
Sementara si kediaman Keluarga Erganc,
Kenan segera melangkahkan kaki nya menuju kamar tanpa memperdulikan orang tuanya. Namun saat ingin melangkahkan kaki nya ke anak tangga ketiga tuan Erganc memanggilnya dan dia menghentikan langkahnya.
"Kenan!" panggil tuan Erganc yang sekarang sedang duduk di sofa bersama sang istri. Kenan belum menjawab bahkan memutar badannya dia hanya menghentikan langkahnya.
"Kenan! kemari sebentar papa ingin bicara." pinta nya lagi. Kenan masih duam dengan posisinya, sejenak memejamkan matanya, dia sudah tau apa yang ingin dibicarakan sang ayah.
"Papa aku sangat lelah dan segera ingin beristirahat" jawab Kenan tanpa membalikkan badannya.
"Sebentar saja." ucapnya memaksa. Kenan menghembuskan nafas kasar kemudian segera berbalik berjalan ke arah orang tuanya.
"Apa yang ingin papa bicarakan?" tanya nya langsung to the point saat mendudukkan punggung nya di sofa yang bersebrangan dengan kedua orang tuanya.
"Ini masalah perjodohan kamu." jawab tuan Erganc serius. Kenan mendengus kesal.
"Aku sudah menduga papa hanya ingin membicarakan ini." jawab Kenan malas.
"Ada apa? kenapa kau tidak mau di jodohkan dengan putri Devrim? papa lihat dia gadis yang baik, papa sudah mengenalnya lama bahkan sejak dia masih kecil." ucap tuan Erganc menjelaskan.
"Sejak kecil?" tanya nyonya Erganc. tuan Erganc mengangguk menanggapi pertanyaan sang istri.
"Bahkan dia sendiri yang merintis usaha restorannya dari nol tanpa bantuan ayahnya yang pastinya bisa langsung membelikan sebuah restoran untuknya." jawab tuan Erganc.
"Dia itu berhati baik Kenan jika kau bisa meliihatnya." lanjutnya. Kenan tersenyum tipis mendengar penuturan sang ayah.
"Baik? dia itu sangat galak pa, mana mungkin aku menikah dengan wanita galak bisa bisa malam pertama aku yang tewas dibuat olehnya." bantah Kenan.
"Belum nikah tapi uda mikirin malam pertama." goda sang mama. Tuan Erganc terkekeh. Kenan mendengus tak ingin menanggapi ucapan mamanya.
"Lagi pula kapan kau akan menikah? bukankah kau sudah sangat ingin menggantikan posisi papa?" tanya tuan Erganc.
"Ya! aku sangat ingin menggantikan posisi papa, tapi tidak harus menikah dengan gadis galak itu." jawab Kenan.
"Hey! dia itu gadis baik, hanya kepada mu saja dia yang galak. Lagi pula siapa juga yang akan suka denganmu kalau kau masih terus bermain ditempat itu setiap malam, mama juga jika papa seperti itu sudah pasti mama tinggal sejak lama." ucap nyonya Erganc panjang lebar.
"Kenapa malah membawa bawa aku?" protes sang suami tak terima dirinya dibanding bandingkan dengan sang putra.
"Tidak! siapa yang membawamu? aku hanya memberikan perumpamaan." jawab sang istri meralat perkataan suaminya.
"Tetap saja." bantah tuan Erganc.
"Haiss sudah sudah kenapa jadi mama papa yang bertengkar disini kan yang ingin menikah aku." ucap Kenan merelai orang tuanya.
Sejenak mereka semua terdiam dengan pikirannya masing masing.
"Begini saja Kenan.." ucap tuan Erganc membuka percakapan. Semua perhatian mengarah ke arahnya.
"Dalam waktu seminggu kau tidak juga membawa calon istri ke rumah, maka kau akan menikah dengan Selin." putus sang ayah. Kenan terbelalak kaget. seminggu katanya? bahkan dia saja tidak memiliki kekasih, dia selama ini hanya menghabiskan waktunya dengan para wanita klub karna menurutnya simple setelah dipakai bisa langsung dibuang.
"Bagaimana apa kau setuju?" tanya tuan Erganc lagi.
