My Girlfriend Is My Teacher

My Girlfriend Is My Teacher
rencana touma dan Rui (2)



Setelah Rui mengatakan itu Touma di dalam hatinya bergumam,"Jadi besok yah"


Di waktu yang sama terlihat petugas yang ada di kedai tampak memampang Bu Hina yang sedang mabuk keluar dari kedai "Jangan begini lagi dong."


Touma yang tidak mendapatkan apa-apa memutuskan untuk pulang sebelum keduluan Bu Hina,"Ayo pulang, kita ikuti lagi besok."


Rui yang mendengar perkataan itu hanya mengangguk dan mereka berdua pun akhirnya pulang ke rumah.


Hari berganti lagi, malam kedua saat Touma dan Rui mengikuti Bu Hina, di jalan terlihat Bu Hina yang sedang berlari tergesa-gesa seperti mengejar sesuatu, dan di ikuti oleh Touma dan Rui.


Touma dan Rui berlari mengikuti Bu Hina yang tergesa-gesa, saat di tengah jalan Touma dan Rui berhenti sejenak dan mengambil nafas, dan Rui berkata,"Hari ini dia benar benar tergesa-gesa...." kata Rui dengan nafas yang terengah-engah.


"Jadi pertemuannya memang hari ini, ya?"


setelah itu Touma dan Rui kembali mengejar Bu Hina, setelah sampai, ternyata Bu Hina tidak bertemu dengan pacarnya melainkan untuk bersenang-senang.


tampak Touma dan Rui berhenti di sebuah bangunan dan ada tangga yang menuju ke bawah, kemudian Rui melihat ke arah bawah dan berkata,"Sepertinya pertemuannya di bawah.


"Sial,sulit Banget, ya!"


Rui yang ada di sana melihat ke arah kiri, di sana terpampang sebuah papan," Hei, ini."


Terlihat tulisan di Pampang di sebuah papan, di sana tertulis 'SHOW TIME' Touma yang melihat tulisan itu berkata dengan sedikit kesal"Jadi "SH" itu show time?!"


Kemudian Touma dan Rui duduk di kursi yang ada di sebelah papan dan setelah selesai dia melihat Bu Hina yang keluar dari bangunan itu, Bu Hina terlihat memegang tangan seorang pria yang juga seseorang yang bertugas di 'SHOW TIME' dan berkata,"Benar-benar lucu!"


"Terimakasih."


"Lain kali, datang lagi, yah" kata pria itu menjawab perkataan Bu Hina.


Di sisi lain touma hanya mengamati Bu Hina sambil berdiri dan meletakkan punggung nya di sebuah pohon yang ada di dekatnya dan Rui mengamati Bu Hina sambil duduk di sebuah kursi dan berkata,"dia menikmati pertunjukan seperti biasanya......"


Dan touma hanya menghela nafas melihat Bu Hina.


Di sisi lain Bu Hina tampak senang dan berkata kepada pria yang ada di depannya itu, "Saya pasti akan datang!"


"Berjuanglah!"


Setelah itu Bu Hina berjalan meninggalkan si pria dan berniat pulang, Touma dan Rui mengikuti Bu Hina dari seberang jalan, dan Rui yang ada di sebelah touma kemudian berkata, "Sepertinya dia mau pulang, yah."


Sesaat setelahnya Touma dan Rui terkejut melihat Bu Hina tiba-tiba berhenti, tenyata Bu Hina sedang tertawa di jalanan, melihat Bu Hina tertawa di jalan, Touma dan Rui berkata bersama di dalam hatinya, "Di jalan pun masih ketawa-ketiwi...."


Ternyata hari kedua juga nihil, Touma dan Rui kembali pulang dengan tangan kosong, dan mereka bertekad bahwa di hari ketiga pasti Bu Hina bertemu dengan pacarnya.


(hari ke tiga)


setelah pulang dari sekolah tampak Rui dan touma mengikuti Bu hina, mereka berdua mengikuti Bu hina dari belakang.


setelah beberapa saat Bu hina berhenti di sebuah jalan yang tak jauh dari tempat Rudi bekerja.


Rudi yang saat itu pulang kerja menghampiri touma dan Rui yang sedang mengintip, karena wajah Rudi tidak diketahui Bu hina, Rudi berdiri di dekat touma sambil membawa tas, dan touma yang ada di dekatnya itu terlihat bersembunyi di sebuah papan kayu yang ada di dekatnya.


Rudi yang melihat Bu hina berada di sana pun berkata, "begitu, ya." "kemarin kemarin nihil yah."


