuanya dengan dingin seolah-olah ingin obrolan cepat berakhir.
"benar-benar nggak berantem tuh "kata touma.
"nggak ada maksud begitu" kata Rui.
"meski menurutmu nggak begitu" kata touma melirik Rui lagi.
"rambutmu masih belum tertata juga " tanya Rui yang melihat rambut touma berantakan.
touma melihat rambutnya "meski sudah aku basahi masih sulit di tata"
"hadaplah ke sana biar ku tata " kata Rui mengambil sisir dan minyak penata rambut.
kemudian Rui berdiri menyemprotkan dengan minyak penata rambut dan mulai menata rambut touma.
"kusut banget, di basain pun percuma " kata Rui.
Setelah itu touma pun berbicara di dalam hati.
"begitu yah, ternyata dia itu........ mungkin dia hanya tidak tahu caranya bergaul" kata touma memikirkan tentang Rui.
Tanpa sadar rambut touma yang acak acakan sudah di tata oleh Rui.
"selesai" kata Rui.
"makasih "jawab touma.
Rui pun duduk kembali ke kursi di dekat touma.
"kamu bisa nggak ..... kalau ngomong itu sedikit hati-hati? , niatmu memang nggak buruk sih ..... caramu ngomong seperti orang yang nggak butuh teman." tanya touma
" biasanya memang selalu seperti itu " jawab Rui yang murung
"padahal kak hina bisa dengan mudah berteman...... tapi aku.....selalu gagal berteman". murung Rui.
"yosh .... akan kuberi kau latihan khusus " kata touma sok keren yang membuat Rui bersemangat lagi.
"hah..?" kesal Rui.
"kamu itu yah ... hentikan kebiasaan mu yang bilang hah.. itu"kata touma marah dan memukul meja yang ada di depan nya.
"aku akan berperan sebagai teman kelasmu jadi nanti kamu respon yh" kata touma lagi.
"siap yah "touma pun jadi guru bergaulnya Rui.
"kumulai" kata touma membuat Rui jadi serius.
"hei hei Rui, saat libur kamu ngapain " kata touma berperan sebagai teman gadis Rui.
"jadi banci "jawab Rui menggelengkan kepalanya ke kiri.
"aku berpura-pura jadi temen cewek mu " kata touma marah sendiri.
"ayolah saat libur kamu ngapain " kata touma kembali ke karakter cowok (berhenti berperan sebagai karakter cewek).
"saat libur aku banyak membaca buku " jawab Rui.
"buku apa?"
"kuberitahu kamu pasti tidak akan mengerti"
"jangan mengakhiri pembicaraan dong , buatlah terus berlanjut."kesal touma.
"eehhhh"jawab Rui mengerutkan dahinya.
Touma menjelaskan dengan berdiri dan mengangkat tangan nya kearah samping kiri dan kanan.
"saat ngobrol pasang senyum yang lebar"
"aku juga suka baca buku karangan hasukawa you!" kata touma.
"maksudmu pengarang berpendidikan tinggi yang menderita karena cinta?"jawab Rui dengan senyuman.
"jangan membalas dengan senyuman yang menghina dong "
"aku hanya berbicara sejujurnya"
"aku nggak menyuruh kamu berbohong kan " kesal touma lagi.
"aku menyuruhmu berhati-hati dalam bicara "jawab touma semakin kesal.
Tanpa sadar pembicaraan mereka jadi di dengarkan orang yang ada di kelas itu.
"misalnya saja bicara dengan tujuan membuat orang lain nyaman " kesal touma.
"kenapa bicaramu seperti sedang berada di warung remang-remang "jawab Rui.
"siapa yang ke warung remang-remang" kata touma ngegas.
"lagian aku nggak mau bayar kalau gadisnya kayak kamu!"kata touma lagi.
"saya tak peduli pendapat anda " jawab Rui.
"tagihan Anda 100 ribu Yen"
"cuma bicara semahal itu" kesal touma.
"nggak masuk akal"
"bicara apa anda itu" jawab Rui
"pak satpam sini "
"jangan panggil satpam" jawab touma sambil berdiri kesal.
"lagian bicara apa kamu itu?"
"padahal awalnya....."
"ehm hahaha hahaha hahaha hahaha".
Tawa siswa siswi yang ada di kelas dan berkumpul di sebelah Rui dan touma dan tidak di sadari oleh mereka berdua.
"ternyata respon Tachibana bagus banget" kata seorang siswi yang berada di samping Rui.
"apa-apaan komedi barusan " jawab seorang teman lagi.
"tidak barusan aku hanya ingin "kata touma kepada teman yang ada di dekatnya.
"kalau begitu Rui, ayo kita berteman " kata seorang siswi.
"kami juga ingin jadi temanmu soalnya "
".........." pipi Rui me merah
"padahal tidak perlu repot-repot " kata Rui malu-malu.
"hahaha gaya bicaranya nggak berubah " tawa seorang siswi.
Disambut dengan tawa siswa siswi yang lainnya.
"ehm" senyum touma kepada Rui.
Setelah itu jam istirahat berakhir dan touma pun masuk kembali ke kelasnya.
Di dalam perjalanan menuju kelas touma pun berkata dalam hatinya.
"syukurlah Rui dapat teman di kelasnya, dengan begini aku tidak usah khawatir kepada Rui kalau Rui kesepian"
Kemudian touma pun masuk ke kelasnya dan tanpa di sadari pelajaran pun berakhir.
"ahh akhirnya bisa kembali ke rumah"kata touma sambil ngulet.
Touma pun pulang ke rumah dengan jalan kaki.
Di rumahnya kini touma tidak kesepian lagi di sana ada kak hina, Rui, ibu Rui, dan ayahnya.
Biasanya ayahnya lembur kerja tapu entah kenapa Minggu ini ayah touma selalu pulang tepat waktu, mungkin karena pengantin baru.
Di rumah touma tidak ada kegiatan apapun waktu ini dimanfaatkan touma untuk menonton tv dan bermain game.
Seringkali touma kalah bermain game dan touma pun memutuskan untuk tidak bermain game.
Setelah itu malam pun tiba.
Terlihat touma ada di kamarnya dan bersiap untuk mandi.
"yang jelas syukur deh, aku agak khawatir dengan gadis yang tak berhati-hati dalam bicara sepertinya" kata touma sambil melepaskan semua pakaian nya.
"oh ya lalu di sekolah dulunya ia bagaimana?" touma bertanya dalam hati.
Setelah itu touma pun bergegas ke kamar mandi dan touma pun dikejutkan oleh sesuatu yang ada di dalam kamar mandi.
________________________________________________
jika kalian suka dengan novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara:
{baca} √
{like} √
{komen} √
{share} √
{follow/subscribe} √
terimakasih pada kalian yang telah memberikan dukungan.siu next time Bai bai