My Girlfriend Is My Teacher

My Girlfriend Is My Teacher
perdebatan di bar dan masalah Bu Hina



Lalu pak Kobayashi dengan ekspresi ngambek dengan tangannya yang dilipat di bagian dada dan berkata;


"apaaan, sih"


"nasihat orang dewasa harusnya di dengerin tahu."


setelah itu Rudi pun melanjutkan kata-katanya.


"yah, kebingungan mu pasti gara-gara itu....."


"perasaan cemburu." kata Rudi menasehati touma dan touma mulai mendengarkan nasihatnya dengan serius.


Rudi pun melanjutkan nasehatnya kepada touma dan berkata;


"perasaan yang muncul karena keberadaan laki laki lain." kata Rudi.


"cemburu?" jawab touma dengan nada rendah.


"betul."


"kemarin, aku merasa bingung dan cemburu, loh."


"aku memahami perasaan mu....."kata Rudi lagi.


sontak setelah touma mendengar perkataan Rudi touma pun terkejut dan berkata;


"ada orang yang kamu sukai?"


"yah."kata Rudi


lalu Rudi berkata kembali sambil menggenggam kan kedua tangannya dan berbicara serius;


"kemarin ada pasangan selingkuh yang datang kemari."


"wanita karir cantik yang tertekan karena pasangan nya nggak punya kerjaan."


"ibu rumah tangga cantik yang konsultasi kepada manager mengenai KDRT."


"harusnya mereka minta putus!" kata Rudi lagi kesal sambil mengepalkan tangannya dan memukul meja yang ada di depannya.


"dan jadi pacarku."


"begitu mauku."kata Rudi berteriak sambil kesal.


setelah itu touma pun tersenyum sambil menghela nafas dan berkata;


"lalu apa kamu memberikan nasehat pada mereka?" tanya touma


dan langsung di jawab oleh Rudi dengan nada rendah dan bicaranya sedikit cepat.


"nggak, aku cuma menguping pembicaraan"


dan touma pun penasaran dengan ap yang di kuping oleh Rudi dan bertanya lagi;


"lalu seperti apa kisahnya?."


mendengar pertanyaan touma Rudi pun dengan santai menerangkan nya sambil memegang kan kedua tangannya dan berkata;


"wanita yang jadi selingkuhan si pria bicara dengan mata seperti ini...."


setelah itu Rudi memperagakan gerakan yang dilakukan si wanita dan dengan suara yang menyerupai wanita juga ;


"bagaimana hubungan kita nantinya? kata Rudi yg memperagakan ucapan si wanita dengan gaya tangan kanan yang menyentuh pipinya yang memerah.


lalu touma pun ikut akting memerankan karakter si pria.


"aku akan menceraikan istriku."


"tapi, takkan bisa dalam waktu dekat...." kata touma yang memperankan karakter pria sambil memegang janggut dengan tangan nya.


setelah itu Rudi menunjukkan jari telunjuknya ke touma sambil berdiri dan berkata dengan nada tinggi;


"persis banget!"


"kok bisa tahu?"


"kata kata itu sudah umum dalam sinetron."


"beneran bilang begitu, ya?" jawab touma melihat ke arah Rudi sambil tersenyum.


lalu Rudi meneruskan aktingnya sebagai karakter wanita


"kamu selalu bilang begitu!"


"kamu tak memikirkan masa depan kita?" kata Rudi berdiri sambil memegang kan kedua tangannya dan berkata dengan nada tinggi.


setelah itu touma pun kembali memerankan karakter pria itu dan berkata;


"itu tidak benar." kata touma memalingkan wajahnya.


setelah itu Rudi pun mendekati touma dan berkata dengan nada tinggi;


"kalau begitu, kapan kita akan hidup bersama?."


"mengenai itu..." sebelum touma melanjutkan kata-katanya sampai akhir muncul manager bar yang berakting sebagai istri dari pria itu.


"suamiku siapa wanita ini?" kata manager dengan nada tinggi berperan sebagai istri dari pria tersebut.


setelah itu touma yang berperan sebagai 'pria itu' kaget akan kemunculan istrinya dan berkata;


"oh, Marie?!"


"apa yang sudah kau perbuat dengan suamiku, dasar wanita jalang?!" kata manager yang berperan sebagai sang istri kepada Rudi yang berperan sebagai wanita jalang sambil membenturkan kepalanya ke kepala Rudi dan dengan nada marah.


setelah itu Rudi yang berperan sebagai wanita jalang berdiri dan memegang rambut manager yang berperan sebagai sang istri dengan sangat kuat dan mengarahkannya ke atas sambil berkata dengan nada tinggi;


"apa kaubilang?"