"kami mengamati kesendirian Bu guru doang."


"kalau gini, dia mungkin makan Yakiniku sendirian."


"tapi, tak salah lagi pasti hari ini, ya."


touma melihat Bu guru bertingkah tak tenang dan tak sabar seperti ingin bertemu seseorang, touma yakin bahwa hari ini adalah hari pertemuan nya.


"dia terlihat tidak tenang."


"dan terus memeriksa jam...."


touma melihat Bu hina yang tak tenang dan beberapa kali memeriksa jam yang ada di ponselnya. saat touma ingin melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Bu Hina melambaikan tangannya dan berkata, "oh, sebelah sini!"


touma yang mendengar suara Bu hina yang lumayan keras menatap Bu hina dengan serius, sementara Rui yang semula duduk di sebelah touma kemudian berdiri dengan wajah serius.


"pacarnya..........seorang gadis?"


"kenapa bertemu di luar sekolah?"


touma yang berharap pacarnya Bu hina yang datang menjadi kandas saat orang yang di temui Bu hina adalah gadis yang berseragam seperti seragam sekolahnya.


touma melihat Bu hina yang kemudian duduk di dekat jalan dimana dia menunggu seseorang.


kemudian touma menyuruh Rudi untuk menguping pembicaraan buguru dan setelah kembali, touma yang tampak berharap sesuatu berkata, "bagaimana?"


"dari hasil pengupinganku, sepertinya gadis itu muridnya."


"dia memberi gadis itu saran tentang masa depannya."


Rudi mengatakan apa adanya, dia diam diam melintas dari depan Bu guru sambil menguping pembicaraan nya dan ia mengetahui Bu guru sedang memberikan nasihat kepada muridnya dan kemudian dia kembali ke arah touma tanpa di curigai oleh buhina.


setelah mendengar perkataan Rudi, touma yang semula berdiri, lalu duduk kembali, begitu juga dengan Rui.


"sejauh yang diamati, cuma keseharian seorang guru biasa ya..."


"lalu kenapa pake selingkuh segala coba?"


Rudi mencoba mengamati dari hasil penjelasan touma, dia mencoba berpikir buat apa Bu guru selingkuh? kalau lingkungan nya sudah baik?. pertanyaan ini muncul di benak Rudi, setelah berpikir lumayan lama lalu Rudi mencoba memberikan sarannya ke touma.


"benar juga...."


"kalau sudah begini, tidak ada pilihan lain."Rudi mengatakan itu sambil berbalik badan ke arah touma dan memegang kacamata nya, dan membuat touma dan Rui terkejut.


"langkah terakhir............"


Rudi menjelaskan langkah terakhir yang akan touma lakukan. setelah sudah di jelaskan touma kemudian pulang, begitu juga dengan Rui. setelah beberapa saat Bu hina juga pulang ke rumah, touma tidak bertemu dengan Bu hina karna touma sampai rumah lebih cepat dari Bu hina.


setelah sampai dirumah touma dan Rui pergi ke kamar touma, setelah beberapa saat terdengar suara pintu di buka dan ternyata adalah Bu hina, Bu hina setelah pulang ke rumah langsung mandi.


terlihat Bu hina yang sedang melepas pakaiannya, dan terlihat kulit putih yang mulus tidak ada bekas apapun. Bu hina lalu melepas semua pakaiannya, menaruh tasnya di sebelah pakaiannya.


Bu hina lalu pergi ke kamar mandi yang tak jauh dari dia melepas pakaiannya.


Bu hina membuka pintu kamar mandi dan membuka shower dan membasuhkan me badannya dan Bu hina sangat menikmati mandinya, sampai-sampai ia tak tahu kalau ponsel nya di ambil oleh Rui.


setelah Bu hina menyalakan shower, Rui bergegas ke ruang ganti dan membawa ponsel Bu hina, tentu saja ini tak disadari oleh Bu hina.


Rui mengendap-endap mendekati tas Bu hina yang ada ponsel di dalamnya dan berhati-hati mengambil nya tanpa diketahui oleh Bu hina.


kemudian Rui pergi secepatnya dan pergi ke kamar touma.


________________________________________________


sekian dulu kita lanjutkan di chapter berikutnya.


bagi kalian yang suka dengan novel ini kalian bisa memberi dukungan dengan cara:


{baca} √


{like} √


{komen} √


{share} √


{follow/subscribe} √


{memberikan hadiah atau gift} √


kalian juga kalau ada saran jangan malu-malu Langsung komen di kolom komentar.


siu next time Bai bai.