
Tak berapa lama masuklah seorang pemuda yang tak lain adalah Kenan Erganc, putra semata wayang tuan dan nyonya Erganc.
Kenan Erganc, pria yang berumur 25 tahun kini menjabat sebagai direktur utama dan akan menggantikan posisi sang ayah sebagai CEO dengan syarat setelah menikah. Hal itu sangat mengganggu pikiran Kenan. Dia ingin segera meminta alih perusahaan agar tak ada lagi yang bisa menyuruh nyuruh nya.
Namun apalah daya jika tuan Erganc sudah berucap maka tak bisa dengan mudah diganggu gugat.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu." ujar Kenan sopan sambil mendudukkan punggungnya di sofa.
"Kau?!" Selin yang sedang menunduk mendengar suara yang tidak asing baginya lantas mendongak melihat ke arah si empunya suara dan langsung berteriak kaget.
"Kau!!" Kenan tak kalah kaget melihat gadis yang berada di depannya.
Semua yang ada di ruangan itu bingung dan berfikir apakah keduanya saling mengenal?, tapi tak ada satupun yang mengeluarkan suara, mereka masih akan melihat drama selanjutnya.
"Sedang apa kau disini?" tanya Selin sambil menatap sinis.
"Aku sedang menemani papa menemui rekan bisnisnya, dan kau apa yang kau lakukan disini?" jawab Kenan kemudian kembali bertanya balik.
"Kau putra dari tuan dan nyonya Erganc?" tanya nya memastikan tanpa menghirahkan pertanyaan Kenan.
"Iya!" jawab Kenan songong.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku!" lanjutnya.
Namun saat Selin ingin membuka suara, Tuan Devrim segera melerai perdebatan itu.
"Hey.. kenapa malah berdebat! apa kalian sudah saling kenal?" tanya Tuan Devrim.
"Siapa juga yang tak mengenal pria brengsek seperti nya." gumam Selin pelan namun masih bisa didengar penghuni ruangan.
"Kau! beraninya kau mengataiku pria brengsek." Protes Kenan emosi sambil menunjuk Selin.
"Memang begitu kenyataan nya." jawab Selin santai.
"Berani sekali kau.." Ucapan Kenan terpotong.
"Hey! sudah sudah kenapa malah bertengkar? coba kalian jelaskan apa yang terjadi." ucap tuan Devrim cepat, namun keduanya bungkam tak ada yang ingin membuka suara.
"Ken.." panggil tuan Erganc. Kenan hanya melirik sang papa sekilas kemudian kembali menatap Selin tajam.
"Selin.." panggil tuan Devrim. Namun Selin juga melakukan hal yang sama dengan Kenan. Mereka saling melemparkan tatapan tajam membunuh.
"Jadi tidak ada yang ingin menelaskan?" tanya tuan Devrim penuh penekanan, Selin yang perubahan nada bicara sang papa lantas mengalihkan pandangannya.
"Bukan masalah yang penting papa." jawab Selin asal.
"Lantas kenapa kalian bertengkar seakan sudah lama bermusuhan?" tanya tuan Erganc menimpali.
"Kami pernah menjadi sepasang kekasih sewaktu kuliah." bukan Selin yang menjawab melainkan Kenan yang dengan santai menjawabnya.
"Apa?!" Teriak Kenan dan Selin kompak.
"Tidak! Aku tidak mau menikah dengan pria sepertinya" Tolak Selin mentah mentah.
"Aku juga! aku tak sudi menikah dengan gadis judes sepertinya." Kenan juga tak kalah.
"Hey kau pikir aku sudi menikah dengan pria brengsek seperti dirimu?!" Protes Selin.
"Selin! jaga sikapmu." perintah sang mama yang sedari tadi hanya diam menonton pertunjukan secara langsung itu.
"Saya semakin yakin untuk menjodohkan mereka tuan Ergenc." ucap tuan Devrim.
"Ya tuan Devrim, saya juga berfikir demikian." balas tuan Erganc kemudian mereka sama sama terkekeh.
"Papa!" Selin dan Kenan kompak menyaut.
"Lihatlah mereka sangat kompak." ucap tuan Erganc meledek.
"Sudah sudah lebih baik kita makan malam dulu, setelah itu baru kembali mengobrol." Nyonya Devrim melerai.
Semua makan dengan hikmat tanpa ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Sementara lain halnya dengan Selin dan Kenan yang sedang berperang melalui tatapan mata.
Selesai makan malam mereka kembali ke ruang tamu untuk mengobrol santai, namun berbeda dengan Kedua manusia yang masih menunjukkan ekspresi bermusuhan.
"Oh ya nak Selin apakah sudah bekerja?" tanya nyonya Erganc.
"Sudah tante." jawab Selin ramah.
"Oh ya? kerja di perusahaan tuan Devrim ya?" tanya Nyonya Erganc lagi.
"Oh bukan tante, saya kerja di restoran." jawab Selin meralat pertanyaan Nyonya Ergenc.
"Restoran?" tanya Nyonya Erganc memastikan karna merasa tak percaya.
"Iya tante." jawab Selun lagi seramah mungkin.
Dasar! pandai sekali dia mengubah ubah ekspresi wajahnya. Kenan
"Kenapa tidak bekerja di perusahaan tuan Devrim?" kali ini tuan Erganc ikut menimbrung.
"Dia lebih menyukai kuliner daripada bisnis tuan dan nyonya Erganc." jawab nyonya Devrim mewakili sang putri.
"Wah.. ternyata calon mantuku pintar memasak." ucap nyonya Erganc sambil tersenyum manis.
"Kenan kau akan selalu sehat dan tidakpernah sakit jika setiap hari nanti dimasakkan oleh istrimu." lanjutnya lagi dengan wajah berbinar.
_to be continue_
Jangan lupa like, komen & vote ❤😊