MY FIERCE WIFE

MY FIERCE WIFE
episode 8



Kenan langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa yang kosong yang memang itu adalah sofa yang biasa di dudukinya. Ada 3 sofa disana yang berukuran sedang dan di tengahnya ada meja kaca persegi dan di atas nya berbagai jenis minuman beralkohol.


"Wahh.. bro baru datang? kemana aja? dari kemarin tidak keliatan?" tanya Steven setelah menyadari kedatangan Kenan. Kenan tidak menjawab, dia mengambil botol wisky dan menuangkan isinya ke dalam gelas kecil lalu meneguknya kasar.


"Kau kenapa datang datang muka di tekuk gitu?" tanya Jonathan sambil memainkan rambut wanita di sebelahnya.


"Kesal." jawab Kenan singkat sambil terus meminum kembali wisky.


"Kesal dengan siapa kau?" tanya Steven.


"Bonyok."


"Bonyok? mana yang bonyok? aku tidak melihat luka di tubuhmu." ucap Jonathan seketika mengalihkan pandangannya ke arah Kenan dan memeriksa setiap inci tubuhnya.


"Tidak lucu!" tukas Kenan kesal. Jonathan hanya nyengir kuda karna tidak berhasil mencairkan suasana.


"Kau ini kenapa Ken? tidak biasanya seperti ini?" tanya Steven serius.


"Aku sangat kesal dengan mama papa bisa bisanya mereka ingin menjodohkanku." jawab Kenan sambil menatap kedua sahabatnya bergantian.


"Bagus dong kau tidak perlu susah payah lagi mencari calon istri." ucap Steven.


"Iya bukannya kau sudah ingin sekali menggantikan posisi ayahmu." tambah Jonathan.


"Hah sudahlah kalian tidak akan mengerti." ucap Kenan malas memilih mengakhiri percakapan mereka.


Tak lama datang 2 orang wanita penggoda dan duduk di sebelahnya kanan dan kiri Kenan. Kenan hanya meliriknya sekilas. Wanita sebelah kanan mengisi gelas dengan minuman dan memberikannya kepada Kenan, Kenan menerimanya dan meneguknya, terus menerus sampai dia mabuk berat. Mereka semua mabuk berat tapi masih memiliki kesadaran.


Wanita wanita itu membawa mereka ke sebuah kamar yang tersedia di klub itu.


***


Keesokan harinya, Kenan terbangun dari tidurnya dan merasakan sakit di bagian kepalanya.


"Aw.. sakit sekali." Mencoba duduk di sandaran tempat tidur sambil memijat pelipisnya. Kemudian matanya tak sengaja melihat ke sebelah nya ada seorang wanita yang sedang tertidur tertutup selimut dan hanya menampakkan bahu telanjang.


Kenan seakan mulai mengingat kejadian tadi malam, dia membuka selimut perlahan dan mendapati dirinya dan wanita tersebut tanpa sehelai benang pun. Perlahan dia turun dari tempat tidur dan mengambil pakaian nya yang berserakan di lantai kemudian segera memakainya, Setelah selesai berpakaian dia segera beranjak dari kamar itu, tak lupa dia meninggalkan beberapa uang untuk wanita itu karna telah memuaskan nya semalaman ini.


Kenan tidak langsung pulang ke rumah, dia pergi menuju apertemen nya dan membersihkan diri disana, setelah itu bergegas ke kantor.


****


Di kediaman keluarga Devrim


Di waktu yang bersamaan, keluarga Devrim sedang menikmati sarapan pagi mereka tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Selin telah menyeselesaikan sarapannya dan segera bergegas ke restoran.


"Ma pa Selin berangkat ya." sambil menyalami tangan kedua orang tuanya tak lupa memberikan ciuman di pipi keduanya, itu ada kebiasaan mereka.


"Alina juga harus berangkat." Alina mengikuti kegiatan Selin.


"Yasudah kalian hati hati." ucap Tuan Devrim. Mereka berdua mengangguk kemudian beranjak keluar secara beriringan.


Mereka pergi menggunakan mobil masing masing, dan melakukan aktivitas mereka masing masing seperti biasanya.


