MY FIERCE WIFE

MY FIERCE WIFE
episode 9



Sesampainya disana dia langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa sebelah ibunya, semua sudah berkumpul disana menatap ke arah Kenan dengan tanda tanya.


"Loh Ken dimana Selin?" tanya nyonya Erganc.


"Aku disini tante!" Selin tiba tiba muncul dari belakang sebelum Kenan membuka suaranya. Selin terus berjalan menghampiri keluarganya dan keluarga Kenan. Kenan menatapnya dengan pandangan kaget sambil mengernyitkan keningnya terus memandang Selin.


"Tante pikir tadi Kenan tidak jadi menjemputmu." ucap nyonya Erganc. Selin melirik Kenan yang juga menatapnya.


"Kenan menjemputmu tante, sebenarnya aku tadi banyak kerjaan tapi karna Kenan langsung yang menjemputku dengan senang hati aku meninggalkan semua pekerjaanku." sambil tersenyum tipis.


Ck. Selain galak nternyata dia pandai sekali bersandiwara. Kenan terus memandang Selin dengan tatapan tajam.


"Benarkah?" tanya nyonya Erganc tak percaya. Selin hanya mengangguk.


"Beruntung sekali kau Ken punya calon istri yang pengertian." ucap nyonya Erganc pada putranya.


"Kak Ken tidak perlu memandang kakak ku begitu, dia tidak akan lari dari penglihatanmu." celetuk Alina yang sedari tadi memperhatikan pandangan Kenan, Kenan yang merasa tertangkap basah pun jadi gelagapan salah tingkah kemudian segera menormalkan nya.


"Ehem.. iya kau benar Al aku memang sedang memandang kakak mu bahkan tak ingin lepas walau hanya satu detik saja." jawab Kenan asal. Selin tau itu adalah sindirin lantas menatapnya tajam.


"Apa kalian sudah baikan? kapan kalian bertemu?" tanya Alina antusias, Kamu duanya hanya mengangkat bahunya acuh.


"Lagipula untuk apa kami bermusuhan toh seminggu lagi kami akan menikah, iya kan sayang?" tanya Kenan memandang Selin yang menatapnya jijik, namun tetap menganggukkan kepalanya.


Apa tadi katanya? sayang? menjijikan sekali. Selin


"Wahh calon kakak ipar ternyata romantis juga ya aku baru tau." celetuk Alina.


"Tentu saja." ucap Kenan dengan tampang sok cool nya.


Jelas saja dia bisa dengan mudah melakukannya dia kan pria hidung belang. Selin terus menggerutu dalam hatinya


"Mama ikut senang mendengarnya." ucap Nyonya Devrim yang sedari tadi diam menyaksikan putri dan calon menantunya.


"Permisi nyonya Baju yang anda minta sudah kami siapkan diruang ganti, silahkan dicoba." ucap seorang wanita cantik pemilik butik tersebut.


Mereka semua mencoba baju masing masing, semua cocok tidak ada kekurangan lagi, Mereka memutuskan untuk kembali ke tempat masing masing. Setelah semua pergi meninggalkan butik, Selin dan Kenan masih berdiri mematung di depan butik.


"Ikut aku." Kenan langsung menarik tangan Selin menuju mobilnya. Selin memang sengaja naik taksi saat ke butik tadi karna takut semua orang curiga.


"Lepaskan! aku ingin kembali ke Restoran." ucap Selin mencoba melepaskan tangannya namun gagal karna pegangan Kenan cukup erat.


"Cepat masuk!" perintah Kenan sambil membuka pintu mobil.


"Tidak mau! kau mau membawaku kemana?" sarkas Selin.


"Banyak bicara!" Kenan langsung mendorong Selin masuk ke dalam mobilnya kemudian menutup pintu mobilnya kasar. Kemudian ikut masuk ke kursi kemudi dan langsung menekan pegal gas tanpa memperdulikan teriakan Selin di sebelahnya.


"Ken kau mau membawaku kemana?"


"Aku harus segera ke restoran, aku banyak kerjaan!".


"Berhenti sekarang!"


"Kenannnn!" terian Selin sekencang mungkin membuat Kenan merem mobilnya mendadak membuat kepala Selin terbentur ke depan.


"Auh.." keluh nya sambil mengelus keningnya.


