My Girlfriend Is My Teacher

My Girlfriend Is My Teacher
Rencana touma dan rui



"eh, apa?!"


"surat perceraian!" kata Touma yang terkejut melihat surat cerai yang ada di depannya.


Ibu touma yang sedang memeluk Rui pun berkata sambil menoleh ke arah touma;


"Bukannya kamu menentang pernikahan kami!" kata ibu Touma, selama ini ibu Touma mengira anaknya menentang pernikahan nya, namun ternyata tidak.


Di jawab oleh Touma dengan kata 'tidak' setelah touma mengatakan 'tidak', tiba-tiba ayah touma berjalan ke arah Touma dan memegang kedua pipi Touma dan berkata;


"Kalau ada sesuatu yang mengganggumu, tolong bicarakan dengan Ayah!"


"Ayah mohon."


Touma hanya bisa menunduk dan minta maaf setelah mendengar perkataan Ayahnya.


setelah itu ayahnya Touma menangis dan mengusap air matanya dengan tangannya.


Terdengar suara seseorang sedang berlari ke arah Touma, mendengar hal itu Touma langsung menoleh ke arah sumber suara.


disana terlihat Bu hina yang sedang berlari dari kamarnya dengan nafas yang terengah-engah, touma yang melihat itu kemudian berkata;


"Bu guru."


setelah itu buguru jatuh dan terduduk, sambil menangis dan menegangkan tangannya ke bibirnya, Bu guru meminta maaf kepada touma


"maaf, maafkan aku...." kata Bu hina sambil menunduk dan menangis tersedu-sedu.


melihat itu Bu Tsukiko mencoba menenangkan Bu hina, sambil memegang pundak Bu hina, Bu Tsukiko berkata ;


"kenapa kamu yang minta maaf?"


"ini salah kami yang kurang mempertimbangkannya"


"yang penting syukurlah, touma dan ruibsudah pulang.." kata ayah touma.


setelah itu touma pergi ke kamarnya dan juga Rui, Bu hina sudah kembali tenang dan kembali ke kamarnya dan begitu juga dengan ayah dan ibu touma, semuanya kembali ke kamar masing-masing.


setelah itu malam pun berlalu dan pagi pun tiba di pagi hari touma bersiap menuju ke ruang makan.


saat touma keluar dari kamar nya dan menuju ke tangga, di sana terlihat Bu hina yang mau membangunkan touma, saat touma dan Bu hina berpapasan mereka berdua sempat terkejut.


kemudian Bu hina berkata sambil tersenyum kearah touma;


"pagi."


lalu touma berjalan dari tangga dan berkata dengan nada dingin;


"pagi...."


Bu hina melihat ke arah touma yang berjalan menjauhinya dan menghela nafas.


di meja makan terlihat Rui yang sedang duduk di kursi dan minum teh, di sana juga terlihat ibu Rui yang sedang masak di dapur, dapur rumah touma berdekatan dengan meja makan.


saat sampai di meja makan touma duduk di kursi yang berdekatan dengan Rui dan berkata dengan nada rendah;


"malam ini......kita lakukan sesuai rencana."


saat touma dan Rui duduk Bu hina juga duduk di depan touma dan tak terlihat touma yang sedang menjalankan rencana, mereka bertiga pun akhirnya makan dan pergi ke sekolah.


setelah sampai di sekolah tak ada yang mencurigakan dan touma mengikuti pelajaran seperti biasanya, begitu juga dengan Rui, tak ada masalah berarti di sekolah.


tak terasa semua pelajaran berakhir dan touma bertemu dengan Rui dan menjalankan 'rencana' tersebut.


****************


di sebuah klub olahraga terlihat para siswi yang sedang bermain bola voli dan Bu hina yang menjadi guru nya


"oke! mulai saja"


"oke!"


"sebelah sini!"


"oke!"


"ayo!" kata para siswi yang bermain bola voli.


"priiiitttt" terdengar sebuah peluit berbunyi, dan ternyata Bu hina yang sedang menjadi wasit.


"baiklah, sudah cukup!"


"rapikan, ya!"


"baiklah." kata para siswi tersebut.


sementara itu touma dan Rui terlihat ada di pintu ruang olahraga dan terlihat sedang sembunyi-sembunyi, Touma dan Rui sedang mengamati Bu hina yang berada di dalam gedung olahraga.


setelah itu touma yang sedang mengamati buhina bertanya dengan nada rendah kepada Rui yang ada di bawahnya;


"kamu yakin kalau hari ini dia akan bertemu dengan pacarnya?"


"sebelumnya, dia selalu pulang terlambat sebanyak dua atau tiga kali."