****


Selin baru saja tiba di restoran langsung menuju ruangannya, tak lupa dia memberi pesan pada sekretarisnya jika sedang tidak ingin di ganggu. Tibanya di ruangannya dia tidak bekerja melainkan memikirkan pernikahannya yang tinggal seminggu lagi itu baginya waktu sangat cepat berlalu. Namun Lamunan nya tiba tiba pecah saat mendengar keributan di luar, dia lantas menelpon sekretarisnya menanyakan apa yang terjadi.


"Ini bu, ada pria gila yang ngotot ingin ketemu ibu." ucap sekretarisnya dari seberang telpon.


"Suruh dia masuk." perintah Selin.


"Eh?.." Sekretarisnya gelagapan dan berfikir bukannya tadi bosnya berpesan bahwa tidak ingin diganggu.


"Apa ada masalah lain Rose?" tanya Selin.


"Ti- tidak bu."


"Yasudah." Selin langsung memutuskan sambungan telpon.


Tak lama setelah itu masuklah seorang pria dengan tampang angkuhnya langsung mendatangi Selin dan berdiri di depan meja kerja Selin sambil bersidekap, Selin hanya menatapnya malas sambil mengerjakan beberapa pekerjaannya.


"Ada apa kau kesini?" tanya Selin tanpa menatap lawan bicaranya.


"Kau kira untuk apa aku kesini? jika bukan mama yang memintanya bahkan aku sangat malas berada di tempat ini." cerocos pria itu yang taulk lain adalah Kenan. Selin yang mendengar perkataan Kenan lantas mendongak menatap tajam Kenan.


"Jangan berbasa basi aku banyak kerjaan." Selin menaikkan nada bicaranya kesal.


"Kau pikir aku tidak banyak kerjaan? bahkan aku meninggalkannya hanya untuk hal yang tidak penting seperti..."


"Diam!." Selin lantas berteriak sambil memukul meja kerjanya dan berdiri menatap tajam Kenan, Kenan yang kaget tak melanjutkan ucapannya.


"Galak sekali." gumam Kenan pelan.


"Katakan untuk apa kau kesini?" tanya Selin tak sabaran, dia yang memang sedari tadi memikirkan masalah pernikahannya dengan pria itu malah datang dan semakin merusak suasana hatinya.


"Menjemputmu." jawab Kenan santai sambil menatap wajah garang Selin yang sedang mengernyitkan dahinya.


"Apa kau tuli?" tanya Kenan karna tak mendapat respon.


"Untuk apa kau menjemput ku? aku sedang banyak kerjaan." jawab Selin kembali mendudukan tubuhnya di kursi kerjanya kemudian lanjut bekerja.


"Fitting baju, aku disuruh mama menjemputmu mereka semua sudah menunggu disana." jawab Kenan namun tak digubris oleh Selin dia malah semakin menyibukkan dirinya dengan berkas yang ada di depannya.


"Jangan menyulitkanku!" seru Kenan kesal, Selin menatapnya sekilas kemudian kembali fokus ke kerjaannya.


"Pergilah!." perintah Selin tanpa menatap Kenan.


"Sudah ku bilang jangan menyulitkan ku!" bentak Kenan membuat Selin terjungkit kaget.


"Siapa yang menyulitkan mu?" tanya Selin kembali santai sambil bersidekap menatap Kenan.


"Kau!" seru Kenan semakin kesal bahkan kakinya sudah pegal sedari tadi berdiri.


"Aku?" tanya Selin menunjuk dirinya sendiri.


"Jika aku tidak membawamu kesana mama akan memarahiku nanti, aku tidak suka itu." ucap Kenan.


"Itu urusanmu!" balas Selin santai kemudian kembali berkerja. Kenan yang mengeram kesal.


"Sialan! yasudah terserah!" akhirnya. Kenan menyerah Dan segera menuju butik yang sudah di beritahu mamanya.


Sesampainya disana dia langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa sebelah ibunya, semua sudah berkumpul disana menatap ke arah Kenan dengan tanda tanya.


"Loh Ken dimana Selin?" tanya nyonya Erganc.


"Aku disini tante!"


Jangan lupa Like komen & vote ❤😊