"Hah sudah lah pa, tidak perlu ditanyakan lagi, dia bahkan tidak memiliki kekasih." ledek sang ibu.
"Iya yah papa lupa, jadi tidak perlu memberi waktu lagi kau akan tetap menikah dengan Selin, besok pagi papa akan menghubungi tuan Devrim untuk membicarakan pernikahan kalian." Final tuan Erganc. Nyonya Erganc juga tersenyum senang membayangkan Selin menjadi menantunya.
"Terserah! terserah kalian saja toh jika aku membawa wanita ke rumah pun sudah pasti akan kalian tolak juga." jawab Kenan pasrah. Tuan dan nyonya Erganc tersenyum senang mendengaf celotehan putranya.
Sebenarnya apa sih kelebihan si galak itu? memang dia sedikit cantik juga sih tapi kan dia itu galak bahkan tidak ada yang ungin berteman dengannya dulu, bagaimana ceritanya nanti jika kami sudah menikah? huhhh bisa bisa aku stres . Kenan
****
Keesokan paginya,
"Papa mau telpon siapa?" tanya sang istri sambil meminum jus jeruk yang baru saja di antarkan pelayan.
"Tuan Devrim, papa ingin bertemu dan membicarakan masalah perjodohan." jawab Tuan Erganc sebelum sambungan terhubung.
"Ya halo tuan Erganc?" sapa orang yang disebrang telpon yang tak lain adalah tuan Devrim.
"Halo tuan Devrim, bisa kita bertemu?"
"Emm..."
"Ah anda dimana sekarang biar saya saja yang menemui anda."
"Saya sedang di rumah sakit"
"Rumah sakit? siapa yang sakit tuan?"
"Istri saya tuan, jantungnya kambuh."
"Astaga, baiklah kita akan bertemu disana sekalian saya dan istri saya ingin menjenguk istri anda."
"Terima kasih tuan Erganc."
"Ya sama sama." panggilan terputus.
"Ada apa pa? siapa yang sakit?" tanya sang istri saat panggilan sudah putus.
"Istri tuan Devrim ma jantung nya kambuh."
"Astaga, yasudah kalau gitu ayo kita ke sana sekarang."
****
Sesampainya di rumah sakit, tuan Erganc langsung bertanya kepada resepsionis, setelah mengetahui dimana kamar nyonya Devrim, mereka langsung bergegas kesana.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan ruang rawat nyonya Devrim, tuan Erganc mencoba mengetuk pintu itu. Tak lama pintu dibuka oleh Selin.
"Om tante!" seru Selin. Keduanya hanya tersenyum.
"Mari tante masuk dulu, papa ada di dalam." ajaknya.
Mereka masuk ke dalam ruangan, mama Selin sedang istirahat setelah meminum obat, jadi mereka memutuskan untuk berbincang di sofa.
"Bagaimana keadaan istri anda?" tanya Tuan Erganc.
"Sudah lebih baik, hanya saja tidak boleh syok." jawab tuan Devrim sedih.
"Semoga istri anda segera pulih."
"Ya, saya juga berharap demikian."
"Oh ya saya kesini juga sekalian ingin membahas tentang perjodohan yang sempat kita bicarakan tadi malam." ucap tuan Erganc mengatakan maksud nya.
Selin yang mendengarnya pun menundukkan kepalanya, sedangkan tuan Devrim menatap sang putri.
"Ohh iya tuan Erganc putri saya menyetujui perjodohan itu, bagaimana dengan putra anda?"
"Benarkah Selin menyetujuinya?" tanya nyonya Erganc kegirangan. Tuan Devrim mengangguk mantap sambil terus memperhatikan putri nya yang selalu menunduk.
"Ya putra saya juga menyetujuinya." jawab tuan Erganc. Selin yang mendengar pun lantas mendongak, dia merasa tidak percaya kalau Kenan menerima perjodohan mereka padahal itu sudah menjadi rencana Selin agar perjodohan mereka batal, tapi apa yang dia dengar barusan? Kenan menerima perjodohan mereka.
Dasar pria brengsek bisa bisanya dia menerima perjodohan ini, jika saja bukan karna mama aku pasti tidak sudi menerima perjodohan sialan ini. Selin