"tadi pagi pun katanya dia akan pulang terlambat, jadi....aku sangat yakin."


kemudian dia mengingat apa yang dikatakan oleh sahabatnya Rudi saat dia dan Rui sedang berada di rumahnya Rudi.


terlihat Rudi, touma, dan Rui sedang duduk melingkar seperti sedang mendiskusikan sesuatu.


Rudi pun menjelaskan rencana yang akan di jalankan oleh touma dan Rui sambil menunjuk kan jarinya;


"dengar, ya."


"pertama, cari tahu dulu siapa pacarnya."


"bututi dia dan tangkap basah saat mereka bertemu."


dan touma dan Rui pun menunduk dengan kompak tanda mereka setuju.


(masa kini)


terlihat touma dan Rui sedang mengamati pergerakan Bu hina, pintu terbuka sedikit dan Rui mengamati di pintu yang terbuka sedikit tersebut dan berada di bawah sementara touma berada di atas Rui.


touma berdiri sambil memegang kan kedua tangannya ke pinggangnya sambil berkata;


"rasanya tegang banget!"


"roti dan susu."kata Rui sambil membuka tasnya dan menunjukkan benda yang di bawanya ke touma.


"main detektif-detektifan?" jawab touma, kemudian touma melihat ke arah Bu hina disana tampak Bu hina sudah selesai dengan urusannya dan melambaikan tangannya ke murid-muridnya.


touma yang melihat hal itu kemudian berkata dengan nada rendah;


"hei, dia sudah bergerak,lo!"


kemudian touma dan Rui menjauh dari pintu dan mereka bersembunyi di rak-rak siswa, mereka sempat mengintip.


sementara Bu hina keluar dari gedung olahraga dan menuju ke luar.


touma melihat Bu hina sambil makan roti yang Rui siapkan, begitu juga dengan Rui. kemudian touma berkata dengan roti yang masih tersisa di mulutnya;


"ayo ikuti!"


"ya" jawab Rui mengangguk sambil memakan roti.


kemudian Bu hina berjalan di jalanan dan diikuti dengan touma dan Rui di belakangnya sambil sembunyi-sembunyi.


terlihat Bu hina yang pergi ke sebuah kedai dan diikuti oleh Touma dan Rui,


di sana terlihat sangat ramai dan banyak pengunjung serta ada pelayan yang menyambut para pengunjung di depan kedai.


kemudian touma berkata kepada Rui;


"kedai berdiri?"


"mungkin saja mereka bertemu di dalam,kan?"


"tapi dia minum sendirian, Lo" kata touma yang melihat Bu hina minum sendirian di kedai.


"mungkin pacarnya terlambat datang kali."


kemudian touma menatap dengan serius dan sempat mengingat Bu hina yang menangis di atap sekolah dan berkata di dalam hatinya;


"orang seperti apa pacarnya itu?"


kemudian touma dan Rui menunggu selama 4 jam sampai-sampai Rui duduk di sebuah kursi yang ada di dekatnya dan tertidur, tapi tak menemukan siapa pacar Bu hina.


setelah itu touma berkata kepada Rui yang terlihat sedang tertidur di sebuah kursi dengan nada rendah;


"hei!"


"hei, bangun!"


kemudian Rui bangun dan berdiri berharap pacar Bu hina datang.


"sudah datang?"


"belum...."


"pada akhirnya dia minum sendirian selama empat jam."


kata touma yang mengamati bu hina selama 4 jam sambil berdiri.


di kedai terlihat Bu hina yang sudah mabuk dan sedang duduk sambil minum kemudian petugas yang ada di sana mengingatkan Bu hina;


"hina, udahan dong minumnya!"


kemudian Rui yang berdiri pun berkata dengan nada rendah;


"empat jam minum di kedai berdiri........"


"sepertinya hari ini mereka takkan bertemu, ya."


"oh, ya."


"tempo hari..."


"saat aku masuk ke kamarnya kak hina....."


kata Rui yang mengingat kejadian tempo hari.


(tempo hari)


terlihat Rui sedang memasuki kamar Bu hina dan berjalan menuju meja belajar nya dan disana terlihat sebuah catatan dan salah satu tulisannya berbunyi;


"SH


19:00~"


(sekarang)


"itu dia!"


"mungkin shuu yang disingkat menjadi SH"


"nama laki-laki itu." kata touma yang mendengar penjelasan dari Rui.


kemudian Rui mengangguk dan berkata;


"iya"


________________________________________________


sekian dulu kita lanjutkan di chapter berikutnya.


bagi kalian yang suka dengan novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara:


{baca} √


{like} √


{komen} √


{share} √


{follow/subscribe} √


{memberikan hadiah atau gift} √


kalian juga kalau ada saran jangan malu-malu Langsung komen di kolom komentar.


siu next time Bai bai.