"Bisakah kay tidak berteriak? gendang telingaku rasanya sudah pecah." bentak Kenan kesal. Selin menatapnya tak kalah kesal.


"Aku hanya ingin mengajakmu makan, apa itu salah?" ucap Kenan sangat lembut dengan pandangan lurus ke depan dan sukses membuat Selin terpaku.


"Me- mengajakku makan?" tanya Selin memastikan. Kenan mengangguk pelan.


"Kenapa tidak bilang dari tadi, yasudah kita ke retoranku saja." ucap Selin dengan nada santai. Kenan tersenyum tipis setelah itu kembali menjalankan mobilnya.


Ternyata tidak segalak yang aku pikirkan, aku hanya bicara lembut dia langsung luluh. Kenan


Setibanyanya di restoran mereka masuk secara beriringan menuju ruangan Selin.


Sesampainya disana Kenan langsung duduk di sofa tanpa ada perintah, sedangkan Selin masih berdiri.


"Kau mau makan apa?" tanya Selin.


"Apa saja, asal kau yang memasaknya." ucap Kenan santai.


"Eh?.." Selin semakin bingung dengan perubahan Kenan.


"Kenapa? apa kau keberatan?" tanya Kenan.


"Ti- tidak." jawab Selin.


"Baiklah tunggu sebentar disini." perintah Selin kemudian beranjak keluar menuju dapur.


Sambil menunggu Selin, Kenan memainkan ponselnya agar tidak terlalu bosan. 30 menit dia menunggu akhirnya Selin datang dengan membawa dua buah piring dan dua buat gelas. Selin duduk di sebelahnya dan meletakkan nampan di atas meja, kemudian mengambil piring berisi iskender kebap dan meletakkan nya di depan Kenan beserta jus lemon nya.


"Ayo makan!" perintah Selin.


"Wahh kau tau sekali jika aku sedang ingin makan daging." ucap Kenan sambil melahap Makanan nya. na.un detik berikutnya dia menatap Selin yang juga menatapnya, Selin yang ditatap secara tiba tiba langsung mengalihkan pandangannya.


"Kau tidak makan?" tanya Kenan. Selin yang mendengar nya pun langsung menyambar piring yang ada diatas nampan.


"Ini mau makan." jawabnya.


"Itu apa?" tanya Kenan penasaran karna hanya ada satu potong makanan di atas piring Selin yang berbentuk memanjang seperti sosis.


"Hah ini? ini namanya kokoretsi." jawab Selin.


"Kokoretsi?" tanya Kenan, Selin menganggukkan kepalanya kemudian mengambil ganpu dan pisau makan ingin melahap makanan nya namun di dahulu oleh Kenan yang menusuk kan garpunya mengambil kokoretsi milik Selin kemudian menggigit ujungnya dan mengunyahnya.


"Kenan! itu makanan ku! kenapa kau makan juga kau kan sudah punya kebap." protes Selin tidak terima.


"Enak, kau mau juga?." jawab Kenan tanpa memperdulikan Selin sambil menyodorkan garpu yang menusuk kokoretsi. Selin mengerjap kemudian kembali duduk tegak.


"Tidak! kau habiskan saja semua." jawabnya tegas.


"Yasudah." Ucap Kenan acuh sambil terus melahap semua makanan nya serta makanan Selin sampai habis tak tersisa sementara Selin hanya meminum jus lemon nya sambil menggerutu tidak jelas, dia kesak sekali dengan Kenan karna telah merebut makan siangnya.


Setelah selesai makan, Kenan melirik jam tangannya kemudian beralih menatap Selin yang terlihat cemberut dengan duduk tegak tatapan lurus ke depan.


"Terima kasih untuk makanannya, setelah menikah nanti kau harus sering sering memasak untukku." bisik Kenan di telinga Selin, Selin yang kaget langsung menoleh ke samping dan tak sengaja hidung mereka bersentuhan karna jarak Kenan yang terlalu dekat dengannya, beberapa detik mereka bersitatap kemudian dengan cepat Kenan berdehem mencairkan suasana.


"Aku akan kembali ke kantor." ucapnya seraya berdiri merapikan jas nya. Sebelum melangkah keluar, dia melirik Selin yang juga menatapnya kemudian berlalu begitu saja.


Jangan lupa like komen & vote❤😊