MY FIERCE WIFE

MY FIERCE WIFE
episode 11



Dan tanpa di sadari nya Kenan sudah berdiri di belakangnya dengan bersidekap sambil memperhatikan dirinya dari atas kepala hingga ujung kaki, Kenan berulang kali menelan salivanya kasar melihat lekuk tubuh istrinya.


"Apa kau sedang menggodaku?" tanya Kenan yang tiba tiba sudah berdiri di ambang pintu ruang ganti dengan menyenderkan badannya di pintu sambil matanya terus menatap tubuh Selin yang hanya dibalut handuk selutut, sesekali dia menelan ludahnya.


"Kau?! Apa yang kau lakukan disitu? Aku juga tidak menggodamu! Cepat keluar!" Selin yang kaget langsung membalikkan badannya sambil tangannya memegang lilitan handuknya takut takut lilitannya terbuka.


"Kalau aku tidak mau kau mau apa?" tanya Kenan menyeringai sambil berjalan mendekati Selin.


"Stop!! Jangan mendekat atau.." Selin yang ketakutan reflek memundurkan langkahnya dan salahnya baru satu langkah dia sudah terjebak di pintu lemari yang masih tertutup.


"Atau apa?" tanya Kenan tersenyum licik.


"Aku akan membunuh mu!" jawab Selin asal karna merasa Kenan semakin mendekat. Kenan yang mendengar nya pun tertawa geli sambil terus melangkah.


"Kau yakin ingin membunuhku?" tanya Kenan yang sekarang sudah mengunci pergerakan Selin, Selin pun semakin was was jantungnya sudah berdetak tak tentu arah, dia semakin menggenggam erat lilitan handuknya, dia belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya.


"Ken.." panggil Selin lirih dengan menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Kenan yang sudah sangat dekat dengannya.


"Hm?" Kenan menanggapi nya dengan berdehem.


"Tolong jangan seperti ini." ucapnya pelan sambil terus menunduk namun masih didengar Kenan karna jarak mereka yang hanya beberapa senti.


"Kau bicara dengan siapa?" tanya Kenan santai sambil terus menatap tubuh Selin. Selin yang mendengar itu pun kesal lantas mendongak hingga tanpa sengaja hidung nya dan hidung Kenan bersentuhan, seketika tatapan mereka terkunci. Hingga tanpa sadar Kenan perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Selin, dan tanpa sadar Selin memejamkan mata nya, sungguh entah apa yang ada di pikiran nya saat ini.


Tok.. Tok.. Tok..


"Shitt!" Kenan berdecak kesal karna merasa terganggu, sedangkan Selin seakan sadar langsung mendorong tubuh Kenan hingga menjauh darinya, dia malu sekali.


Kenan menatap Selin sekilas kemudian beranjak keluar dari ruang ganti untuk melihat siapa yang berani beraninya mengganggu nya.


Ceklek..


"Mama ada apa?" tanya Kenan dengan nada malas.


"Maaf mama mengganggu ya?" ucapnya dengan nada bersalah karna melihat ekspresi putranya


"Ada apa mama kemari?" bukannya menjawab Kenan malah bertanya kembali.


"Papa ingin bicara denganmu, dia sudah menunggu dia ruang kerjanya." jawab nyonya Erganc kemudian.


"Baiklah Kenan akan kesana." Ucap Kenan sambil menutup pintu kamarnya kemudian beranjak ke ruang kerja sang ayah, sedangkan nyonya Erganc, dia memilih masuk ke kamar putranya untuk menemui menantu kesayangannya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Papa memanggil Kenan?" tanya Kenan saat sudah berdiri di depan meja kerja sang ayah.


"Ya, duduklah." titah tuan Erganc. Kenan langsung duduk di kursi hadapan ayahnya yang terhalang meja persegi.


"Ini masalah pengalihan perusahan." ucap tuan Erganc memulai dengan menautkan jari jari kedua tangannya di atas meja dan menatap Kenan serius.


"Lalu kapan papa akan mengalihkan perusahaan pada Kenan?" tanya Kenan antusias karna memang ini keinginan nya sejak dulu.


"Besok kita akan rapat redaksi dan lusanya kau akan langsung diangkat menjadi pengganti papa..." tuan Erganc menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kenan.. berjanjilah untuk berubah, kau sekarang memiliki tanggung jawab yang lebih berat, kau sudah menikah dan sekaligus menjadi pimpinan perusahaan, papa tidak berharap banyak padamu hanya ingin kau berubah saja agar menjadi pria yang lebih bertanggungjawab lagi." tutur sang ayah tegas.


"Kenan berjanji pa tidak akan mengecewakan papa." ucap Kenan mantap, tuan Erganc tersenyum tipis.


"Papa percaya padamu, kembalilah ke kamar kau pasti sangat lelah." titah sang ayah.


"Baik, papa juga harus beristirahat." ucap Kenan kemudian beranjak keluar hendak menuju kamarnya dengan perasaan berbunga bunga.


***


Sedangkan di sebuah kamar, setelah sepeninggalan Kenan, Selin bernafas lega dan segera mengambil pakaian nya yang sudah tersusun rapi di lemari Kenan. Dia memakai pakaian dengan tergesa gesa sambil menggerutu tidak jelas, dia merutuki kebodohannya yang diam saja saat Kenan ingin menciumnya. Setelah selesai berpakaian dia beranjak keluar dan menuju meja rias, namun dia k di kejutkan karna suara seseorang.


"Hay sayang! Sudah selesai mandi?" seru nyonya Erganc yang membuat Selin kaget setengah mati.


"Ah tan- ee mama mengejutkan Selin saja." ucap Selin sambil mengelus dadanya, nyonya Erganc tersenyum kemudian melangkah mendekati menantunya tersebut.


"Sayang mama sangat senang bisa mendapatkan menantu sepertimu, apa kau juga bahagia menjadi menantu di keluarga ini?" tanya Nyonya Erganc reflek membuat Selin kelabakan bingung harus menjawab apa tidak mungkinkan dia bilang tidak bahagia? Dia tidak setega itu.


"Selin juga bahagia ma apalagi memiliki mertua seperti mama dan papa." jawab Selin berusaha tersenyum.


"Oh ya ma, Kenan kemana?" tanya Selin berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Dia sedang menemui papa sebentar di ruang kerja." jawab nyonya Erganc.


"Mama akan keluar, kau istirahat lah pasti sangat lelah seharian ini." imbuh nya lagi kemudian mencium kening Selin. Selin hanya tersenyum kemudian mengangguk. Setelah itu nyonya Erganc berpamitan keluar.


Seperginya sang .mertua, Selin langsung beranjak ke tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya yang sangat kelelahan dan tanpa butuh waktu dia sudah masuk ke alam mimpinya.


Ceklek...


Kenan masuk kamarnya dengan wajah berbinar, dia menutup pintu kamarnya kemudian beralih ke arah kasur yang sudah ada Selin yang sedang tertelap, Kenan tak menghiraukannya dia juga ikut merebahkan tubuh nya yang lelah di sebelah Selin yang baru beberapa jam sah menjadi istrinya. Dan tak butuh waktu lama dia juga memejamkan matanya dengan senyuman yang masih terulas di wajah tampan nya.