"dasar monyet bangkotan!"


"dia milikku,tahu!"


"kalian berdua,hentikan!"


"jangan bertengkar gara-gara aku!"


setelah itu wanita yang bekerja di sana yang melihat mereka bertiga lalu berkata dengan tersenyum;


"adegan tertangkap basahnya seru banget!"


setelah itu sore berlalu dan malam pun tiba, di sebuah jalan terlihat touma dan Rudi yang baru saja meninggalkan bar dan mereka berbincang-bincang.


"makasih, ya."


"aku jadi sedikit lega." kata touma berterimakasih kepada Rudi dengan nada rendah.


setelah itu di jawab oleh Rudi dengan nada rendah pula;


"tapi kedatangan istri cuma fiksi, sih."


"yah,kalau kamu galau lagi, dengarkan saja kisah cemburuku----"


tak sempat melanjutkan kata-katanya Rudi melihat sesuatu di jalan sambil menunjuknya dan berkata;


"hei,lihat itu!"


"baru juga dibicarakan....."


setelah itu touma terlihat sedang melihat lihat apa yang di tunjukkan Rudi.


"itu Lo, itu!"


"pekerja kantoran yang kemarin datang ke resto bersama selingkuhannya." kata Rudi menjelaskan.


setelah itu touma pun melihat apa yang di tunjukkan Rudi dengan baik, dan setelah melihatnya touma terkejut bukan main karena yang di lihatnya adalah Bu guru nya sendiri.


disana terlihat bu Hina sedang berbicara dengan orang di mobil, dan orang di mobil pun pergi meninggalkan Bu hina di sana.


melihat itu touma terkejut, bengong dan berhenti berjalan yang membuat sahabatnya Rudi bertanya;


"ada apa."


touma yang tak menghiraukan pertanyaan Rudi terlihat sedang berfikir dan berkata dalam hatinya;


"apa-apaan.....ini?"


"kepingan teka teki buruknya perlahan seperti menyatu....." kata touma memikirkan tentang kejadian kemarin yang menimpa Bu hina.


"eh, jadi.....?!"


"tidak mungkin....." kata Rudi yang mengira bahwa perempuan itu adalah gurunya touma yang belakangan ada masalah dan seakan tidak mempercayai nya.


setelah itu touma pulang ke rumahnya dengan cepat. dan setelah sampai di rumahnya touma masuk ke kamar dan duduk di kasurnya dengan tangannya yang memegan kepalanya terlihat sedih memikirkan apa yang terjadi kemarin dan seakan tidak mempercayai nya juga.


setelah beberapa saat merenungkan kembali apa yang terjadi touma memutuskan untuk pergi ke kamar Bu hina.


di kamar Bu hina terlihat Bu hina yang sedang mengerjakan sesuatu di meja belajarnya dengan memakai kaca mata dan baju lengan panjang.


touma pun sampai di depan pintu kamar Bu hina dan terlihat touma sedang mengetuk pintu kamar Bu hina.


tok...tok...tok..(sfx:suara pintu di ketuk)


Bu hina yang mendengar suara ketukan pintu meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke pintu untuk membukanya dan berkata;


"ya!" kata Bu hina sambil menaruh kacamata nya di meja.


lalu pintu di bukakan oleh Bu hina setelah pintu di buka terlihat touma yang ada di depan pintu dan Bu hina pun berkata dengan nada rendah;


"touma."


"permisi, bisa bicara sebentar?"tanya touma dengan nada rendah.


"ya, masuklah."jawab Bu hina.


setelah itu pintu di tutup dan touma masuk kedalam kamar Bu hina. terlihat wajah touma murung dan menundukkan kepala.


"kamu boleh duduk di kasur." kata Bu hina dengan nada rendah dan tersenyum.


setelah itu touma terlihat mengepalkan tangannya dan membulatkan tekatnya untuk bertanya;


"Bu guru...."


lalu Bu hina menolehkan wajahnya ke arah touma dan touma melanjutkan pertanyaannya;


"Bu guru nggak sedang jadi selingkuhan, kan?"


lalu dijawab oleh Bu guru dengan pura-pura bingung dengan apa yang touma tanyakan;


"kenapa tiba-tiba bilang begitu?"


"apa maksudnya?"


________________________________________________


sampai disini saja chapter ini kita lanjutkan di chapter berikutnya.


bagi kalian yang suka membaca novel ini, kalian bisa memberi dukungan dengan:


{baca} √


{like} √


{komen} √


{share} √


{follow/subscribe} √


terimakasih yang sudah memberikan dukungan nya semoga kalian sehat selalu biar bisa baca novel ini lagi lalu sudah update chapter berikutnya.


siu next time Bai bai.